
"Tidak apa-apa, selow saja Mbak, dan pesan saya tolong dijaga dan diperhatikan baik-baik perasaan dari suaminya Mbak agar dadanya tidak sakit lagi," pinta Angga lalu meninggalkan ruangan perawatan tersebut.
"Makasih banyak Dok," ucap Azalina lagi.
"Sama-sama, aku pamit dulu dan kalau ada apa-apa segera datang saja ke ruanganku," ujar Angga sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.
Azalina mengantar Dokter Anggara hingga ke depan pintu. Raja memandang terus ke arah interaksi antara Azalina dengan Angga. Di raut wajahnya kadang berubah-ubah. Dari rasa cemburu, marah, jengkel dan tidak suka jika, istrinya berdekatan dengan pria lain, apalagi Aza tersenyum manis ke semua pria yang dikenalnya.
"Apa maksud dari perkataan Dokter Anggara yah, katanya perasaan Abang harus dijaga dengan baik, emangnya hatinya Abang sakit bukan ingatan dengan kakinya?" Azalina kebingungan dan tidak mengerti dengan maksud dan arti dari pesannya Anggara selaku dokter yang menangani kondisi kesehatan dari suaminya.
Raja yang melihat raut wajah kebingungan dari Aza juga ikut penasaran dengan apa yang dipikirkannya tersebut," apa yang terjadi dengannya?"
"Abang maaf Aza hanya membeli permen ini, Aza lupa tadi tanya Abang sukanya permen yang seperti apa dan rasanya juga," ujarnya dengan wajahnya yang sedikit sedih karena menurutnya sudah membuat Raja kecewa.
Raja yang melihat Aza berdiri di sampingnya segera menepuk ranjang kosong di dekatnya," sini duduk di sampingnya Abang," perintah Raja.
"Makasih banyak Abang," ucapnya sembari mendudukkan bokongnya di atas ranjang.
"Coba perlihatkan permen yang kamu beli itu?" Tanyanya yang menengadahkan tangannya ke arah tangan Azalina.
__ADS_1
Aza hanya menurut saja sesuai yang diperintahkan oleh Raja tanpa banyak tanya dan komentar apa pun.
"Makasih banyak, kamu sudah beliin Abang permen yang sangat Abang sukai," terangnya yang memuji dan berterima kasih kepada Aza yang sudah rela pergi untuk membeli permen. Padahal itu hanya alibi dan alasannya saja, untuk mengusir Azalina dari ruangan tersebut agar dia dan sahabatnya bisa bebas berbicara masalah penting mereka.
Raja segera membuka pembungkus dari permen tersebut lalu mengarahkan ke arah bibirnya Azalina. Sedangkan Aza yang diperlakukan seperti itu sontak melihat ke arah Raja yang tidak mengerti dengan maksudnya tersebut.
"Ayo buka mulutmu lalu makanlah," ucap Raja lagi yang mengarahkan sebuah permen rasa strawberry itu ke dalam mulutnya istrinya dengan penuh kasih sayang.
Aza membuka mulutnya lalu segera mengunyah permen tersebut. Wajahnya memerah seketika karena mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari Raja. Dia menundukkan kepalanya dan wajahnya bersemu merah seperti buah ceri yang siap untuk dipanen itu.
"Makasih banyak Abang," ujarnya dengan sedikit tersipu malu.
"Sama-sama istriku, Abang suka melihat wajahmu yang seperti sekarang ini," ungkap Raja dengan menegang ujung dagunya Azalina.
"Ada apa, apa Abang menyakitimu Aza?" Tanyanya yang kebingungan dengan yang terjadi pada istrinya itu.
Raja tidak mengerti dan memahami apa yang terjadi sama Aza yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu di hadapan suaminya yang baru dua hari itu dinikahi.
"Astagfirullah, aku tidak boleh seperti ini, tidak sepantasnya saya memikirkan pria lain saat saya bersama dengan suamiku dan apa lagi saya sudah menikah." Aza terus menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk membuang kenangan demi kenangan indah yang datang menghantuinya saat ini.
__ADS_1
Raja menarik Aza kedalam pelukannya dan memeluk erat tubuh istrinya. Raja sangat mengerti dengan apa yang terjadi di dalam hatinya Aza. Jika harus menikah dan memutuskan untuk berumah tangga dengan orang lain yang sama sekali tidak dicintai.
"Menangislah,jika itu yang mampu membuatmu lega dan merasa tenang," terang Raja senantiasa mengelus rambut panjang bergelombang yang kecoklatan milik istrinya.
Aza semakin mengeraskan suara tangisannya di dalam pelukannya Raja. Dia sangat merasa bersalah dan berdosa dengan apa yang melanda hatinya.
"Maaf Abang," hanya kata itu yang meluncur dari bibir seksinya Aza.
Syukur Alhamdulillah Fania bisa buat satu lagi karya recehan baru. Semoga Readers setianya Fania selalu memberikan dukungannya terhadap semua Novel recehannya Fania.
...Yuk mampir baca juga novel Lainku dengan judulnya:...
...1. Dilema diantara dua pilihan...
...2. Bertahan Dalam Penantian...
...3. Cinta yang Tulus...
...4. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...
__ADS_1
...by Fania Mikaila Azzahrah...
...Makassar, Kamis, 28 Juli 2022...