
Pintu samping dekat kemudi mobil itu terbuka lebar ke atas bukan ke samping tapi perlahan naik. Seorang pria dengan memakai pakaian casual dipadukan dengan otfit yang sangat cocok dan pas ditubuhnya. Pakaian itu membungkus dengan pas di tubuhnya yang berisi, berotot dan kekar itu.
Baju kaos putih dan celana jeans biru dongker menutupi kaki jenjangnya. Dengan sebuah kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya.
Dia membuka kacamata hitamnya yang membuat semua orang terhipnotis dengan ketampanannya. Dan sebagian orang lagi terkesima dan terkejut dengan apa yang mereka lihat kala itu.
Para emak-emak, ibu-ibu bapak-bapak, gadis-gadis perawan kampung semuanya melototkan matanya, mulutnya mereka menganga membentuk huruf o, mereka terpana dan terpesona melihat Sultan berjalan ke arah mereka sambil membuka kacamatanya yang setia sedari tadi bertengger di atas hidung mancungnya.
"Itu kan Raja," lirihnya Bu Hana.
"Apa aku tidak salah lihat, itu kan suaminya Aza," Pak Toni membeo.
"Bagaimana ini, Raja sudah balik apa yang akan terjadi jika dia mengetahui kalau istrinya tidak ada karena ada kejadian yang disebabkan oleh Anjas," batinnya Bu Mina.
Bu Mina melirik sekilas ke arah Pak Toni. Mereka kebingungan dan sedikit cemas apabila Anjas bertanya tentang keberadaan Azalina.
Sultan tersenyum kearah mereka dengan senyuman yang mampu melelehkan hati para gadis jomblo dan emak-emak yang kesepian.
"Assalamualaikum," sapanya Sultan ke arah mereka.
"Waalaikum salam," jawabnya mereka bersamaan.
__ADS_1
Bu Lina dan Anjani setelah mendengar informasi dari masyarakat jika ada orang kaya yang datang berkunjung ke rumah Azalina.
"Ibu!! Ayo lah cepat, apa sih yang Ibu lakukan kenapa lama sekali?" Tanyanya Anjani yang sedikit berteriak dengan ngomel-ngomel melihat tingkah laku ibunya seperti seseorang yang akan bertemu dengan orang nomor satunya di Indonesia saja.
Mereka bahagia bercampur takut atas kedatangannya Sultan. Mereka tidak menyangka jika Sultan yang datang kali ini berbeda dengan Sultan yang kurang lebih sekitar enam bulan lalu meninggalkan kampung mereka.
Sekarang pulang dalam keadaan yang sangat berbeda dibandingkan kala itu. Para ibu-ibu sudah saling berbisik-bisik tetangga membisikkan kedatangan Arjuna.
"Ya Allah… semoga saja jika Raja bertanya tentang perihal Azalina tidak ada yang menceritakan kejadian yang sebenarnya yang dialami oleh Aza, aku takut jika Raja emosi dan marah hingga nekat membuat rusuh bahkan membuat dirinya masalah baru yang cukup besar," batin Bu Hana dengan raut wajah yang ketakutan dan kecemasan yang berlebihan itu.
Raja segera maju dan salim satu persatu kepada emak-emak dan bapak-bapak yang kebetulan ada di sana.
"Bagaimana kabarnya Bu Mina?"tanyanya Sultan yang memperlihatkan senyuman smirknya di hadapan Bu Mina.
Anjani dan Bu Lina baru saja sampai di samping kanannya Rumahnya Azalina. Betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa pria yang memiliki mobil berwarna merah dengan simbol dan lambang kuda jingkrak.
"Anjani! Itukan Raja kan suaminya Azalina?" Tanyanya pada putri tunggalnya itu.
Anjani yang ditanya seperti itu, segera membuka matanya dengan lebar hingga dia mampu melihat Raja yang begitu sempurna dimatanya mereka.
"Kenapa Raja semakin ganteng saja yah Bu? Kalau aku tahu sedari dulu jika Raja adalah orang kaya aku pasti akan menghalangi mereka untuk nikah," cicit Bu Lina yang sangat menyesali keputusannya dahulu yang tidak mencegah mereka untuk menikah.
__ADS_1
"Kenapa semua pria tergila-gila kepada Aza sedangkan saya satupun dari mereka tidak ada yang berniat untuk menikahiku?" Umpat Anjani yang ingin marah dan berteriak tapi langsung dicegah oleh Bu Lina.
"Hey!! Anjani ingat batasan kamu, kamu sendiri yang menyuruh dulu pria itu melamar adiknya Ridwan sehingga kamu hampir menjadi perawan tua," sarkas Bu Lina.
"Ihh Ibu sembarang saja, kita seharusnya cari tahu apa maksud kedatangannya dan cari cara untuk membuat Raja marah-marah karena kesalahannya Anjas, karena aku yakin mereka akan menutupi rahasia besar yang terjadi antara Azalina dengan Anjas," jelasnya Bu Lina yang sangat bahagia saat menemukan ide yang sangat bagus untuk memecah belah mereka.
Bu Lina dan Anjani tersenyum penuh kelicikan karena memiliki cara yang sangat jitu untuk menghancurkan mereka orang-orang yang suka dengan Aza.
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
...1. Pesona Perawan...
...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...3. Pelakor Pilihan...
...4. Cinta CEO Pesakitan...
...5. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
Makasih banyak all Readers...
__ADS_1
i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...
Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...