Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter 57. Keberangkatan ke Jakarta


__ADS_3

"Kalau masalah hukumannya Anjas, ibu sama bapak tidak perlu risau dengan semua itu, karena bagi saya semua orang sama di depan mata hukum tidak ada perbedaan sedikit pun, jadi kalian perlu hanya fokus pada penyembuhan Aza dan Saya berjanji akan membantu untuk membiayai perawatan Aza selama di Jakarta," terang Pak Ardi dengan tegas.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, kami sangat bahagia karena mendengar perkataan dari Pak Desa, dan semoga Aza segera sembuh dan tidak akan ada lagi kejadian seperti ini dikemudian hari nantinya," harap Bu Mina sama dengan yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu kita putuskan besok subuh ba'da shalat subuh kita star dari sini, untuk biaya pulang pergi biar aku yang tangani semuanya," jelas Pak Ardi.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Pak Desa, karena terus terang kami sangat ingin ke Jakarta untuk antar Aza Pak, tapi kendalanya dengan biaya dan kedua tempat nginap kalau sudah sampai di sana dan yang ketiga kami tidak punya banyak waktu untuk jaga Aza," timpalnya Bu Hana.


"Katanya Riswan sama Santi yang akan menjaga Azalina hingga sembuh total selama pengobatan dan terapinya nanti Pak dan usulan mereka sangat membantu kami sehingga kami sedikit bisa bernafas lega mendengarnya," pungkas Ibu Mina.


Setelah mereka bermusyawarah dan berbincang-bincang. Para emak-emak sama bapak-bapak sudah memutuskan untuk ikut bersama dengan rombongan mengantar Azalina ke rumah sakit rekomendasi rujukan dari rumah sakit di tempat tinggalnya Aza.


Ada tiga mobil yang akan membawa mereka hingga ke Ibu Kota Jakarta. Tapi, mereka hanya cukup dua hari saja kebetulan, mereka masing-masing punya kesibukan dan pekerjaan yang tidak mungkin mereka tinggalkan terlalu lama.


Senja telah menyapa Bumi Pertiwi dengan cahayanya yang mulai berkilauan. Ayam berkokok pertanda subuh telah datang menyapa. Ibu-ibu dan bapak-bapak yang akan ikut mengantar Azalina ke Jakarta telah bersiap bersama dengan barang-barang bawaan mereka pribadi masing-masing.


Untungnya tidak ada satupun dari mereka yang masih memiliki anak balita sehingga, tidak perlu kerepotan membawa dan mengurus mereka.


"Santi bagaimana dengan Aza apa dia sudah siap?" Tanya Pak Ardi yang baru saja sampai di RS.


"Alhamdulillah sudah siap Pak Desa sedari tadi setelah kami selesai melaksanakan shalat subuh berjamaah," jawab Santi dengan seulas senyumannya.


"Bu Mina tolong periksa baik-baik semua berkas yang nantinya akan dicari oleh dokter setelah kita bawa Aza ke RS, jangan sampai ada beberapa berkas yang tertinggal dan kelupaan takutnya nanti akan menyulitkan proses pengobatannya Aza," terang Pak Ardi selaku kepala Desa di kampungnya mereka.


"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja Pak Ardi kalau menurut kami lebih cepat lebih cepat lebih baik," ujarnya Pak Anton adik sepupu dari bapaknya almarhum Aza.


"Kalau gitu kami pamit dan tolong doakan Aza agar dia secepatnya sembuh dari sakitnya dan segera pulang ke kampung untuk berkumpul dengan kita semua, amin," tutur Pak Toni.

__ADS_1


"Amin ya rabbal alamin, itu tentu saja Pak tanpa Bapak minta kami pasti akan doakan selalu yang terbaik untuk Aza," sahut Bu Amina.


Bu Amina yang kebetulan tidak bisa ikut, karena ada anaknya yang baru berusia satu tahun sehingga memutuskan tidak bergabung untuk mengantar Aza sampai di Jakarta.


Sedangkan beberapa anggota Masyarakat dan tetangganya Aza pun demikian halnya tidak bisa ikut karena sesuatu dan lain hal yang membuat mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Aza dan keselamatan mereka.


"Kalau begitu kami pamit ibu bapak sekalian, assalamu alaikum," ucap Pak Ardi yang mewakili yang lainnya yang kebetulan mereka sudah duduk di dalam mobil yang akan mengantar mereka hingga sampai di tempat tujuan.


"Waalaikum salam, hati-hati semua," ucap mereka barengan.


Azalina yang sedari tadi hanya terdiam di tempat duduknya. Tapi kadang-kadang sesekali dia menyebut nama suaminya Raja.


Bu Melati awalnya tidak diijinkan ikut oleh suaminya Pak Ardi, tapi dia ngotot untuk pergi bersama rombongan ke Jakarta. Dengan terpaksa dan berat hati, Pak Ardi mengijinkannya ikut bergabung dengan mereka. Tetapi dia tidak satu mobil dengan Aza. Mobil yang mereka pakai berbeda.


"Ya Allah… tolong sembuhkanlah Mbak Aza, kami tidak tahu harus menjawab apa jika Abang Raja suaminya pulang, kami takut jika Abang Raja mengetahui segalanya yang bisa berakibat fatal yaitu akan menghajar Anjas," batinnya Santi.


"Pak aku menyuruh seseorang untuk mengawasi dan mencari tahu siapa sosok dalang dibalik perbuatan bejaknya Anjas," terangnya Bu Melati.


Pak Ardi yang duduk di samping kanannya menolehkan wajahnya sekilas ke arah istrinya itu.


"Alhamdulillah ada titik terang yang kami peroleh dan dapatkan informasi dari penyelidikan itu," tuturnya Bu Melati dengan wajahnya yang serius.


"Kalau menurut Bapak semua itu murni karena kesalahan dan kebodohannya sendiri Anjas, kenapa harus mencari kambing hitam yang tidak bersalah sedikit pun," sanggah Pak Ardi.


"Bapak tidak percaya dengan anak sendiri, karena filing Ibu ada orang yang telah meracuni dan memprovokasi Anjas, sehingga khilaf berbuat nekat yang berakibat fatal," ungkap Bu Melati yang sangat yakin dan percaya jika ada orang lain lagi yang mengatur semuanya.


"Kalau menurut kamu seperti itu maka lakukan saja yang terbaik bapak juga terlalu malu menanggung semua akibat dari perbuatan putramu," ujar Pak Ardi.

__ADS_1


"Ibu akan membuktikan semuanya sampai Ibu dapat bukti yang kuat jika ini semua bukan kesalahan Anjas 100% dan Ibu akan melakukan apapun agar putraku bisa bebas dari penjara dan aku akan membalas perbuatannya orang itu hingga hidup dia hancur," kilah Bu Melati dengan keyakinan yang kuat jika putranya bisa terbebas dari semua tuduhan.


...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Cinta Yang Tulus...


...4. Diantara Dua Pilihan...


...5. Cinta dan Benci...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...8. Pelakor Pilihan...


...9. Aku hanya sekedar baby sitter...


...10. Cinta Ceo Pesakitan...


...Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.....


...I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2