Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 77. Kebahagiaan Bu Fauziah


__ADS_3

"Ini semua kesalahanku yang terlalu takut muncul di hadapan mereka sehingga tidak ada yang melindungi putriku, tapi siapa yang tega melakukan hal ini padanya, gadis yang tidak berdosa dan tidak punya salah apa-apa harus mengalami kejadian yang sangat besar yang merongrong jiwanya," batinnya Pak Farhan yang penuh dengan penyesalan.


"Jangan terus hidup dalam penyesalan Mbak, Mas juga jangan sampai seperti itu terus harus larut dalam kubangan penyesalan, yang seharusnya kita lakukan adalah membantunya Aza agar segera terbebas, keluar dan sembuh total dari penyakitnya ini," jelas Wanda dengan panjang lebar.


Bu Fauziah memegang tangannya Pak Farhan. Mereka saling menguatkan satu sama lainnya. Mereka sama-sama sedih dan tidak menduga gadis cantik,lugu dan polos itu harus mengidap penyakit yang lumayan parah.


Beberapa hari kemudian, Azzahra sudah dibolehkan oleh dokter untuk pulang dan sisanya hanya rawat jalan.


"Bagaimana sayang dengan kondisi fisikmu apa ada yang dikeluhkan?" Bu Fauziah memeriksa kondisi putrinya yang sedang duduk di sofa panjang yang ada di pojokan kamarnya Aza.


Aza menoleh ke arah Mamanya Sebelum dia menjawab pertanyaan dari Bu Fauziah,"Alhamdulillah sudah agak baikan Ma, kepalaku juga sudah tidak pernah nyeri lagi."


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu sayang, Mama sangat bahagia dengarnya," tuturnya Bu Fauziah sembari mendudukkan tubuhnya di samping kiri putrinya.


"Ma, apa boleh Aza kembali ke kampus besok, soalnya sudah beberapa hari Aza gak masuk, gak enak sama teman dan dosen," pintanya dengan memegang kedua genggaman tangan Mamanya.


Ibu Fauziah tersenyum simpul ke arah anaknya sebelum menjawabnya," itu hak kamu sayang,mau kuliah besok atau nanti bagi Mama sama saja yang paling penting kamu sembuh dan tidak sakit lagi."

__ADS_1


Perbincangan mereka sore hari itu ditemani oleh beberapa cemilan dan secangkir teh hijau thai tes. Mereka berbincang-bincang, hingga menjelang magrib sambil menikmati indahnya taman bunga mawar yang langsung berdekatan dengan jendela kamarnya Aza.


Keesokan harinya, pagi harinya seperti biasanya mereka berlima sudah duduk saling berhadapan menghadapi berbagai macam hidangan makanan untuk mereka santap paginya.


Semuanya cita rasa asli makanan masakan khas Indonesia asli. Ada rendang, soto ayam lengkap dengan perkedelnya, bakwan jagung dengan udang, sayur asem serta tak lupa kerupuk udang sebagai pelengkap sarapan pagi mereka berlima.


Semalam, adiknya Aza baru kembali dari luar daerah setelah mengikuti study banding. Sehingga suasana pagi itu cukup ramai.


"Papa, hari ini Aza ingin kembali masuk Kuliah gak apa-apa kan Pa?" Aza yang menatap intens ke arah Papanya Pak Farhan yang masih mengunyah makanannya itu.


Semua mata spontan memandang ke arah Aza bergantian dengan Pak Farhan kepala keluarga di dalam keluarga Farhan Faris Aditama.


"Senyumannya itu selalu mengingatkan aku padamu, maafkan aku disaat-saat terakhir hidupmu tidak berada di sampingmu sayang, kamu tetap yang selalu pertama di dalam hatiku dan tidak sempat melihat putri buah hati kita lahir ke dunia ini," Pak Farhan membatin sambil tersenyum tipis melihat putrinya yang cantik dan ayu itu.


"Papa! Bagaimana apa Papa ijinkan Aza kembali ke kampusnya?" Bu Fauziah memegang lengan suaminya yang sedari tadi terdiam dan hanya senyuman yang nampak dari wajahnya yang masih tampan di usianya yang sudah tidak muda lagi.


"Silahkan sayang, Kalau menurut kamu sudah baikan dan siap untuk kembali beraktifitas diluar Papa dan Mama selalu mendukung semua keputusan dan pilihan kamu yang paling penting kamu selalu jaga diri baik-baik, iya kan Ma?" Sembari melihat ke arah istrinya yang kebetulan duduk di samping kirinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah makasih banyak Papa," ucapnya Aza lalu mencium pipi papanya.


Kemudian berjalan ke arah Bu Fauziah lalu memeluk tubuh Mamanya dari samping," thanks Mamaku yang paling cantik dan paling baik sedunia."


Bu Fauziah senang diperlakukan seperti itu oleh anak sambungnya.


"Ya Allah… semoga saja kelak jika dia sembuh total perasaan dan kasih sayangnya padaku tidak akan berubah dan menganggap aku adalah Mamanya dan tidak pernah berubah hingga kelak," gumamnya Bu Fauziah.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Pelakor Pilihan...


...3. Cinta CEO Pesakitan...


...4. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...

__ADS_1


Makasih banyak all Readers...


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...


__ADS_2