Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter 72. Ketahuan Pelaku Utama


__ADS_3

"Jadi bagaimana nak Raja dengan yang kami bicarakan tadi,apa kamu akan membantu mereka mencari keberadaan Ridho dan Putri karena mereka ternyata yang menjadi otak dibalik peristiwa yang menimpa Aza dan Anjas," jelasnya Pak Ardi.


Pak Ardi sangat berharap kepada Raja agar membantunya menyelesaikan masalah tersebut agar supaya Anjas mendapatkan keringanan hukuman.


Ibu-ibu dan bapak-bapak terkejut mendengar penuturan mereka berdua dan tidak menduga, jika Ridho dan Putri serta Sartika putrinya Pak Camat juga ikut andil dalam peristiwa itu.


"Itu tidak mungkin Pak!!" Pekik Bu Hana yang tersentak kaget setelah mendengar nama keponakannya disebut-sebut di dalam lingkaran permasalahan tragedi yang menimpa Azalina yang mengaitkan dan ikut andil Anjas di dalamnya.


Semua orang menolehkan kepalanya ke arah Bu Hana yang cukup terkejut dengan fakta yang baru terungkap itu.


"Maaf Bu Hana, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya terjadi selama ini, dan Ridho lah yang paling bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan oleh Anjas pada Aza dan bukti itu diperkuat dengan pernyataan dari Sartika anaknya Pak Camat," terangnya Pak Ardi yang sangat menyayangkan kejadian itu terjadi di dalam kampung halamannya yang dipimpinnya.


"Kalau seperti itu fakta yang mengarah ke Ridho maka lakukan sesuai dengan prosedur hukum yang ada karena menurut saya semua orang sama posisinya di mata hukum," ujar Pak Anton Suaminya Bu Hana Sekaligus sepupunya Ibu dari Azalina.


"Betul sekali itu Pak, siapa saja yang bersalah dalam kasus ini harus segera mendapatkan hukuman yang setimpal agar tidak ada lagi kejadian seperti ini dikemudian hari," timpal Pak Toni.


"Apa yang dikatakan oleh yang lainnya benar adanya, agar ada efek jera bagi siapa saja yang ingin bertindak kejahatan dalam hal apapun itu sama sekali tidak dibenarkan, dan kita tidak boleh memandang hubungan kekerabatan yang penting dia bersalah harus tetap dihukum," sahut Bu Mina.


Bu Mina sendiri yang terbakar emosinya setelah mendengar kenyataan yang baru yang membuat Aza jadi trauma dan melarikan diri hingga hampir enam bulan lamanya belum ditemukan.


Semua orang sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi pada anggota keluarga mereka sendiri. Dan patut diacungi jempol karena dalam masalah ujian dan cobaan itu mereka menjadi satu padu meringankan beban penderitaan yang dialami oleh Azalina walaupun mereka telah menuai kegagalan.

__ADS_1


Semua terdiam sejenak memikirkan keadaan yang telah terjadi yang mampu memporak porandakan tatanan hati dan perasaannya mereka.


"Ya Allah… aku meminta padamu agar Azalina di mana pun berada dia selalu dalam lindunganMu," sebaik doa yang dipanjatkan oleh Bu Mina dengan setulus hati.


"Ya Allah… berilah kami kesabaran dan ketaqwaan yang kuat dan besar agar kami selalu bisa bersabar, tulus dan senantiasa selalu mengingatMu ya Allah… dalam keadaan kami apapun itu," batinnya Bu Melati.


Raja tidak menyangka jika hal seperti ini mampu terpikirkan oleh Anjas dengan mudahnya terprovokasi dengan hasutan dari Ridho dan Putri.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat lamanya, mereka pun menikmati suguhan yang diberikan oleh Bu Melati dengan Pak Ardi Raja memutuskan untuk pamit pulang ke Ibu Kota Jakarta. Dia tidak mau menunda-nunda lebih lama lagi untuk segera mencari keberadaan istrinya.


"Kalau begitu saya pamit undur pulang dahulu Pak, Bu.. insya Allah lain waktu kalau Allah SWT berkehendak kita pasti akan bertemu lagi," jelas Raja.


Ia sedih karena harus meninggalkan kembali kampung dan tempat yang telah memberikan banyak kenangan dan arti dalam menjalani kehidupan.


"Kami mewakili seluruh lapisan masyarakat untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya atas khilaf dan kesalahannya Anjas dan kami berharap untuk kedepannya tidak akan ada lagi ujian dan cobaan yang dihadapi tidak mampu kami atasi dengan baik, semoga kita selalu terbebas dan tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang picik dan kufur nikmat," terangnya Pak Ardi dengan panjang lebar.


"Raja, Bibi meminta maaf kepada kamu secara pribadi atas kesalahannya Ridho, bibi sangat malu Nak karena baru menyadari dan mengetahui kejelekan dari keponakannya Bibi," ucapnya sendu Bu Hana dengan penuh rasa malu.


Bu Hana sedih sekaligus malu karena ternyata pelaku yang sebenarnya adalah anak dari saudara tertuanya sendiri.


"Bibi tidak boleh seperti ini, namanya manusia pasti akan merasakan dan mengalami dan kemungkinan besar akan berada dititik terendah dalam hidup seseorang, jadi bibi tidak boleh banyak pikiran dan terbebani akibat dari ulah Ridho yang penting yang perlu bibi lakukan do'akan mereka agar segera tersadar dari kesalahannya," tutur Raja dengan penuh wibawa dan bijaksana.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Nak,kami sangat senang dan bahagia mendengarnya," timpal Pak Anton.


"Raja sangat bijaksana dan dewasa dalam mengahadapi ujian dan kemelut rumah tangganya, Paman sangat bangga padamu dan ternyata Paman tidak salah pilih dan keputusan Paman untuk menikahkan kalian adalah pilihannya paman yang paling terbaik dalam hidupnya paman," ungkap Pak Heru.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Pesona Perawan...


...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...3. Pelakor Pilihan...


...4. Cinta CEO Pesakitan...


...5. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak all Readers...


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...


Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...

__ADS_1


__ADS_2