Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 64. Martin Kabur


__ADS_3

"Hari ini Aunty tidak menerima segala rayuan mautmu, Aunty akan menelpon mama kamu dan mengatakan kepadanya kalau kamu kelayapan sehingga terlambat datang," ancam Dokter Wanda yang hanya terpaut delapan tahun darinya itu.


Aza tidak tahu harus bagaimana lagi jika dokter Wanda sudah mengancamnya dengan alasan seperti itu. Dia langsung mati kutu dan kebingungan sendiri.


Perdebatan kecil terjadi di antara mereka. Sejak kehadiran Azzahra di dalam kehidupan mereka semakin menambah kebahagiaannya. Walaupun hingga detik ini di usianya yang sudah hampir kepala tiga masih betah bertahan dalam kesendiriannya.


Dokter Wanda sama sekali tidak memikirkan kehidupan asmara dan percintaannya. Mungkin karena kesibukannya dalam bekerja setiap hari hingga mampu menyita perhatian dan seluruh waktunya.


Bu Hamidah setelah mengambil obatnya dia segera pulang ke rumahnya. Dia tergesa-gesa berjalan ke arah mobil yang sedari tadi menunggunya.


"Kita langsung pulang atau ada yang ingin bunda kunjungi?" Tanya supir pribadinya disaat dia sudah duduk di jok kursi penumpang mobilnya.


"Kita langsung pulang saja, aku ingin secepatnya sampai di rumah," ujarnya dengan memperhatikan beberapa foto yang diam-diam dia ambil sewaktu dia berbincang-bincang dengan Aza tadi pagi.


Sedang di tempat lain, Sultan sangat bahagia karena semua bukti yang dia peroleh dan berhasil dia kumpulkan sudah ditindak lanjuti oleh petugas yang berwenang untuk menangani masalah tersebut.


Sultan dan Anggara kembali mendatangi kantor polisi setelah mendapatkan panggilan dari pihak yang berwajib sebagai saksi atas kejahatan yang dilakukan oleh Martin dan Selena mantan kekasih sekaligus tunangannya itu.


"Polisi sudah menyatakan bahwa mereka berdua adalah tersangka utama dan sudah menyebarkan berita dan informasi kepada seluruh jajaran polres yang ada di Jakarta," tuturnya Anggara sambil menyetir mobilnya menuju kantor polisi.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau seperti itu, aku tidak sabar ingin segera menyelesaikan semua ini," ucap Sultan yang menggebu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrinya Azalina.


"Kamu harus yakin jika kita akan memenangkan kasus ini dan kembali merebut seluruh harta yang seharusnya menjadi milikmu kembali ke dalam genggamanmu," ungkap Anggara sahabat sekaligus calon adik iparnya itu.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di dalam Kantor Polisi. Mereka juga sudah duduk di hadapan polisi yang menangani kasusnya Martin ditemani oleh tim pengacara terbaik mereka.


"Kami datang kesini sesuai dengan panggilan dari anak buahnya bapak dan kami ingin tahu bagaimana dengan Martin apa dia ketangkap di rumahnya saat bapak mengerahkan sebagian anak bapak untuk mendatangi rumah Martin?" Tanyanya Sultan yang berharap agar Martin dengan mudah menyerahkan diri dan ditangkap oleh kepolisian.


"Maafkan kami karena Martin berhasil lolos dan kabur dari pengejaran kami," ucap sesal Pak Ronald.


Apa yang disampaikan oleh Pak Ronald membuat wajahnya Sultan berubah kecewa dan sedih. Pak Ronald yang melihat hal tersebut diwajahnya Sultan segera berbicara.


"Tuan bisa tenang karena pihak kami telah menyebarkan berita ke seluruh pelosok tanah air untuk mencari dan mencegah agar buronan kita tidak kabur dan berhasil lari ke luar negeri, karena jika hal itu terjadi maka akan kesulitan untuk menangkapnya," jelas Kepala kepolisian bagian tindak kriminal.


"Semua kami sudah urus dan atur dengan baik, dengan rencana yang mantap dan pastinya akan berhasil, dan baru-baru pihak kami mendapatkan informasi jika Martin berada di pulau Kalimantan bersama kekasihnya, insya Allah kami akan menangkapnya malam ini juga," tutur Pak Ronald selaku polisi yang bertanggung jawab terhadap menangani kasus mereka.


"Itu kan dekat dengan kampungnya Azalina, aku harus segera ke sana jangan-jangan Martin telah mengetahui bahwa aku sudah menikah dengan seorang gadis di pulau itu," batinnya Sultan dengan raut wajahnya yang cemas, khawatir dan ketakutan bercampur menjadi satu bagian utama di dalam hatinya.


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Queen My Heart...


...3. Diantara Dua Pilihan...


...4. Cinta dan Benci...


...5. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...6. Pelakor Pilihan...


...7. Aku hanya sekedar baby sitter...


...8. Cinta Ceo Pesakitan...


...9. Tetanggaku Idola Suamiku...

__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….


__ADS_2