Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 86. Dokter Bayu


__ADS_3

"Akhirnya kita ketemu lagi, hampir satu bulan aku menunggu dan mencari keberadaanmu cantik," gumam orang itu.


Azzahrah berjalan cepat dan sesekali berlari kecil menuju ruangan tempat dia akan melakukan terapi. Hingga dia tidak melihat dan memperhatikan ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak geriknya.


Nafas Aza ngos-ngosan, dia mengatur nafasnya sebelum masuk ke dalam ruangan itu. Dia menarik handle dan memutar knop pintu tersebut dengan nafas yang masih sedikit memburu.


Dia berjalan perlahan ke arah dalam dan sedikit was-waa takut jika auntynya marah lagi kepadanya. Tatapannya tertuju pada sosok perempuan yang duduk berhadapan dengan seseorang di meja kerjanya.


"Ya Allah… semoga saja Aunty tidak marah-marah lagi gara-gara aku yang kesekian kalinya harus terlambat," batinnya Aza.


Dia tersenyum ramah ke arah Dokter Wanda adik sepupu dari mamanya itu.


"Maafkan Aunty, Aza terpaksa datang terlambat karena…." Ucapannya terpotong setelah orang yang sedari tadi duduk berhadapan dengan Auntynya itu berbalik ke arahnya.


Pria itu tersenyum melihat Aza sedangkan Aza refleks tertawa terbahak-bahak melihat Pria itu. Dia kembali teringat akan kejadian beberapa bulan lalu.


Saat pertama kalinya bertemu dengan Bunda Hamidah dan sekaligus melihat ada pria yang tersungkur dan terpeleset di atas lantai gara-gara licinnya lantai yang sedang di pel dan dibersihkan oleh salah satu ob.


Wanda yang melihat tingkah laku keponakannya menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Aza!!" Ucap Wanda yang sudah jengah mendengar tawanya Aza.


Azzahrah yang ditegur oleh Wanda segera menghentikan tawanya itu. Dia memegang perutnya yang sedikit sakit.


"Maaf," lirihnya Aza yang masih berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan tawanya.


Sedangkan pria yang diam-diam memperhatikan Aza dengan teliti dan seksama dari ujung kaki hingga ujung rambutnya hanya tersenyum tipis dan tidak mempermasalahkan apa yang dilakukan oleh Aza sedikit pun.


Wanda yang sedikit merasa tidak enak segera meminta atas kelakuan Aza yang sudah seperti orang yang kehilangan akal sehatnya saja.


"Maafkan keponakanku Dokter Bayu, aku sudah berusaha mencegahnya tapi, dia masih seperti ini," Ucap Wanda dengan penuh penyesalan.


Aza yang kembali tersadar jika apa yang dilakukannya cukup tidak baik dan menggangu ketenangan orang lain segera merendahkan suaranya dan hanya butuh waktu lima menit saja, suasana dan kondisi sudah menjadi stabil dan kondusif lagi.


"Maaf, Aza tidak bermaksud apa-apa kok, Aza hanya teringat kembali dengan kejadian lucu," ujarnya Aza sambil menundukkan kepalanya karena sangat malu dengan sikapnya sendiri.


"Sudah sudah lupakan saja yang terjadi, oy Aza perkenalkan ini Dokter Bayu yang kedepannya akan menangani kasus kesehatan dan terapi kamu ini," terang Dokter Wanda.


Aza spontan menatap ke arah Bayu, ia tidak menduga jika pria yang hanya berpenampilan santai dengan gaya casualnya tanpa memakai atribut almamater kebesarannya waktu itu.

__ADS_1


Wajah yang cukup tampan dengan hidung mancung, alis mata yang tebal, bibir merah tipis membuat beberapa rekan sejawatnya sebagai dokter tertarik dan mencari perhatiannya. Tapi dia jatuh cinta pada pandangan pertama melihat wajahnya Aza yang ayu nan cantik.


Bayu segera mengulurkan tangannya ke arah Aza," Bayu Alfiansyah," tutur Bayu.


"Azzahrah Almeera Farhan," sahut Aza memperkenalkan dirinya sembari membalas menjabat tangannya Bayu dengan seulas senyuman manis darinya.


"Sepertinya Bayu tertarik dan terpesona melihat Aza dari arti tatapannya itu yang membuktikan hal tersebut," Dokter Wanda membatin.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Pelakor Pilihan...


...3. Cinta CEO Pesakitan...


...4. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak all Readers...

__ADS_1


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca... jangan bosan yah..


__ADS_2