
"Coba lihat dan perhatikan baik-baik kira-kira apa yang tertulis di dalam sana," timpal Pak Farhan.
Bu Fauziah pun segera melakukan sesuai arahan dari Pak Farhan. Dan dia melihat ada dua huruf yang terukir di bagian dalam permukaan cincin itu.
"Raja dan Azalina dengan simbol huruf R n A," sahutnya Bu Fauziah.
"Azalina.. Raja," Aza membeo.
Pak Farhan sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa itu adalah cincin tunangan atau pernikahan.
"Azalina! bukankah itu nama yang sering terngiang di dalam pikiranku," Aza terdiam dalam pikirannya sendiri.
Papa dan Mamanya melihat ke arah Aza yang tiba-tiba terdiam dan terpaku dalam keheningannya. Mereka saling berpandangan dan mulai ketakutan dengan kesadaran dari Aza.
Mereka berdua takut jika penyakitnya kambuh lagi. Pak Farhan ingin menegur dan menggoyang tubuhnya Aza tapi, segera di hentikan oleh Bu Fauziah. Istrinya memberikan kode kepada suaminya.
Bu Fauziah memberikan kode kepada Pak Fauzan agar dia mendekat ke arah Bu Fauziah, dia pun berbisik-bisik pas di dekatnya Aza yang masih terdiam membeku di tempatnya.
"Mas, apa sepatutnya kita harus mengirim seseorang untuk ke kampung halamannya Mas untuk menyelidiki apa sebenarnya yang terjadi dengan Aza?" Tanyanya yang memberikan usul kepada suaminya itu.
Bibirnya Bu Fauziah masih sedikit menempel di dekat telinganya Pak Farhan.
__ADS_1
"Bagaimana menurut Papa?" Tanyanya lagi yang ingin mengetahui apa usulannya diterima atau tidak.
Bu Fauziah penuh harap dan harap-harap cemas apa suaminya akan memenuhi permintaannya itu. Pak Farhan menatap terlebih dahulu ke arah istrinya sebelum menjawab pertanyaan dari istrinya.
"Ide kamu sangat brilian sayang, tapi kita tidak perlu repot-repot menugaskan atau menyuruh orang lain, bagaimana kalau kita berdua saja yang langsung ke sana sekalian kita jalan-jalan menikmati kebersamaan kita hitung-hitungan bulan madu kedua," ungkapnya Pak Farhan dengan wajahnya yang berseri-seri sudah membayangkan hal tersebut.
Bu Fauziah tersenyum karena suaminya mengiyakan rencananya walaupun, mereka sendiri yang akan terjun langsung ke lapangan untuk menyelidiki apa penyebab dari hilang ingatan serta traumanya Aza. Dan juga ingin mengetahui siapa sosok Raja itu di dalam hidup puterinya tunggalnya.
"Kita sekalian berziarah di makam ibunya Aza Mas, pasti Mas sangat ingin ke sana kan," ujarnya Bu Fauziah yang sama sekali tidak merasakan cemburu atau pun jeles dengan apa yang dikatakannya.
"Alhamdulillah, itu ide yang sangat bagus sayang, Mas sangat bahagia mendengarnya dengan saran-saran yang kamu berikan," timpal Pak Farhan dengan memeluk dari samping tubuhnya Bu Fauziah.
"Jadi besok pagi kita harus secepatnya berangkat ke sana, agar Aza lebih cepat sembuhnya Mas," terangnya Bu Fauziah.
"Iya, kita hanya perlu mengatakan kepada anak-anak kalau kita akan mengadakan kali ini perjalanan bisnis aku yakin mereka akan menerima dan mengerti dengan keputusan kita ini," balasnya Bu Fauziah.
Mereka berdua seakan-akan sudah melupakan keberadaan Aza di dalam kamar pribadinya. Bahkan Pak Farhan memajukan wajahnya ke arah Bu Fauziah yang sudah sama-sama siap untuk menyalurkan rasa bahagianya, bibir mereka sudah saling berdempetan hingga aroma nafas mereka sudah saling berhembus menerpa wajahnya, hidung mancung nan bangir mereka pun sudah bertabrakan satu sama lainnya, tapi hal itu gagal karena Aza langsung berteriak histeris.
"Aaahhh Papa!! Mama!! Apa yang akan kalian lakukan?" Pekiknya Aza sambil menutup wajahnya hingga ke depan matanya.
Pak Farhan dan Bu Fauziah sama-sama tersentak kaget ketika mendengar teriakannya dan suara cemprengnya Aza. Mereka sama-sama saling bertatapan dan tersenyum malu-malu karena harus lupa dan kelepasan dengan situasi dan kondisi yang sangat memungkinkan mereka untuk berbuat lebih saat itu dan melupakan pesona perawan yang ada di sekitar mereka.
__ADS_1
Begitu juga dengan penyesalan hidup, kita bisa memperbaiki kesalahan yang membuat kita menyesal. Kita juga bisa menjadikan penyesalan itu sebagai pelajaran hidup agar di masa depan kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Penyesalan tidak dapat mengubah masa lalu, begitu pula kekhawatiran tidak dapat mengubah masa depan.
Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.
Fun starts from being together with the closest people, especially family.
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Pelakor Pilihan...
...3. Cinta CEO Pesakitan...
...4. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
Makasih banyak all Readers...
i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca... jangan bosan yah dengan novel recehanku...
__ADS_1