
Semburat merah tercipta di kedua pipinya yang chubby itu. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ketika bayangan ciuman mereka yang begitu mesra dan penuh dengan irama dalam balutan kasih sayang.
"Abang, entah kenapa aku merindukan sentuhanmu di sini," cicitnya sambil mengelus bibirnya sendiri yang seakan-akan rasa ciuman hangat dari Raja masih terasa dan membekas.
Hingga lamunannya kembali buyar setelah ketukan pintu di depan rumahnya terdengar dengan cukup nyaring bunyinya. Ketukan berkali-kali itu yang sangat tidak sabaran terpaksa Azalina menyudahi imajinasi dan khayalannya bersama Raja.
"Siapakah bertamu malam-malam begini, semoga saja itu Abang Raja yang balik lagi untuk pamitan," ujarnya sambil cengengesan.
Azalina segera berjalan ke arah pintu,dia berharap orang yang seharusnya diharapkan kedatangannya lah yang mengetuk pintunya. Azalina dengan penuh semangat segera memutar kunci yang tergantung di kenop pintunya.
"Bismillahirrahmanirrahim semoga saja yang datang adalah Abang Ra….," Perkataannya terpotong saat melihat siapa yang datang ke rumahnya lidahnya langsung keluh seketika,dia berdiri mematung di tempatnya.
"Assalamualaikum," ucap salam Anjas.
Ternyata yang datang mengunjungi rumahnya malam itu adalah Anjas, mantan tunangannya. Anjas tersenyum sumringah kehadapan Azalina. Sedangkan Azalina hanya tersenyum simpul saja. Aza sudah berjanji pada dirinya dan menanamkan kesetiaan kepada suaminya yang sudah pergi ke Ibu Kota Jakarta.
"Waalaikum salam Abang," ucapnya Azalina lalu menutup pintu rumahnya.
Azalina mengingat peringatan dan pesan dari Ibu Mina untuk tidak lagi memberikan hati atau terlalu perhatian pada siapa pun jika dia seorang laki-laki. Terutama khusus untuk Anjas.
"Aza apa kamu tidak kasihan pada Abang yang sedari tadi berdiri terus menerus di depanmu?" Tanyanya pada Azalina dengan smirknya.
"Eeehhh maaf Abang, tadi saya kira yang datang adalah Abang Raja suamiku," tuturnya yang tersipu malu.
__ADS_1
Senyuman itu mampu membuat Anjas terpukau. Anjas semakin pangling melihat Azalina akhir-akhir ini.
"Emangnya suami kamu ada dimana Aza?" Tanyanya yang jika dia boleh jujur dia sangat tidak ingin mendengar namanya Raja disebut oleh lidahnya.
"Silahkan duduk Abang, kita bicaranya diluar saja, tidak kalau kita berdua berbicara di dalam apa lagi aku sudah menikah dan punya suami, lagian juga sudah malam apa nanti katanya orang Abang," terangnya yang agak risih menerima kedatangan Anjas kali ini.
"Aku sudah tahu kalau suamimu kembali ke tempat asalnya berada, makanya aku datang kemari, aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang dengan pria manapun termasuk suamimu sendiri."
Anjas membatin lalu tersenyum penuh arti ke arah Aza.
"Oohh kalau gitu, kita duduk di bangku itu saja Bang, gak apa-apa kan?" Tanyanya Aza yang memberikan usulan kepada Anjas
Anjas memberikan kode kepada seseorang yang berada di balik pohon yang tidak jauh dari rumahnya Aza. Anjas segera merentangkan kaki bagian kirinya untuk diam-diam menghalangi langkah kakinya Aza, sehingga kakinya tersandung.
Anjas menarik tubuhnya Aza kedalam pelukannya, dia memeluk erat tubuhnya Aza. Hingga mereka berpelukan erat dan mesra. Hal itu dimanfaatkan sebaiknya oleh Anjas dan orang yang berada di balik pohon tersebut.
Azalina segera melepaskan dirinya dari pelukan Anjas. Dia tidak ingin gara-gara hal itu, orang-orang yang melihatnya salah paham.
"Maaf, aku tadi tidak sengaja, maaf kakiku tadi kesandung," permintaan maaf dari Anjas dengan penuh penyesalan tapi lirikan matanya tertuju pada sosok orang yang menguntit mereka dari jauh.
"Tidak apa-apa kok Abang itu sudah biasa terjadi apalagi, lampu di sini agak remang-remang," terangnya dengan penuh penyesalan sepenuh hatinya.
"Alhamdulillah, jika kamu menerima permintaan maafku," sahut Anjas lalu mengarahkan pandangannya di sekitar kakinya.
__ADS_1
Anjas segera jongkok di hadapan Aza yang sudah duduk di bangku depan teras rumahnya. Azalina yang melihat apa yang akan dilakukan oleh Anjas segera menghalanginya.
Syukur Alhamdulillah makasih banyak atas dukungannya dan bagi Readers yang telah mampir membaca novel recehanku.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Cinta Yang Tulus
Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Benci
Bertahan Dalam Penantian
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah Sudi mampir..