Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 55. Kecemasan


__ADS_3

Begitu banyak kata andai untuk mengawali setiap penyesalan. Begitu kamu mulai menyesal itu sudah terlambat. Akan selalu ada penyesalan setelah kehilangan sesuatu, yang selama ini kamu sia-siakan.


Bu Mina segera berjalan mendekati Pak Dokter," bagaimana dengan kondisi putri kami Dok?" Tanyanya yang sangat khawatir.


"Sebaiknya Azalina segera di bawah ke ibu kota Jakarta untuk segera mendapatkan perawatan medis yang lebih bagus lagi, karena kami meminta maaf di rumah sakit kita ini fasilitas dan dokter khusus spesialis psikiater di rumah sakit belum ada," terangnya Pak Dokter dengan tersenyum ramah agar mereka tidak terlalu cemas dan takut.


"Ke Ibu Kota Jakarta?" Santi membeo mendengar penjelasan dari dokter.


Riswan segera mencubit mesra lengannya Santi yang kebetulan berada di sampingnya itu.


"Auhhh!!" Santi sedikit meringis kesakitan saat cubitan mendarat di atas kulitnya.


Santi menatap nyalang ke arah pria yang baru sehari itu jadi kekasihnya. Riswan hanya membalas dengan menyimpan jari telunjuknya di depan bibirnya tersebut.


Bu Mina dan pak Toni yang melihat hal tersebut hanya tersenyum dengan tingkah anak muda itu.


"Apa tidak ada jalan lain Dokter yang terbaik dari saran dokter tersebut?" Tanya Bu Hana dengan raut wajah yang serius.


"Iya Pak Dokter, kami tidak tahu jika Aza dirawat di Jakarta siapa yang akan menjaganya? Yang Kami tahu Jakarta dari sini jaraknya sangat jauh Pak Dokter," sanggah Pak Anton.


"Andai saja rumah sakit perlengkapan medisnya serta dokter spesialis jiwa yang paling bagus ada di sini pasti pasien tidak perlu dirujuk ke Jakarta Pak," jelas Pak Dokter.


Mereka saling berpandangan satu sama lain. Dan tidak mengerti bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka sangat ingin mengantar dan menjaga Azi secara bergantian tapi, mengingat biaya dan ongkos perjalanan dan selama mereka di sana tidak cukup dan mampu untuk melakukannya.

__ADS_1


Jika mungkin kalau hanya satu dua hari masih bisa dan mampu untuk melakukannya, tapi jika dilihat dan setelah mendengar penjelasan dari dokter bahwa penyakitnya Aza cukup serius dan harus ditangani dengan baik oleh dokter yang berkompeten di bidangnya.


"Aku dan Abang Riswan yang akan menemani Mbak Aza hingga sembuh nantinya di Ibu Kota," tutur Santi yang membuat beberapa orang melongok tidak percaya dengan perkataannya.


Mereka tidak percaya sekaligus bahagia karena ada orang yang ikhlas dan rela menjaga dan merawat Aza, nantinya jika sudah di Jakarta.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, Ibu sangat bahagia dan kamu tidak perlu khawatir dan mencemaskan kami semua yang ada disini bisa mengantar kalian ke Jakarta tapi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak bisa lebih dari dua hari," terang Ibu Hana.


"Tapi, kalian akan menginap di mana selama di sana?" Tanyanya Bu Mina dengan wajah sendu.


"Kalau masalah rumah insya Allah, saya ada keluarga yang kebetulan bekerja di sana Bu," timpal Riswan.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu," balas Bu Aida yang baru ikut bergabung dengan mereka.


"Secepatnya malah lebih bagus Pak, karena jika ditunda lagi bisa berakibat fatal yang mengakibatkan gangguan jiwa akut dan bisa bertahan untuk selamanya seumur hidup Aza," ungkap dokter.


Penuturan dokter membuat semua orang sedih dan marah sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


Mereka tidak ada yang menyangka jika akibat dan dampaknya akan seperti ini jadinya.


"Kalau gitu saya permisi dulu Bu, karena masih banyak pasien yang harus kami tangani," ucap Pak Dokter yang berpamitan kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang semakin banyak yang berdatangan memenuhi ruang perawatan inap Aza.


Mereka saling bertatapan dan raut wajah mereka berbeda-beda yang tidak bisa tergambarkan. Raut wajah sedih bercampur kecewa dan marah menjadi satu bagian di dalam hati mereka.

__ADS_1


...Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:...


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Cinta Yang Tulus...


...4. Diantara Dua Pilihan...


...5. Cinta dan Benci...


...6. Bertahan Dalam Penantian...


...7. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...8. Pelakor Pilihan...


...9. Aku hanya sekedar baby sitter...


...Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir.....


...I love you all Readers…...

__ADS_1


__ADS_2