
"Mama! Apa mengenal cincin ini dan kira-kira kapan aku memakai cincin ini dan dimana Mama belinya?" Tanyanya Aza yang memberondong banyak pertanyaan untuk Mamanya.
Bu Fauziah dan Pak Farhan saling bertatapan dan tidak menyangka jika Aza akhirnya tersadar dan bertanya tentang cincin yang dipakainya sejak dahulu awal dia menginjakkan kakinya di dalam keluarganya.
"Ya Allah.. apa yang harus aku katakan kepada putriku?" Pak Farhan terdiam membisu seribu bahasa dan kebingungan harus menjawab apa.
"Semoga saja Aza setelah mengetahui segalanya,dia sama sekali tidak berubah rasa sayangnya padaku," batinnya Bu Fauziah.
"Sebaiknya kami katakan yang sejujurnya padanya karena aku yakin Aza adalah anak yang baik, pasti sifatnya seperti mendiang ibunya," Pak Farhan membatin.
Setelah mempertimbangkan segala hal dan kemungkinan besar yang bisa terjadi, mereka memutuskan untuk berterus terang dan jujur kepada Aza tentang masa lalunya.
Pak Farhan segera memakai pakaian santainya lalu bergegas duduk di samping putri tunggalnya itu. Beliau memegang tangannya Aza lalu menatap penuh iba dan kasih sayang wajah dan anak kandungnya itu.
"Sayang, ada banyak hal yang belum kamu ketahui dan tidak pernah kami jelaskan sebelumnya padamu, kami tidak bermaksud apapun sehingga memutuskan hal itu, kami memilih jalan itu karena mengingat gangguan kesehatan yang kamu alami dan jika kami sudah berkata jujur,kami menyerahkan segalanya kepadamu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, itu hakmu untuk menentukan hidupmu," tuturnya Pak Farhan yang cukup panjang dan komplit itu.
Aza melihat satu persatu kedua orang tuanya dan semakin bingung dengan penjelasan yang diucapkan oleh Papanya.
__ADS_1
"Kamu mengalami trauma yang cukup serius sehingga ada beberapa ingatan dan memori kamu selama ini terlupakan dan jika kamu berusaha untuk mengingatnya maka kamu akan kembali merasakan hal yang sangat sakit dibagian kepalamu," jelas Bu Fauziah yang menambahkan penjelasan dari suaminya.
Aza tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia tidak menyangka jika penyakitnya yang dideritanya selama ini adalah akibat dari rasa traumanya. Aza menutup mulutnya dengan kedua tangannya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada.
Bu Fauziah segera menarik Aza dalam pelukannya. Dia mengelus lembut punggung Aza yang sudah bergetar hebat dalam tangisnya.
"Mengenai cincin itu, Papa juga tidak mengetahui dari mana sumbernya karena waktu itu kami menemukan kamu dalam kondisi yang tidak berdaya dan sangat memprihatinkan hampir setahun lalu kejadian itu," terang Pak Farhan.
"Maksudnya aku adalah bukan anak kalian?" Tanyanya Aza yang matanya sudah memerah menahan air matanya yang hanya menunggu waktu saja akan jatuh juga.
Pak Farhan menarik tangannya Aza lalu menggenggamnya dengan penuh kasih sayang.
"Dari mana Papa tahu kalau aku adalah anak Papa yang tinggal di kampung?" Tanyanya balik yang semakin penasaran dengan kelanjutan kisah nyata perjalanan hidupnya.
"Karena cincin ini lah yang mempertemukan kita berdua sayang, cincin ini berada pemberian Papa sewaktu menikahi ibumu dan di dalam cincinnya ada tulisan nama kami berdua," jawab Pak Farhan yang ingin menangis jika harus kembali mengingat masa-masa indah mereka dulu sewaktu di kampung bersama dengan istrinya yang telah lama meninggal dunia.
Aza spontan melihat ke arah cincin yang tersemat di jari manisnya bagian kanannya.
__ADS_1
"Maaf Mama bukanlah Mama kandung kamu yang selama ini selalu ngomong sama orang-orang kalau kamu adalah putri kandungnya Mama," timpal Bu Fauziah yang sudah menangis tersedu-sedu yang menundukkan kepalanya saking sedihnya dan tidak kuasa menatap ke arah putri sambungnya itu.
Ketakutan tiba-tiba datang menggerogoti dan menghantui pikirannya, jika Aza akan membencinya jika sudah jelas mengetahui kenyataan yang ada.
Walaupun takut dan cemas tapi, kenyataan dan kejujuran harus tetap dikatakan cepat atau lambat. Sakit dan kecewa bagaimanapun juga jika itu adalah kejujuran maka tetap harus diungkapkan kebenarannya.
Bu Fauziah tidak ingin hari ini terjadi dalam hidupnya, karena terlalu takut jika Aza pergi dari hidupnya bahkan akan membenci dirinya yang selama ini telah berbohong padanya.
Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:
...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...
...2. Pelakor Pilihan...
...3. Cinta CEO Pesakitan...
...4. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...
__ADS_1
Makasih banyak all Readers...
i love you full banget deh untuk kalian yang sudah mampir baca... jangan bosan yah..