
"Ya Allah... kenapa ada rasa rindu yang sangat saat menatap ke dalam kedua bola matanya," Aza membatin sambil mengaduk makanannya yang sama sekali belum menyentuh sedikit pun juga.
Arlan yang melirik ke gadis yang selama ini dia diam-diam sukai terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu membuatnya sedikit kesal dan cemburu.
"Kenapa aku merasa Aza tertarik pada pria yang menolongnya tadi? tapi, semoga saja itu hanya feeling dan perasaan aku semata tidak bakal jadi kenyataan," Arlan ikut membatin seketika itu.
Setelah melakukan meeting bersama dengan pemilik kampus. Ia kembali ke dalam mobilnya. Sultan segera mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Hari ini dia akan mengikuti kemanapun perginya perempuan yang sangat mirip dengan Aza istrinya.
"Aku harus tahu dia itu siapa, karena aku yakin dia pasti ada hubungan dengan Istriku," gumamnya Sultan setelah mengganti pakaiannya.
Sang asisten pribadinya sedari tadi memperhatikan gerak geriknya. Tanpa ada niat berani untuk berkomentar.
"Noah bawa pulang mobil ini lalu suruh pak Jailani untuk bawa mobil pribadinya ke sini, aku ingin meminjam mobilnya itu," pintanya kepada Noah.
"Baik Bos, perintah segera dilaksanakan sesuai dengan petunjuk dari Bos," pungkasnya Noah.
Sultan mempercepat langkahnya untuk kembali ke dalam lokasi area kampus di sekitar kantin.
"Semoga saja, Aza masih ada di sana," bukannya Sultan.
Dengan langkah yang pasti, senyuman tipis yang selalu mengembang di wajah gantengnya itu. Dia berjalan ke arah dalam dengan tatapan mata yang memuja dan mendamba dari semua Mahasiswi yang melihatnya.
Mereka mengagumi pahatan wajah yang hampir sempurna itu. Tidak ada satupun pertanyaan yang bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika Sultan berlalu dari hadapannya.
"Aku akan menghubungi Anggara setelah dari sini dan meminta dia mencari tahu siapa perempuan yang sangat mirip dengan Azalina," lirihnya.
Sultan melihat Aza dan teman-temannya masih duduk menikmati makanan dan minumannya. Sultan pun memesan makanan sebelum bergabung dengan mereka.
"Aza apa kamu baik-baik saja?" Pandangan Arlan menelisik ke arah Aza yang belum mulai menyentuh makanannya sedikit pun.
Aza yang ditegur oleh Arlan hanya membalas menatap seperti biasa dengan memberikan senyuman khasnya yang mampu membuat hatinya Arlan klepek-klepek.
__ADS_1
Sultan yang melihat hal tersebut spontan marah dan merasa cemburu. Sultan menggerakkan giginya, tangannya mengepal kuat saking merasa tidak suka dan cemburunya jika Aza tersenyum manis seperti itu untuk pria lain.
"Aku harus bergerak cepat untuk membuat Azzahrah tidak mencintai pria itu," Sultan membatin.
Sultan menarik kursi yang kebetulan kosong tepat di depan Aza dan di samping kirinya Mery.
Mery yang menyadari hal tersebut, segera menghentikan aktivitasnya untuk menyelesaikan makan siangnya.
"Ganteng," Mery membeo melihat Sultan mengambil tempat duduk lalu bergabung dengan mereka.
Semua orang yang mendengar perkataan dari Mery spontan mengalihkan pandangannya ke arah depannya Aza. Sultan yang diperhatikan oleh beberapa perempuan terutama Aza semakin menebar pesonanya.
"Maaf aku tidak minta izin pada kalian terlebih dahulu untuk duduk diantara kalian, semua kursi sudah terisi penuh dan full di sekitar kantin jadi aku…" perkataan dari Sultan belum selesai Mery sudah menyela penjelasannya itu.
"Oh tidak apa-apa kak, kami merasa tidak keberatan kok dengan kehadiran kakak disini," Jawabnya Mery dengan wajah centilnya.
Sultan mengalihkan perhatiannya ke arah Mery. Sedangkan yang ditatap semakin menjadi bertingkah menyebalkan di matanya Sultan.
"Iya kan teman-teman enggak apa-apa kalau kakak tampan ini bergabung dengan kita semua?" Mery mengedarkan pandangannya ke satu persatu sahabatnya.
Dan terakhir ke Arlan yang merasa heran dan tidak menyukai kehadirannya Sultan di meja mereka. Hal itu terlihat jelas di wajahnya Arlan dengan menatap jengkel ke arahnya Raja. Tetapi,malahan yang ditatap cuek saja tidak ingin meladeni Arlan yang sudah sangat jelas memperlihatkan rasa tidak setujunya.
"Ohh tentu saja Abang tidak perlu sungkan dan kami sangat senang Abang bisa gabung dengan kami," timpal Lili yang matanya berbinar-binar bahagia karena baru kali ini ada pria yang ganteng menurutnya mendekati mereka.
"Kalau aku juga gitu setuju dengan perkataan dari Mery sama Lili tidak apa-apa kok Kakak duduk disini karena memang semua kursi sudah tidak ada yang kosong dan bagi siapa saja yang tidak setuju silahkan angkat kaki dari sini," sahut Nanda Putri yang memperhatikan seksama wajahnya Arlan.
Arlan yang mendapatkan tatapan tajam dari ke tiga perempuan itu hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sedangkan Aza hanya terdiam tanpa ada reaksi dan kata kata yang meluncur dari bibirnya.
Aza sibuk dengan pikirannya sendiri yang merasakan keanehan saat tanpa sengaja berserobot dengan mata tajam nan teduh milik Sultan.
"Aku akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya dan jika terbukti kamu adalah istriku, aku tidak akan biarkan satupun pria memandangi kecantikan dan keindahan wajahmu yang ayu itu," Sultan membatin dan tersenyum smirk kearahnya Aza.
__ADS_1
Arlan dan Raja seakan-akan sedang terjadi piring dingin di antara keduanya. Mereka belum Secara gamblang memperlihatkan hal tersebut.
"Kenapa aku merasa Aza tertarik pada pria angkuh ini? tapi, moga saja itu hanya feeling dan perasaan aku semata tidak bakal jadi kenyataan," Arlan ikut membatin kala itu juga.
Mereka beradu tatapan mata yang sama-sama ingin merendahkan dan melumpuhkan lawan mereka masing-masing.
Saat kita menanam padi, akan selalu ada rumput yang ikut tumbuh apalagi jika yang kita tanam adalah rumput, tidak akan ada padi yang ikut tumbuh."
Begitulah hidup, kebaikan yang kita tanam tak selalu tumbuh kebaikan pula, bagaimana jika yang kita tanam adalah keburukan, tak akan ada kebaikan yang tumbuh.
Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.
Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pelakor Pilihan
Cinta CEO Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak all Readers...
i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...
__ADS_1