Pesona Perawan

Pesona Perawan
Chapter. 67. Kedatangan Sultan


__ADS_3

Sherly berjalan mendekati bundanya," Abang berangkat ke pulau S Bun, katanya mau jemput kakak ipar gitu," jawabnya Sherly.


"Alhamdulillah kalau Abangmu itu secepatnya menjemput istrinya karena bunda juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya," sahut Bundanya.


"Semoga saja mereka bertemu dan secepatnya pulang Bun," terang Sherly yang sangat berharap kakak iparnya dibawah ke Jakarta.


"Amin ya rabbal alamin," sahut Bu Hamidah sembari tersenyum simpul ke arah anak bungsunya itu.


Sultan segera berjalan tergesa-gesa ke arah mobil yang sudah dipersiapkan oleh anak buahnya khusus untuk dia pakai selama di Pulau S.


"Aku datang sayang menjemputmu," gumamnya dengan penuh semangat saat sudah berada di dalam mobilnya.


Sultan segera memutar kunci mobilnya lalu melakukannya menuju ke kabupaten tempat kampung istrinya tinggal. Senyuman selalu terpancar dari wajahnya. Dia tidak bosan dan jenuh menyebut nama istrinya Azalina.


"Kenapa uang yang tiap bulan aku kirimkan untuk Aza sama sekali tidak berubah bahkan sedikit dan satupun notifikasi transaksi keuangan tidak ada, dan terakhir itu sekitar 5 bulan lalu saja," lirihnya Sultan yang heran dengan hal demikian karena tidak mungkin Aza tidak membutuhkan sesuatu untuk dia beli.


Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Karena ia ingin segera sampai di tempat tujuannya dengan secepatnya.


"Setelah sampai dan ketemu dengannya baru aku tanyakan hal ini," ujarnya yang masih setia mengemudikan mobilnya.


"Apa pun alasannya kamu harus ikut bersamaku ke Jakarta, Abang tidak bisa hidup tanpamu Aza," cicitnya Sultan.


Hampir lima jam perjalanan yang dibutuhkan oleh Sultan untuk sampai di kampungnya Aza dari ibu kota provinsi. Dengan hati yang riang gembira dia memantapkan hatinya untuk kembali menemui istrinya yang sekitar kurang lebih enam bulan sudah dia tinggalkan seorang diri.

__ADS_1


Pagi itu suasana Toko Kelontong milik Azalina sangatlah ramai. Banyaknya pembeli setiap harinya berdatangan untuk berbelanja di warungnya. Ada beberapa warga masyarakat yang menyebut toko ada juga yang bilang warung sembako.


Riswan dan Santi beberapa bulan belakangan ini sangat bersyukur karena semakin hari omset dan keuntungan dari penjualannya semakin bertambah saja.


"Alhamdulillah yah Abang hari ini tokonya Mbak Aza semakin ramai saja dikunjungi oleh masyarakat," ucap Santi.


"Syukur Alhamdulillah Abang juga senang karena dari hari ke hari pembeli berdatangan semakin banyak hingga dari luar kabupaten pun sudah mengunjungi toko kita sehingga semakin laris dan diminati oleh banyak orang," timpalnya Riswan.


Mesin mobil yang baru saja mati membuat mereka yang kebetulan ada di dalam toko dan sekitarnya spontan mengalihkan pandangannya ke arah mobil yang baru saja terparkir di depan rumahnya Aza.


Banyak yang sudah berbisik-bisik membicarakan dan mempertanyakan siapa pemilik mobil itu hingga dari merek, model dan hingga harganya pun menjadi bahan topik pembicaraan serta perbincangan mereka saat itu.


"Bu Mina apa kenal dengan pemilik mobil cantik dan mahal itu?" Tanyanya Bu Aida yang keheranan dengan penuh tanda tanya dalam pikirannya.


Kedatangan mobil tersebut membuat satu kampung gempar dan heboh saking penasarannya melihat mobil yang untuk pertama kalinya datang mengunjungi kampungnya mereka.


"Kalau orang sini itu tidak mungkin karena aku yakin itu mobil dengan harga yang sangat lumayan mahalnya hingga kita menjual beberapa aset lahan kita tak kan mampu membelinya," sahut pak Doni yang kebetulan ada juga di sana untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-harinya.


"Aku setuju dengan ucapan Bapak, aku juga yakin pemilik mobil itu sekaya Rafii Ahmad itu artis Ibu Kota Jakarta," timpal Bu Hana.


Desas desus meramaikan suasana dalam toko tersebut. Hingga beberapa anak-anak mendatangi mobil itu dan segera penuh rasa takjub dan terpesona melihat mobil sport itu.


Berita kabar angin itu hingga terdengar sampai ke telinganya Bu Lina dan putrinya Anjani.

__ADS_1


"Ibu apa sudah dengar gosip dari orang-orang katanya ada orang kaya dari Ibu Kota datang ke kampung kita," tutur Anjani dengan matanya yang berbinar-binar terang dan sudah berhayal jika pemilik mobil itu seorang pria tampan, tajir dan kaya melintir.


Pintu samping dekat kemudi mobil itu terbuka lebar ke atas bukan ke samping tapi naik ke atas. Seorang pria dengan memakai pakaian casual dipadukan dengan otfit yang sangat cocok dan pas ditubuhnya. Pakaian itu membungkus dengan pas di tubuhnya yang berisi, berotot dan kekar itu.


Baju kaos putih dan celana jeans biru dongker menutupi kaki jenjangnya. Dengan sebuah kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya.


Dia membuka kacamata hitamnya yang membuat semua orang terhipnotis dengan ketampanannya. Dan sebagian orang lagi terkesima dan terkejut dengan apa yang mereka lihat kala itu.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:


...1. Pesona Perawan...


...2. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...3. Pelakor Pilihan...


...4. Cinta CEO Pesakitan...


...5. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak all Readers...


i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca...

__ADS_1


Jangan pernah bosan yah dengan karya recehannya Fania Mikaila AzZahrah daeng Sayang...


__ADS_2