Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 98. Bahagia dan End


__ADS_3

Alhamdulillah, dokter Wanda ada di rumah Sakit dan beliau sudah menunggu kedatangan kita," lirihnya Bu Hamidah.


Berselang beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan pintu utama jalan masuk rumah sakit Permata Harapan Kasih. Dokter Wanda setelah di telpon segera bersiap dan berjaga di depan lobi rumah sakit untuk menunggu kedatangan Aza dengan rombongannya yang berjumlah satu mobil tiga orang penumpangnya.


Kedua orang tuanya dan adiknya sudah hadir di tempat tersebut. Wajah mereka menyiratkan kegelisahan dan ketakutan yang berlebihan. Satu sama lain saling menguatkan. Pak Farhan yang baru pulang dari kampung segera mendatangi rumah sakit setelah mendapat informasi dari anak buahnya jika putrinya dilarikan ke rumah sakit.


"Apa kamu Raja?" Tanyanya Pak Farhan saat berdiri di depannya Raja yang sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Raja menatap ke arah atas yang kebetulan dia lagi duduk sedangkan Pak Farhan berdiri di depannya.


"Iya betul sekali Pak," jawabnya sambil memperhatikan dengan seksama wajahnya yang sangat mirip dengan Azalina istrinya.


"Kenalkan saya adalah Papanya Aza, istrimu," ujarnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Raja.


"Raja! Suaminya Azalina Pa," ujarnya Sultan.


"Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bertemu juga dengan menantuku di tempat ini," tuturnya Pak Farhan.


Mereka berbincang-bincang sambil menunggu tim dokter memeriksa keadaan dan kondisi dari Azalina. Hingga pintu ruangan UGD RS itu terbuka lebar.


Mereka segera berdiri dari posisi duduknya masing-masing dan menyerbu berbagai pertanyaan kepada dokter.


"Bagaimana dengan keadaannya istriku Dokter?" Tanyanya Raja yang sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan istrinya.


"Tidak ada yang berbahaya kan yang terjadi pada putriku Dok?" Tanyanya Pak Farhan yang sedari tadi didampingi oleh Bu Fauziah sambil mengelus perlahan lengan suaminya agar suaminya bisa tenang dan bersabar walaupun dirinya juga diliputi dengan perasaan takut


Dokter tersenyum sebelum menjawab satu persatu pertanyaan mereka," Alhamdulillah tidak ada yang perlu kalian khawatirkan, keadaannya pasien sudah membaik jadi kalian Saya harap bisa tenang dan tidak perlu merisaukannya lagian Azalina hanya pingsan dan insya Allah penyakitnya tidak kambuh lagi."


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu dokter," ujarnya Bu Fauziah.


"Makasih banyak dokter atas bantuannya," terangnya Dokter Wanda adik sepupunya Bu Fauziah yang kebetulan bekerja juga di rumah Sakit tersebut sebagai dokter spesialis syaraf.


Raja langsung berlari ke arah dalam ruangan UGD tanpa menunggu mereka selesai berbincang-bincang. Ia sudah tidak sabar ingin melihat istrinya itu.


Raja melihat Aza sedang tertidur pulas di atas Bangkar rumah sakit. Raja meminta keputusan dan perimbangan kepada dokter Wanda untuk segera memindahkan istrinya ke dalam kamar perawatan terbaik yang dimiliki oleh RS itu.

__ADS_1


Hanya butuh waktu yang singkat saja, Azalina sudah berada di dalam kamar perawatan yang super mewah dan terbaik yang ada di rumah sakit swasta.


Jam menunjukkan pukul 7 malam tapi, Aza belum sadar juga dari pingsannya katanya itu karena pengaruh dari beberapa obat yang disuntikkan ke tubuhnya melalui selang infusnya.


Sehingga kedua orang tuanya serta kedua mertuanya disuruh balik ke rumah masing-masing karena cukup dia saja yang jaga Azalina. Mereka pun berpamitan dan Ingin pulang beristirahat karena sudah seharian terus berada di rumah sakit menunggu Aza siuman.


"Ya Allah.m jaga dan lindungilah istriku jangan biarkan Terjadi sesuatu yang tidak baik lagi padanya, aku sangat merindukan kehadirannya disisiku," gumam Raja sembari mencium punggung tangan istrinya.


Waktu terus berlalu hingga menjelang pagi, Raja baru bisa memejamkan matanya untuk segera mengistirahatkan tubuhnya yang sudah pegal-pegal duduk menunggui Aza hingga tersadar dari lamunan pingsannya.


Ayam berkokok pertanda pagi sudah datang. Mentari pagi sudah datang menyapa seluruh isi bumi. Cahayanya yang berwarna kemilaunya mampu memperindah tampilan pagi hari itu.


"Aahh," lenguhan dari bibirnya Azalina lalu membuka perlahan kelopak matanya dan mengerjapkan berulang kali agar bisa menyesuaikan cahaya yang masuk hingga ke dalam retina matanya.


Dia mencoba untuk menggerakkan tangannya tapi,terasa berat dan susah sehingga ia menolehkan kepalanya ke arah tangannya karena ingin mengetahui kenapa bisa tangannya terasa berat.


Ia melihat ada seseorang yang tertidur dengan bertumpu pada tangannya sendiri, dia yakin itu seorang cowok karena dari potongan rambutnya ala artis Korea Selatan gitu.


Azalina segera bangkit dari baringnya dan Ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya sesuai dengan perkiraannya. Dia turun dari kasurnya dan meneliti wajah sang pria m betapa kagetnya saat mengetahui siapa sosok pria yang sedang tertidur itu.


"Abang Raja!" Ucapnya dengan deraian air matanya.


Sultan bergegas berjalan ke arah Azalina lalu memeluk erat tubuh istrinya dengan erat penuh suka cita dan kebahagiaan yang membuncah di dalam hatinya.


"Sayang, istriku apa kamu sudah bisa mengingat Abang?" Tanyanya dengan deraian air matanya itu.


Aza hanya menganggukkan kepalanya dalam pelukan penuh kerinduan dari suaminya itu.


"Aku sangat merindukanmu sayang, aku sangat mencintaimu," tutur Raja.


"Aku juga begitu Abang, setiap detik, setiap jam, menit dan setiap hari menunggu kepulangan Abang untuk membawaku menemui bunda,"" ungkap Azalina.


Mereka sama-sama menumpahkan rasa rindu yang sudah menggelora dan menggebu di dalam dadanya mereka. Orang-orang yang kebetulan berada di balik pintu yang awalnya ingin masuk tidak jadi. Mereka mengurungkan niatnya untuk masuk dan menggangu kegiatan mereka.


Mereka sangat bahagia karena akhirnya Azalina sudah bisa mengingat kembali semua orang yang pernah hadir di dalam hidupmu selama ini. Mereka menutup pintu itu perlahan dan mengunci rapat disaat mereka melihat, Aza dan Raja saling berciuman.

__ADS_1


Awalnya ciuman itu hanya sekedar biasa saja hingga lama kelamaan saling menuntut lebih hingga mereka terbuai dan menunaikan ibadah sebagai pasangan suami istri yang sah dan halal.


Mereka untuk pertama kalinya menikmati indahnya malam pertama yang seharusnya sedari dulu mereka melewati dan melakukannya. Indahnya surga dunia telah mereka rasakan.


Satu tahun kemudian, Aza sudah melahirkan dua orang anak sekaligus yaitu anak kembar dua-duanya putra. Kebahagiaan meliputi mereka dan keluarga besar mereka. Indahnya cinta dibawah naungan ikatan suci tali pernikahan indah terasa.


Semua orang bahagia dengan kehidupan masing-masing, mereka tidak afa lagi yang mempermasalahkan perselisihan dan percekcokan dimasa lalu yang membuat mereka berdebat dan berselisih paham.


Masalah besar pun terselesaikan dengan damai dan saling mengalah demi kebahagiaan mereka selamanya.


...********The End********...


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2