Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter 48. Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Toko Aza bukan hanya khusus untuk pembeli eceran saja dan satu Minggu yang lalu dia sudah membuka tokonya untuk melayani yang grosir. Sehingga setiap hari semakin banyak pembeli baru yang berdatangan untuk berbelanja di Tokonya itu.


Azalina pun mulai mempekerjakan dua orang untuk membantunya dalam mengelola usaha kecil-kecilannya tersebut. Mereka berdua adalah teman SD-nya dulu yang kebetulan mereka sendiri yang menawarkan bantuannya untuk dipekerjakan oleh Aza di tokonya tersebut.


"Nikmatilah semuanya sebelum aku dan ibu melaksanakan rencana kami untuk menghancurkan kesombongan dan usahamu itu, agar kamu diusir dari kampung," cicitnya sembari tersenyum licik yang terus memandangi ke Aza.


"Alhamdulillah hari ini banyak pembeli di toko kita kak," ucap Santi orang yang dipekerjakan oleh Aza di Tokonya tersebut.


"Syukur sekali banyak pembeli, hingga otot-ototku mulai tegang dan sepertinya butuh dipijat," gurau Riswan yang memperlihatkan lengannya yang berotot di hadapan Santi.


"Iiihhh apaan sih loh!! Apa coba hubungannya aku dengan lengan kekarnya yang seperti milik Ade Rai saja," sanggah Santi dengan wajahnya yang tersipu malu hingga wajahnya merona kemerahan.


Azalina yang melihat interaksi keduanya spontan tersenyum dan seolah-olah rasa lelah dan letihnya hilang seketika itu menguap ke udara terbawa angin.


"Sudah-sudah, apa kalian akan bercanda terus hingga tengah malam?" Tanyanya yang menggangu aktifitas mereka berdua.


Azalina sudah mengetahui jika mereka ada rasa cinta yang terpendam, tapi keduanya sama-sama malu untuk berkata jujur dan mengungkapkan perasaannya kepada satu sama lainnya.


Azalina melihat hal tersebut dari sorot mata dan pandangannya Riswan terhadap Santi yang kadang-kadang diam-diam mencuri pandang dan perhatian.


Azalina tiba-tiba teringat dengan suaminya yang sudah hampir sebulan pergi tanpa kabar. Raja hanya mentransfer sejumlah uang ke dalam rekeningnya Aza tanpa ada niat untuk menghubungi Aza istrinya.


Azalins pun demikian, dia sangat malu sehingga segan untuk lebih duluan mengirimkan chat, pesan singkat atau pun menelpon nomor hpnya Raja.

__ADS_1


"Abang Aza sangat merindukanmu," cicitnya yang tidak disadarinya menetes membasahi pipinya.


Santi dan Riswan yang melihat hal itu, langsung saling berpandangan. Aza termenung di kursinya hingga dia tidak menyadari apa yang dibicarakan oleh mereka berdua yang sudah berbisik-bisik tetangga.


"Kasihan yah Abang, Kak Azalina yang setiap hari kadang termenung dan melamun memikirkan suaminya yang belum pulang juga," ujar Santi yang mengecilkan suaranya.


"Iya, Abang juga kasihan melihat Aza seperti itu, andai saja Abang Raja pulang dulu untuk menengok istrinya walaupun hanya sekejap mata saja, pasti Aza akan sangat bahagia yah," timpal Riswan.


Mereka berdua ikut hanyut dalam lamunan Aza, hingga teriakan dari Aza mampu membuyarkan lamunannya mereka.


"Woi!! Apa yang kalian lakukan? Kenapa terdiam dan bengong seperti itu, kalau kalian hanya berdiri mematung terus kapan pintunya ditutup!" Teriak Aza yang tertawa terbahak-bahak melihat reaksi mereka berdua.


"Iya nih maaf kak gak sengaja," jawab Santi dengan salah tingkah lalu segera menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa malam itu.


"Kalian ada-ada saja deh, ayok bereskan sudah jam 10 lewat nih, apa kalian tidak capek dan ga mau tidur apa?" Tanyanya yang menatap jengah ke dua anak buahnya yang bagaikan saudaranya saja.


Beberapa menit kemudian, keduanya pun pamit kepada Azalina setelah pintu Toko ditutup rapat dengan baik. Aza tersenyum melihat dan melepas kepergian mereka untuk pulang ke rumah.


"Kalian sangat baik dan aku bersyukur mempekerjakan kalian di tempatku," pungkas Aza lalu membuka pintu rumahnya.


Tetapi belum sempat dia menutup rapat pintu itu. Pintu tersebut terdorong dengan kuat dari luar hingga tubuhnya Aza sedikit terhuyung ke belakang.


Aza terbelalak melihat siapa orang yang tega melakukan hal itu. Aza tidak menyangka jika orang itu datang bertamu ke rumahnya dengan cara yang kasar.

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Cinta Yang Tulus


Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Benci


Bertahan Dalam Penantian


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers...

__ADS_1


__ADS_2