
Putri pun meninggalkan Sartika di dalam rumahnya, "kenapa baru sekarang aku tahu kalau perempuan jelek itu bisa aku manfaatkan," umpatnya yang tersenyum penuh arti.
Kedua matanya Putri berbinar-binar bahagia. Dia tidak menyangka jika akan mendapatkan uang yang cukup banyak bahkan lima kali lipat dari yang biasa diberikan oleh Anjani dan ibunya Bu Lina.
"Woooo 10 juta, ini sangat banyak bos, makasih banyak atas bonusnya, aku janji akan terus mengintai mereka lalu melaporkan padamu bos hasil yang aku dapatkan," terangnya Putri dengan senyuman kegirangan.
"Oke Aku tunggu dan pulanglah, agar kamu bisa besok ke kabupaten untuk menikmati uangmu itu," ucap Sartika yang sudah mengusir Putri dari depan matanya.
Sartika duduk dengan menyilangkan kedua kakinya saling bertumpu satu sama lain.
"Hari ini yang sudah lama aku nanti, kenapa baru sekarang aku mengenal Putri, padahal dia bisa aku andalkan dan manfaatkan tentunya," ucapnya sembari kembali meneguk minuman berwarna yang mengandung alkohol itu.
Sartika mengamati beberapa foto dan rekaman video yang diambil oleh Putri beberapa jam yang lalu. Dia kemudian tertawa terbahak-bahak melihat hasilnya.
"Sepertinya aku harus bergerak cepat untuk melakukannya, agar Azalina segera diusir dari kampung dan jika dia diusir barulah aku bisa mendekati Abang Anjas dan melanjutkan rencana selanjutnya," gumamnya dengan sesekali menyesap minumannya itu.
Azalina sedikit terpincang-pincang saat berjalan. Kaki dan tangannya yang terluka mulai nyut-nyutan dan perih. Hingga dia kesulitan untuk memejamkan matanya ditambah dengan pikirannya yang terbang jauh memikirkan kehidupan rumah tangganya dengan hubungannya dengan Anjas.
"Aku harus bertemu dengan Anjas, untuk mengatakan kepadanya untuk berhenti datang bertamu ke rumahku lagi, aku tidak ingin gara-gara kedatangannya membuat gosip yang tidak baik," lirihnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
Jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 2 tengah malam lebih, barulah matanya bisa terpejam dan tertidur dengan pulas.
Di tempat yang jauh dari kampung S, Sultan dan Anggara melakukan pencarian terhadap Ibunda dan adik satu-satunya yaitu Sherly. Sesuai dengan informasi yang dia dapatkan dari detektif dan anak buahnya yang selama ini ditugaskan oleh mereka berdua.
Mobil mereka menuju alamat yang dimaksud yang letaknya sangat jauh dari Ibu Kota Jakarta. Sekitar 10 jam perjalanan dari Ibu Kota untuk menuju tempat tinggalnya Sherly. Sultan segera menelpon nomor Sahabat sekaligus asisten pribadinya yaitu dokter Anggara.
__ADS_1
"Assalamualaikum, sesuai dengan share lock lokasi yang kamu kirim, sepertinya perjalanan kita masih butuh waktu sekitar satu jam" tanyanya saat sambungan telepon terhubung.
"Waalaikum salam, iya memang seperti itu yang dikirim oleh Anwar saat melakukan pencarian," jawabnya Anggara.
"Oke siapa yang duluan sampai di sana segera amankan mereka agar anak buahnya Martin tidak mendahului kita lagi," terangnya dengan menambah kecepatan mobilnya hingga sudah mirip dengan pembalap profesional di atas lintasan sirkuit saja.
"Aku tidak akan membiarkan Sherly pergi dan menjauh lagi dari hidupku, apapun akan aku lakukan untuk menemukannya dan membawanya pulang ke Jakarta," lirih Anggara dengan matanya yang berbinar bahagia.
Kedua mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, kebetulan jalan malam itu cukup sepi sehingga rombongan mereka bisa bebas untuk menambah kecepatan mobilnya.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai ditujuan sesuai dengan alamat rumah yang mereka dapatkan. Sultan dan Anggara segera mematikan mesin mobilnya lalu bergegas turun dari mobilnya.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah yang bercat biru muda itu yang tanpa memiliki pagar apapun. Rumah yang sangat cukup sederhana bahkan bisa dikatakan tidak layak huni untuk bundanya dan adiknya yang sama sekali sejak mereka dilahirkan tidak pernah susah.
Sultan meneteskan air matanya melihat betapa mirisnya dan memprihatinkan kondisi rumah itu," aku tidak menyangka jika Bunda dan Sherly hidup dan tinggal di rumah seperti ini, apalagi mengingat adikku satu-satunya itu tidak bisa tidur jika tidak memakai pendingin ruangan ac."
Anak buahnya ingin maju mendahului mereka, tapi langsung dicegah oleh Anggara, "jangan lakukan itu, aku saja yang mengetuk pintu itu, kalian cukup berjaga di sekitar area rumah ini hingga semua celah tertutup rapat agar satupun dari anak buahnya Martin tidak bisa mengambil kesempatan."
"Baik Tuan!!" Jawab mereka serentak.
Sultan yang seharusnya yang bertugas untuk mengetuk pintu rumah itu, tapi Sultan diam-diam mengetahui jika Sherly adiknya memiliki hubungan yang spesial tapi, mereka tidak pernah mengumbar ataupun mengumumkannya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ketukan pintu itu cukup nyaring bunyinya, sehingga sang pemilik rumah seger terbangun dari tidurnya. Pemilik rumah secepatnya membuka pintu rumahnya.
__ADS_1
"Siapakah yang mengetuk pintu tengah malam begini?" Tanyanya sambil melirik ke arah tempatnya jam dinding berada.
Dia semakin mempercepat langkahnya dan berjalan tergesa-gesa, karena orang yang berada di depan pintu seperti seseorang yang tidak bisa sabaran. Sesekali dia menguap saking ngantuknya dan mengucek kedua matanya,agar bisa melihat dengan jelas saat berjalan.
"Kalau Pak Adi dan istrinya yang datang lagi, aku pasti akan omelin," keluhnya yang tidurnya terganggu gara-gara ketukan pintu yang sedari tadi tidak berhenti juga.
Dia memutar kunci lalu menarik gagang pintu rumahnya, hingga terbuka lah sebagian pintu itu. Betapa terkejutnya saat melihat siapa sosok orang yang berdiri di hadapannya, tak segan-segan dia spontan memeluk tubuh pria yang berdiri tegak di hadapannya. Tanpa memperdulikan sekelilingnya.
"Abang Angga!!" Pekiknya dengan kegirangan yang langsung memeluk tubuh dokter Anggara kekasihnya yang sudah hampir lima tahun dia menjalin hubungan backstreet.
...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Cinta Yang Tulus...
...4. Diantara Dua Pilihan...
...5. Cinta dan Benci...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...
__ADS_1
...Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.....
...I love you all......