Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 81. Kisah Mie Instan


__ADS_3

Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.


Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya


Arlan yang mendapatkan tatapan tajam dari ke tiga perempuan itu hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sedangkan Aza hanya terdiam tanpa ada reaksi dan kata kata yang meluncur dari bibirnya.


Aza sibuk dengan pikirannya sendiri yang merasakan keanehan saat tanpa sengaja berserobot dengan mata tajam nan teduh milik Sultan.


"Aku akan mencari tahu siapa kamu sebenarnya dan jika terbukti kamu adalah istriku, aku tidak akan biarkan satupun pria memandangi kecantikan dan keindahan wajahmu yang ayu itu," Sultan membatin dan tersenyum smirk kearahnya Aza.


Arlan semakin memperlihatkan wajah ketidaksukaannya kepada Raja. Aza masih bimbang dengan apa yang terjadi padanya.


Raja memanggil pelayan untuk memesan makanan," Mbak!!" Panggil Raja.


Pelayan perempuan yang dipanggil oleh Sultan segera berjalan ke arah mereka berenam.


"Maaf boleh pesan mie instan dengan cabe rawit ditambah sayur sawi, jangan lupa telur tapi telurnya matangnya harus bagus karena dia tidak suka jika telurnya setengah matang," pinta Raja sambil melirik sepintas lalu ke arah Aza yang sesekali menghalau anak rambutnya.


Aza yang mendengar pesanan Raja sedikit terkejut karena apa yang sering dia makan hampir setiap hari dipesan oleh Raja saat itu.


"Berapa porsi Pak?" Tanya Mbak itu yang masih memegang setia pulpennya untuk mencatat pesanan dari pelanggan tamu kantinnya.


"Dua porsi, tapi ingat mie-nya jangan terlalu lama direbus, aku tidak suka jika terlalu masak," imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Masih ada Pak pesanannya, mungkin minumannya mau ditambah?' tanyanya Mbak pelayan itu sambil menatap tak jemu ke arah Sultan.


Mbak pelayan itu melihat ke arah beberapa gelas minuman yang sudah kosong dari beberapa orang yang ada di depannya termasuk para gadis yang menatap kelaparan ke arah


"Kalau boleh silahkan ditambah karena kedatangan pria tampan itu membuatku kehausan," tuturnya Mery dengan menatap memuja ke arah Sultan yang tatapan matanya tertuju ke arah Raja hingga tak berkedip, kedua tangannya bertumpu pada meja.


"Baik kalau gitu, silahkan ditunggu beberapa saat yah Mbak, Pak," jelasnya Mbak pelayan itu.


"Makasih banyak Mbak," tutur Aza.


Sultan sudah mengirim data Aza ke nomor hpnya Anggara untuk segera menyelidiki siapa sebenarnya Azahrah. Gadis yang sangat mirip dengan Azalina istrinya.


"Aku mau lihat apa dia menyantap makanan yang aku pesan untuknya atau tidak, tapi kalau dia makan dengan lahap berarti ada kemungkinan besar dia adalah istriku yang menghilang," batinnya Sultan.


"Pria ini sangat tampan, penuh kharisma, aku perhatikan dari semua yang melekat di tubuhnya barang-barang branded dan pasti sangat mahal, jam tangannya saja yang melingkar di pergelangan tangannya membuktikan kalau dia pria yang dari kalangan kaum jetset," Lili membatin yang diam-diam mengagumi Sultan.


Lili tidak menampakan secara nyata bentuk dia mengaguminya Sultan tidak sama seperti dengan Mery yang sangat jelas terang-terangan mengatakan pujiannya dan kekagumannya pada Raja.


Beberapa saat kemudian, pesanan mereka sudah datang. Aza terbelalak dan melotot melihat tampilan mie instan rasa soto itu tersaji dengan cantik di dalam mangkuk.


Ia tidak menyangka jika mie itu tidak seperti yang sering dia nikmati hampir setiap hari di rumahnya.


Saat pelayan itu menyodorkan dua mangkok ke hadapannya yang berisi mie yang mengepul asapnya serta aromanya yang menggugah selera.

__ADS_1


"Mbak itu mie untuk dia, semuanya kalau aku Alhamdulillah sudah makan, dan kenyang tidak mungkin bisa terisi lagi walaupun akan ada yang nantinya minta tolong untuk dibantu makan," jawabnya Sultan dengan tatapannya mengarah ke arah Aza.


Aza melirik ke arah Sultan setelah berkata seperti itu. Dia keheranan melihat mie itu dalam mangkok yang sangat persis dan sama dengan apa yang sering dia makan.


"Ya Allah… kenapa perasaanku seperti ini, kayaknya aku pernah ngalamin hal ini tapi kapan, dimana dan dengan siapa?" Wajahnya yang penuh tanda kebingungan dan bertanya-tanya kenapa Pria yang sama sekali tidak dikenalnya itu tahu dengan sangat tentang mie instan yang dia paling gemari.


"Kenapa mereka diam-diam saling bertatapan? Apa pria itu yang menjadi tunangan rahasianya Aza selama ini yang dikatakan oleh Abang Daniel yah?' Hesti ikut membatin mengingat perkataan dari kekasihnya itu.


Hesti dan Daniel abangnya Aza menjalin hubungan sudah hampir tiga tahun lebih itu. Mereka juga sudah merencanakan pernikahan jika Hesti sudah lulus kuliahnya.


"Apa sih hubungannya dia dengan Aza dan juga kenapa dia tahu kesukaannya Aza, Saya pun baru tahu itu kemarin Mamanyya Aza Tante Fauziah," batinnya Arlan dengan tatapan menyelidik penuh arti ke arah Sultan.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Pelakor Pilihan...


...3. Cinta CEO Pesakitan...


...4. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak all Readers...

__ADS_1


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...


__ADS_2