Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 35. Musuh Diantara Musuh


__ADS_3

Ya Allah… Aku mohon bantulah aku untuk melupakannya, aku sudah tidak sanggup jika harus terus seperti ini, aku juga tidak mau menyakiti Abang Raja yang sudah menjadi suamiku," tubuhnya terduduk di atas kursi kayu yang sudah usang dimakan rayap.


Anjas sedih karena dengan berat hati dia harus berusaha sekuat tenaga lagi untuk kembali meluluhkan hatinya Aza dan kembali ke dalam pelukannya dan berpaling pada suaminya. Tapi, disisi lain, dia bahagia karena berhasil mengambil beberapa bukti yang akan dipergunakan untuk menghancurkan pernikahan mereka yang baru seumur jagung itu apalagi mereka LDR dan kemungkinannya mereka belum pernah berhubungan, hal itu lah yang mendasari Anjas semakin gencar mendekati Azalina.


"Sampai kapan pun, aku tidak akan mengijinkan dan membiarkan kalian bahagia kalau perlu sampai rambutku memutih aku akan tetap berusaha dan berjuang untuk merebut kamu dari sisinya," umpat Anjas lalu meninggalkan teras rumahnya Azalina yang remang-remang itu.


Azalina masih terduduk dan sangat menyesal telah mengijinkan Anjas menyentuh salah satu anggota tubuhnya.


"Maafkan aku Abang Raja, aku sudah berdosa karena mengijinkan Abang Anjas menyentuh kakiku, aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengkhianati kepercayaan dan pernikahan kita," Aza tergugu dalam tangisnya yang penuh dengan rasa penyesalan.


Azalina sesekali meringis kesakitan saat tanpa sengaja lukanya bergesekan dengan anggota tubuhnya yang lain.


"Aauuhhh sakit juga, padahal cuma luka kecil saja," tuturnya lalu mengamati beberapa luka yang terdapat di tangan dan kakinya. Untung dadanya tidak terluka atau sakit karena tadi siang sewaktu dia terjatuh bagian dadanya terhempas ke atas aspal yang cukup panas siang hari itu.


"Berita ini jika aku sebarkan pasti akan viral dan akan menjadi trending topik, kemungkinan besar dan terburuknya adalah Azalina akan diusir dari kampung ini dan akhirnya aku akan bebas mencintai Anjas dan aku akan menyuruh bapak untuk meminta pak Ardi untuk segera datang di rumah melamarku secara posisi Bapak di desa kita lebih bagus pekerjaannya dibandingkan dengan pak Ardi," ujarnya yang sangat bahagia karena mendapatkan bukti yang bisa dipergunakan untuk mengusir Azalina.

__ADS_1


"Bagaimana Bos, gambarnya bagus kan, awalnya aku akan memberikan foto dan rekaman video itu pada Ibu Lina, tapi aku pikir sebaiknya sama bos saja yang aku sangat yakin bisa mendapatkan uang imbalan yang sangat banyak dibanding dengan Ibu Lina, iya kan Bos?" Tanyanya yang lebih bersifat permintaan.


"Kamu tenang saja, aku akan memberikan bonus hadiah yang sangat banyak melebihi dari yang ibu Lina pernah berikan padamu," tutur Sartika yang sudah sejak lama mengidamkan Anjas bakal menjadi suaminya kelak.


Sartika melempar sejumlah uang ke hadapan Putri dengan posisinya yang duduk sambil menyilangkan kakinya di atas meja kaca.


Kedua matanya Putri berbinar-binar bahagia. Dia tidak menyangka jika akan mendapatkan uang yang cukup banyak bahkan lima kali lipat dari yang diberikan biasanya oleh Anjani dan ibunya Bu Lina.


"Woooo 10 juta, ini sangat banyak bos, makasih banyak atas bonusnya, aku janji akan terus mengintai mereka lalu melaporkan padamu bos hasil yang aku dapatkan," terangnya Putri dengan senyuman kegirangan sembari menghitung jumlah uangnya.


Putri pun meninggalkan Sartika di dalam rumahnya, "kenapa baru sekarang aku tahu kalau perempuan jelek itu bisa aku manfaatkan," umpatnya yang tersenyum penuh arti.


...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...

__ADS_1


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Cinta Yang Tulus...


...4. Diantara Dua Pilihan...


...5. Cinta dan Benci...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...Makasih banyak untuk Readers yang telah Sudi mampir.....


I love you all...

__ADS_1


__ADS_2