Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 51. Kegagalan Rencana


__ADS_3

Kedua orang tersebut segera menghentikan laju motornya, ketika melihat Azalina dipukuli oleh Anjas.


"Hey!!!! Berhenti!!! Teriak mereka yang kemudian berlari ke arah Anjas yang sudah kalap dan buta karena pengaruh minuman beralkohol.


Mereka berlari ke arah Azalina yang kembali tersungkur ke atas jalan raya yang sudah nampak rusak itu. Kondisi jalan itu semakin diperparah dengan banyaknya lubang sana sini di setiap sisi jalan.


Ternyata orang yang berlari itu adalah Riswan dan Santi. Mereka balik lagi, karena melupakan dompetnya Riswan yang ada di dalam laci mejanya Aza yang kebetulan Riswan simpan di tokonya Azalina.


Riswan menarik dengan kuat tubuhnya Anjas yang ingin menindih tubuh Azalina. Riswan tak segan memukul wajah dan tubuhnya Anjas yang sudah seperti orang kesetanan saja.


"Anjas sadarlah, apa yang terjadi padamu?" Tanyanya Riswan yang belum berhenti memukuli perutnya Anjas agar segera tersadar dari perbuatan bejakmya ini.


"Kakak Aza, ayo bangun kak, Santi bantu yah," tutur Santi yang terenyuh melihat kondisi Aza yang sangat memprihatinkan itu.


"Aaauuuhh sakit Dan," keluhnya saat berusaha untuk mencoba bangkit dari duduknya.


Riswan akhirnya bisa menumbangkan Anjas yang seperti orang gila itu. Riswan memegang kedua tangannya Anjas lalu memelintirnya ke arah belakang hingga Anjas tidak bisa berkutik lagi.


Tangannya yang satu segera menelpon nomor hpnya Pak Ardi selaku kepala Desa dan kebetulan bapaknya Anjas. Riswan meminta tolong agar Pak Ardi segera datang untuk mengamankan kejadian tersebut secepatnya sebelum warga menyadari dan berdatangan ke arah tempat kejadian.


Tapi, ternyata apa yang diharapkannya tidak jadi kenyataan. Karena beberapa masyarakat sudah berlarian ke tempat mereka.


"Mereka datang tepat waktu, sesuai dengan rencanaku," cicit orang yang sedari tadi berlindung di balik pohon dan semak-semak belukar yang sedari tadi mengamati apa yang terjadi.


Dia tersenyum sumringah karena jauh-jauh hari dia merencanakan semua ini dengan kekasihnya Putri untuk tidak menjalankan sesuai perintah dan petunjuk dari Bu Lina dan putri tunggalnya Pak Camat. Padahal mereka sudah mengantongi uang banyak dari keduanya.

__ADS_1


Sebelum magrib, tadi sore Anjas memerintahkan kepada Ridho untuk membagikan sembako dan nasi kotak kepada beberapa warga masyarakat yang berdekatan rumahnya dengan toko Aza. Makanan itu sudah dicampur dengan beberapa bungkus obat tidur.


Tetapi, ada beberapa rumah yang sengaja Ridho tidak campurkan obat tidur. Kebetulan rumah mereka tidak jauh dari tempat kejadian tersebut.


"Hari ini tamatlah riwayatmu Anjas dan sebelum itu terjadi, ayo kita segera berangkat ke kota," cacinya yang melihat semakin banyak masyarakat yang berdatangan.


"Ayo Abang sebelum Sartika dan Ibu Lina datang dan mengetahui jika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan perintah mereka," ajak Putri lalu segera mengambil tas bawaannya yang akan mereka bawa ke Ibu Kota Jakarta.


Keduanya berjalan mengendap-endap menuju tempat motornya. Mereka kemudian meninggalkan lokasi tersebut dan bersiap untuk minggat dan kawin lari.


Hahahaha," akhirnya apa yang kita tunggu-tunggu terjadi juga yah Abang," yang memeluk erat tubuhnya Ridho dari belakang.


"Iya, hati serasa lega melihat Anjas terluka dan nantinya akan dihukum atas perbuatannya sendiri, aku sangat membencinya Putri," pekiknya di atas motor yang semakin melaju dan meninggalkan kampung halamannya.


"Katakan apa yang terjadi di sini?" Tanya seseorang dengan nada suara yang cukup tinggi itu.


"Sebaiknya kita amankan mereka dan Azalina kita bawa segera ke rumah sakit untuk ditangani Pak, kasihan lihat semakin banyak darah yang mengucur dari keningnya," jawab Riswan yang berusaha untuk tidak memperbesar dan memperkeruh keadaan yang sudah genting.


Kebetulan Bapaknya Sartika Pak camat ada di sana sehingga kondisi segera dibuat kondusif.


"Antar mereka berdua ke RS untuk segera mendapatkan pertolongan dan penanganan pada lukanya, nantilah kita bicarakan lagi apa yang sebenarnya terjadi di sini," terang Pak Juanda selaku camat setempat.


Beberapa orang yang kebetulan ada di sana, segera mengantar Aza dan Anjas ke rumah sakit. Kabar tersebut membuat gempar masyarakat kampung.


Banyak desas desus yang berkembang, tapi Sartika dan Ibu Lina merasa sangat dirugikan dan ditipu mentah-mentah oleh Putri dan Ridho.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskan kalian, kembalikan uangku!!!" Teriak Sartika lalu melempar gelas dan piring yang ada di atas meja makan.


Prangggg!!!!


...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Cinta Yang Tulus...


...4. Diantara Dua Pilihan...


...5. Cinta dan Benci...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...8.Pelakor Pilihan...


...Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.....


...I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2