Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter 97. Situasi Yang Gawat


__ADS_3

"Assalamualaikum Bunda," sapanya Aza lalu meraih tangan kanannya Bu Hamidah untuk dia cium punggung tangan itu.


"Waalaikum salam menantunya Bunda," balasnya Bu Hamidah dengan lugas dan tersenyum penuh kebahagiaan.


Aza yang mendengar dengan jelas perkataan dari mulutnya Bu Hamidah terkejut dan shock. Ia tidak mungkin salah dengar saja.


"Menantu!" Beo Aza.


Sesuai dengan janji mereka, yaitu akan melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah bersama dan makan siang bareng di rumahnya Bunda Hamidah.


Sultan yang ditunjuk sebagai imam, melaksanakan tugasnya dengan baik. Tapi, saat mereka akan menyelesaikan doanya tiba-tiba mereka dikejutkan dengan teriakan dari Aza.


"Tidak!! Tolong!!" Teriaknya saat mengusap wajahnya setelah selesai mengaminkan doa yang dipanjatkan oleh Sultan.


Bu Hamidah dan Sultan spontan mengarahkan pandangannya ke arah Aza yang sudah tidak dalam keadaan baik-baik saja. Mereka segera berdiri dan membantu Aza yang sudah tidak sadarkan diri. Sultan shock melihat istrinya yang pingsan.


"Pak Udin, tolong masuk ke sini cepat!!" Teriaknya Raja yang menggendong tubuh istrinya.


"Sultan bawa secepatnya Istrimu ke rumah sakit, Bunda takut jika terjadi sesuatu kepada Azalina," tutur Bu Hamidah yang sudah nampak sangat khawatir dengan keadaan anak menantunya itu.


Mang Udin yang dipanggil oleh Sultan segera berjalan tergopoh-gopoh ke arah mereka.


"Ada apa Tuan Muda Sultan?" Tanyanya dengan berjalan mengikuti langkah mereka menuju carport rumah.

__ADS_1


"Ambilkan kunci mobil, kami akan segera ke rumah sakit untuk bawa istriku," jawabnya Sultan yang sudah membaringkan tubuh Azalina ke atas kursi jok mobil bagian belakang.


"Baik Aden!" Ujarnya lalu segera mempercepat langkahnya bahkan sudah berlarian ke arah tempat gantungan kunci mobil dan motor.


"Bunda, apa Sultan bisa meminta tolong kepada Bunda untuk jaga Aza dibelakang?" Tanyanya Sultan sembari terburu-buru memasang seat belt nya.


"Kamu fokus nyetir mobilnya saja, Bunda yang akan jagain istrimu," balasnya Bu Hamidah sambil memangku kepalanya Aza.


Mobil yang ditumpangi oleh mereka sudah berbaur dengan pengendara lainnya di jalan raya. Sultan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dia sudah tidak peduli dengan rambu-rambu lalu lintas. Dia terus mengemudikan roda empatnya tanpa peduli dengan larangan dari pihak kepolisian yang melarang dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sesekali Sultan melirik ke arah belakang melalui kaca spion mobilnya. Dia sangat khawatir dengan kondisi Istrinya.


"Ya Allah… jaga dan lindungilah istriku, aku sangat takut ya Allah.." Sultan membatin sedang raut wajahnya tampak sangat serius dan tersirat ada ketakutan di sana.


Bu Hamidah pun sudah cemas dengan keadaan anak menantunya. Dia pun segera menghubungi nomor hp dokter yang selama ini mengobati dan menangani kesehatan dari Aza.


"Alhamdulillah untung saja tidak memakai password, kenapa dia berani sekali memakai hp tanpa ada kode kuncinya ini bahaya nanti ada yang memanfaatkan keadaan tersebut," cicitnya Bu Hamidah.


Beliau menemukan nomor hpnya Dokter Wanda, jadi dia segera menelpon nomor tersebut menggunakan hpnya Aza. Untung saja hanya butuh cukup sekali saja dia mencoba untuk menelpon nomor tersebut dan berhasil tersambung.


"Alhamdulillah, dokter Wanda ada di rumah Sakit dan beliau sudah menunggu kedatangan kita," lirihnya Bu Hamidah.


Berselang beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan pintu utama jalan masuk rumah sakit Permata Harapan Kasih. Dokter Wanda setelah di telpon segera bersiap dan berjaga di depan lobi rumah sakit untuk menunggu kedatangan Aza dengan rombongannya yang berjumlah satu mobil tiga orang penumpangnya.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2