Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 69. Aksi Dua Benalu


__ADS_3

"Hey!! Anjani ingat batasan kamu, kamu sendiri yang menyuruh dulu pria itu melamar adiknya Ridwan sehingga kamu hampir menjadi perawan tua," sarkas Bu Lina.


"Ihh Ibu sembarang saja, kita seharusnya cari tahu apa maksud kedatangannya dan cari cara untuk membuat Raja marah-marah karena kesalahannya Anjas, karena aku yakin mereka akan menutupi rahasia besar yang terjadi antara Azalina dengan Anjas," jelasnya Anjani yang sangat bahagia saat menemukan ide yang sangat bagus untuk memecah belah mereka.


Bu Lina dan Anjani tersenyum penuh kelicikan karena memiliki cara yang sangat jitu untuk menghancurkan mereka orang-orang yang suka dengan Aza.


Sultan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan dari istrinya tapi


sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan dari Azalina. Dia tidak melihat istrinya di depan rumahnya.


Ibu Mina yang tidak sengaja melihat kecemasan dari raut wajahnya Sultan segera mulai gelisah dan khawatir. Bu Mina segera menatap ke arah Pak Toni, agar segera mengalihkan perhatiannya Raja agar tidak bertanya tentang dimana Azalina sekarang.


Anjani yang melihat hal tersebut segera mempercepat langkahnya menuju keberadaan dari Sultan.


"Hey Raja!" Panggilnya Anjani ke arah Raja yang berdiri yang baru Ingin melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumahnya.


Tetapi, langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memanggil namanya. Anjani dan ibunya semakin mempercepatnya langkahnya ke arah di mana Sultan berada.


"Ya Allah… kenapa juga mereka datang diwaktu yang tidak tepat pula kalau mereka sudah ada bersiaplah untuk menghadapi segala sesuatu yang bisa berakibat fatal nantinya dan berujung dengan adu mulut," gumamnya Ibu Mina.


Bu Hana melihat ke arah Bu Mina mereka saling melempar pandangan satu sama lainnya dengan wajah yang sendu dengan mengerutkan keningnya dan ada rasa khawatir menyelimuti seluruh hati dan perasaannya mereka berdua.

__ADS_1


"Ada apa kamu memanggilku apa aku kenal kamu?" Tanyanya yang menatap jengah ke arahnya Anjani bersama dengan ibunya.


Raja sangat tahu dengan sangat karakter mereka. Raja sedikit kesal karena langkahnya harus terhenti sesaat karena adanya suara seseorang yang memanggilnya.


"Apa kamu masih mengingat kami Nak Sultan?" Tanyanya Bu Mina dengan tatapan mata yang seakan-akan ingin dikasihani oleh siapa saja yang melihatnya.


Berputar-putar berbicara dengan sengaja untuk mengulur waktu agar Anjani segera menjalankan siasatnya.


Raja sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan dari Bu Lina karena menurutnya itu pekerjaan yang sangat sia-sia saja dia lakukan.


"Aku masih ingat dengan sangat kalau Ibu adalah bibi yang sangat kejam dan tidak punya perasaan itu kan yang dengan tega memukuli dan menyiksa keponakannya sendiri walaupun tidak memiliki kesalahan apa pun itu," sarkas Raja dengan tatapan mengejeknya ke arah Bu Lina.


Mereka saling berpandangan lalu berbisik untuk menggunjing Ibu Lina yang salah tingkah karena perkataan dari Raja yang cukup membuatnya malu.


"Awas yah kalian, aku akan segera membalas apa yang kalian perbuat padaku dan tertawalah kalian sebelum Aku menutup dan menyumpal mulut kalian dengan batu," umpatnya Bu Lina dengan amarahnya yang berusaha dia tekan agar tidak meletup hingga meledak.


Raja hanya tersenyum tipis memperhatikan sedari tadi raut wajahnya Bu Lina.


Hingga suara dari Anjani mampu membungkam semua orang yang berada di dalam dan sekitar toko kelontongnya Azalina.


"Abang Raja pasti sedang mencari Azalina adik sepupuku kan? Aku tahu jawabnya ada dimana Azalina sekarang, mereka itu tahu jawabannya tapi tidak ada yang berani berbicara sedikit pun," ujarnya yang melihat ke sekeliling dengan tersenyum penuh kelicikan.

__ADS_1


Ibu-ibu, emak-emak rempong dan bapak-bapak hanya terdiam dan saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri dan ada rasa takut, khawatir dan was-was jika Raja akan marah dan mengamuk dengan kejadian yang menimpa istrinya.


"Ya Allah... kenapa bisa dua benalu itu datang ke sin" gumam Santi yang sedari tadi hanya sibuk melayani para pelanggan dan pembelinya hari itu.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Pesona Perawan...


...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...3. Pelakor Pilihan...


...4. Cinta CEO Pesakitan...


...5. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak all Readers...


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...


Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...

__ADS_1


__ADS_2