
"Bunda dimana Sher?" Tanyanya yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah rumah minimalis yang sangat kecil itu.
Wajah Sherly sendu, dia tidak tahu harus berbicara seperti apa terhadap kakaknya. Lidahnya tiba-tiba keluh seketika. Dia terdiam mematung dengan terdiam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari kakeknya itu. Sultan yang melihat ada yang tidak beres dengan keadaan tersebut, sudah tahu jika ada yang tidak beres dan aneh dengan bundanya.
Sultan menggoyangkan tubuhnya Sherly," Sherly apa yang terjadi pada Bunda?" Tanyanya yang sudah khawatir dan cemas dengan kondisi Bundanya itu.
Hingga suara seseorang yang terbatuk dari dalam rumahnya membuat perhatian mereka teralihkan. Suara batuk yang tidak berhenti dan semakin intens dan sering. Sultan langsung menggeser posisi adiknya di depan pintu lalu berlari ke arah Bundanya yang berjalan tergopoh-gopoh dengan sal dan baju hangat membungkus tubuhnya.
"Bunda!!!" Pekik Sultan dengan suaranya yang cukup menggema di dalam ruangan rumah itu yang membuat suaranya terpantul di tengah malam itu.
Sultan memeluk erat tubuh perempuan yang sudah berjuang melahirkannya dan merawatnya hingga dia menjadi Sultan yang disegani oleh orang-orang. Ibu Hamidah merasa dirinya hanya sedang bermimpi, dia masih tidak percaya jika putra semata wayangnya selamat dari kecelakaan maut itu.
Dia terdiam terpaku tanpa membalas pelukan dari anaknya yang sudah dikatakan telah meninggal dunia itu. Tetapi, air matanya menetes membasahi pipinya yang tirus hanya lima bulan saja, mereka berpisah banyak sudah perubahan pada kondisi fisik Ibunya Sultan.
"Ini Sultan Bunda," ucapnya yang merasakan ada yang aneh dengan Bundanya.
Tubuhnya Ibu Hamidah bergetar dalam tangisnya. Dia terlalu bahagia dan sedih sekaligus dalam waktu yang bersamaan karena pertemuannya kembali dengan putra tunggalnya yang orang-orang mengatakan sudah meninggal dunia.
Sultan yang terenyuh melihat keadaan ibunya yang sangat kurus itu. Sultan meneteskan air matanya saking sedihnya dan menyesali kejadian dan perbuatannya Martin kepada keluarganya. Hingga amarahnya membuncah hingga ke ubun-ubun, tangannya mengepal kuat hingga buku-buku tangannya terlihat jelas, matanya melotot menahan amarahnya.
"Sherly!! Apa yang terjadi dengan bunda?" Tanyanya Sultan dengan nada suara yang cukup tinggi melengking.
__ADS_1
"Bun-da…" ucap Sherly yang tergagap dan tidak mampu melanjutkan ucapannya itu.
Ibu Hamidah menarik tangan putranya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang menuju kursi plastik yang tersedia di dalam ruangan itu yang berukuran 3x2 itu. Sherly dan Anggara mengekor di belakang mereka lalu ikut duduk di kursi yang kosong.
"Nak, Bunda baik-baik saja, kamu jangan risau dengan keadaan bunda," ucapnya sembari mengelus punggung tangan putranya.
Huk.. Huk… huk..
Ibu Hamidah kemudian terbatuk terus-menerus hingga tanpa sengaja Sultan melihat ada noda darah segar yang membasahi sal yang dipakai oleh bundanya.
"Bunda ini darah apa?" Tanyanya yang sangat cemas melihat darah itu.
"Itu cuma bekas noda kotoran yang menempel di sal Bunda yang tidak mau hilang," jawabnya dengan suara yang sangat lemah.
"Angga cepat periksa kondisi Bunda!!" Perintah Sultan yang kembali mengeraskan suaranya ke hadapan Anggara.
Dokter Anggara cepat tanggap dan untungnya beberapa peralatan medis yang sering dia pakai di Rumah Sakit tersimpan di dalam mobilnya.
"Bunda baring di dalam kamar, Angga akan memeriksa bunda," ujar Sherly yang membantu Bundanya berdiri.
Kondisi lingkungan rumah yang kumuh, sanitasi, ventilasi yang sangat minim serta sekitar area rumah itu yang sangat kotor, sampah ada di mana-mana. Hal itu yang membuat Sultan semakin marah dan murka terhadap perbuatan dan kejahatan dari Martin.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu bisa bernafas lega dan bebas berkeliaran Martin, aku akan membuat kamu hancur hingga kematian akan enggan menjemputmu!!" Umpatnya yang sudah berjanji akan membalas semua akibat dari kejahatan Martin dan Selena.
...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...
...3. Cinta Yang Tulus...
...4. Diantara Dua Pilihan...
...5. Cinta dan Benci...
...6. Bertahan Dalam Penantian...
...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...
...Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.....
...I love you all Readers......
__ADS_1