Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 33. Godaan Sang Mantan


__ADS_3

Anjas segera jongkok di hadapan Aza yang sudah duduk di bangku depan teras rumahnya. Azalina yang melihat apa yang akan dilakukan oleh Anjas segera menghalanginya.


"Apa yang akan Abang lakukan?" Tanyanya yang mencoba menghalangi apa yang akan nantinya dilakukan oleh Anjas.


"Stop Aza,jangan banyak goyang nanti luka di tumit sama lututmu semakin parah jika kamu banyak bergerak," tutur Anjas yang memeriksa kakinya Azalina.


Aza terpaksa melakukan apapun yang diperintahkan oleh Anjas, karena menolak dan mencegah Anjas juga percuma dan sia-sia saja dia lakukan pasti akan dilarang.


Jepret.. Jepret..


Bunyi kamera digital Canon yang dipakai oleh orang itu berhasil mengambil gambar yang cukup lumayan banyak dalam berbagai pose dan pasti jika ada orang yang melihat hasilnya akan mengetahui jika mereka sedang melakukan hal yang tidak pantas. Anjas membersihkan luka yang ada di pergelangan tangannya Aza dan lututnya yang tidak sempat tadi sore Aza obati.


Anjas segera merogoh saku celananya dan mengambil beberapa macam obat yang akan dipakainya untuk mengobati luka pada kakinya Aza.


"Kamu diam dan maaf mungkin sedikit sakit dan perih jadi kamu harus berusaha untuk menahan sakitnya," tutur Anjas.


Azalina hanya menggelengkan kepalanya, Aza sebenarnya tidak ingin dibantu untuk diobati oleh Anjas, tapi Aza tahu karakternya Anjas bagaimana sehingga dia hanya terdiam dan membeku di atas kursi tersebut.


"Apa yang mereka lakukan? Ini kah kelakuannya Aza jika suaminya pergi ke Ibu Kota, aku harus melaporkan semua ini pada bibi Lina pasti aku akan dapat uang dengan imbalan yang cukup banyak,apa lagi Anjas kan ingin dijadikan menantu oleh ibu Lina," cicitnya yang memperhatikan dari jauh apa yang dilakukan oleh keduanya.


Dia adalah Putri orang yang selama ini selalu memberikan kabar tentang apa saja yang dilakukan oleh Aza kepada bibinya dan nantinya pasti dia akan mendapatkan dan meminta sejumlah uang atas informasinya yang dia dapatkan.


"Aaaauuuuuhhhh sakit," teriak Aza yang mengeluh kesakitan saat Anjas memberikan salep untuk obat yang paling ampuh dan mujarab agar lukanya secepatnya kering dan tidak meninggalkan bekas noda hitam yang nantinya membuat kakinya yang mulus penuh dengan bekas noda luka.


"Kamu harus tahan, memang sangat perih dan sedikit nyut-nyutan sakit tapi, tapi yakinlah jika tidak segera ditangani dengan baik takutnya akan menyebabkan infeksi yang kamu tahu sendiri kan kalau infeksi," timpal Anjas yang masih senantiasa memberikan obat di atas lukanya Aza yang cukup banyak.


Hingga jam 11 malam, Anjas belum beranjak dari teras rumahnya Aza. Bahkan dia sengaja memperlambat dan mengulur waktunya agar mereka bisa berduaan tanpa ada gangguan. Anjas masih memiliki satu cara yang sangat manjur untuk dia kerjakan agar Aza kembali padanya lagi seperti dahulu.


"Aku akan melakukan berbagai macam cara agar kamu bercerai dengan suamimu yang tidak tahu diri itu sehingga kalian tidak akan bersatu kembali dan aku akan hadir di dalam hidupmu sebagai penolong," Anjas menatap penuh kelicikan ke arah Aza.

__ADS_1


Aza yang tidak tahu dengan siasat yang dilancarkan oleh Anjas hanya terdiam dan mengikuti alurnya saja. Aza terlalu polos dan tidak mengetahui jika ancaman pada keutuhan rumah tangganya sedang dipertaruhkan hanya karena gara-gara Anjas datang bertamu ke rumahnya.


"Aku harus pulang ke rumah untuk mengambil hp ku, tanpa bukti yang nyata pasti mereka tidak akan percaya dan menganggap aku hanya merekayasa dan mengada-ada kejadian tersebut," terangnya lalu segera bergegas pergi dari persembunyiannya menuju rumahnya yang hanya sekitar enam rumah saja dari rumahnya.


………


Aza terus memandangi apa yang dilakukan oleh Anjas di atas lukanya. Dia tidak ingin gara-gara hal ini, dia jadi berhutang budi pada Anjas yang notabene adalah mantan tunangannya itu.


"Abang sudah yah, Aza rasa sudah cukup banyak dan kakiku Alhamdulillah sudah membaik tidak sakit lagi," terangnya yang memindahkan kakinya segera dari hadapan Anjas.


Azalina juga merasakan geli jika ada pria yang menyentuh anggota tubuhnya. Anjas selalu tersenyum sedari tadi, tapi Aza malahan tidak sama sekali mengetahui penyebabnya.


Duhai engkau sang belahan jiwa


Namamu terukir dalam pusara


semoga kita bersama


Duhai engkau tambatan hatiku


Labuhkanlah cintamu di hidupku


Ku ingin kau tahu betapa merindu


Hiduplah engkau denganku


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa

__ADS_1


Bersujud dan lalu aku meminta


Semoga kita bersama


Dengarkanlah


Di sepanjang malam aku berdoa


Cintaku untukmu selalu terjaga


Dan Aku pasti setia


...Syukur Alhamdulillah makasih banyak atas dukungannya dan bagi Readers yang telah mampir membaca novel recehanku....


...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Cinta Yang Tulus...


...4. Diantara Dua Pilihan...


...5. Cinta dan Benci...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...

__ADS_1


__ADS_2