
Disa masih memikirkan perkataan peramal tadi, terusik dengan perkataan sang peramal dengan kejadian besar yang akan dia alami.
Dan tentang kepekaan yang membuatnya bingung.
"Apa maksudnya aku harus peka terhadap mahluk ghaib di sekitarku ya?"
"Penjagaku kah?"
"Dis, ngga usah di pikirin gitu juga kali, penipu pasti!" ucap Tia yang masih kesal.
"Dia punya perewangan Ya, kayaknya dia ngga bohong, tapi apa maksudnya kejadian besar, sama banyak yang bergantung sama aku ya, Ya?"
"Eh iya, tadi dia bilang juga, masa depan aku tergantung kamu juga ya, ih kok merinding ya aku," ucap Tia sambil mengusap lengannya.
Akhirnya mereka masuk ke rumah hantu itu, setelah mengantri beberapa saat lalu.
Mereka di sambut dengan suasana ruangan yang remang-remang.
Saat di pintu masuk mereka di sambut dengan tengkorak yang mengagetkan mereka.
Desain yang di buat berantakan, mereka sebenarnya tak sendiri karena saat masuk mereka bersama empat orang lainnya, dan mereka berpasang.
Jeritan selalu keluar dari mulut para perempuan yang takut. Dan para lelaki di depan Disa dan Tia memeluk pasangan mereka yang ketakutan.
Hanya Disa dan Tia yang tak berpasangan, jadi Tia hanya menjerit dan menutup wajahnya dengan tangannya sendiri, sesekali memeluk lengan Disa.
Saat mereka melewati sebuah ruangan yang terdapat kursi dan tempat tidur yang di buat berserakan disana, Disa terpaku oleh cermin besar yang berada di hadapannya.
Disa lantas berdiri di depan cermin itu, tak lama bukan bayangannya yang berdiri di depan cermin namun sosok lelaki tua dengan pakaian putih dan ikat kepala putih yang ada disana. Dialah Amung penjaganya.
Disa tak terkejut, apalagi takut dia merasa sosok di hadapannya itu sangat tak asing, namun dia tak mengenalinya.
Lantas Amung meletakan sebelah tangannya di dada dan sedikit membungkukan tubuh bermaksud memberi salam penghormatan kepada Disa.
Dan cermin dihadapan Disa berganti sebuah layar yang menunjukan gambar kejadian-kejadian yang Disa lewati, namun kali ini yang Disa lihat bertambah satu pemeran, yakni Amung yang berada di setiap scene-nya.
Amung bermaksud memberi tahu Disa siapa dirinya, sebab itu ia menampilkan gambar yang tak pernah Disa lihat, karena kepekaan batin Disa seperti terbuka dan menerima sosoknya sesaat setelah pertemuan Disa dengan peramal wanita tadi.
Sebab itu sosok Amung bisa muncul di hadapan Disa saat ini namun, tak bisa berbicara dengan Disa kecuali sukma Disa berada di alam ghaib.
Gambar pertama, Disa melihat sosok hantu Indah yang duduk di sebelahnya saat mereka pertama kali berbicara, dan terlihat jika hantu Indah takut dengan sosok Amung yang ternyata berdiri di belakang Disa yang sedang memicingkan matanya kepada hantu Indah.
__ADS_1
Dan saat hantu Indah merangkak di atas tubuhnya dengan wujud yang mengerikan, tiba-tiba sosok Amung muncul dengan menjambak rambut hantu Indah dan melemparnya kemudian sosok Amung pun kembali menghilang.
Lalu gambar beralih saat mahluk besar yang bertengger di atas bangunan ruko majikannya dan menghampiri kontrakannya, ternyata sosok Amung tadi pun menghadang mahluk besar itu, dengan bertolak pinggang dan mengusir mahluk besar itu, namun dia mendapat perlawanan dan akhirnya terjadilah pertarungan yang tak dapat terelakan.
Pergulatan mereka semakin sengit, mahluk besar itu bahkan menghantamkan Trisulanya ke tubuh Amung. Membuat tubuh lelaki tua itu membentur pintu kontrakan Disa beberapa kali.
'Ternyata suara hantaman yang waktu itu aku dengar bukan suara hantaman mahluk besar itu yang mencoba menerobos masuk,' pikir Disa.
Dan suara cakaran yang terdengar oleh Disa saat itu pun ternyata Trisula yang menggores pintu, saat mahluk itu akan melayangkan kembali Trisulanya kepada tubuh Amung, namun sosok Amung menghilang.
Tiba-tiba sosok Amung muncul di belakang mahluk besar itu, nampak dari telapak tangan Amung cahaya biru yang memanjang dan melilit seluruh tubuh mahluk besar itu lalu menarik dan melempar mahluk besar itu menjauh.
Terdengar geraman marah dari mahluk besar itu, saat tubuh mahluk itu terlempar terlihat kilatan cahaya dari trisulanya, disusul bunyi menggelegar seperti petir yang Disa dengar.
Disa lantas bergidik ngeri. "Ternyata seperti itu kejadiannya, menyeramkan sekali, mahluk apa itu? Apa dia tau jika aku bisa melihatnya?" gumamnya.
Dan sekarang gambar beralih saat Disa berada di warung makan, yang memiliki pesugihan.
Saat Disa melangkahkan kakinya masuk, sosok Amung ternyata muncul dan mengusap wajah Disa, dan tampaklah sosok yang Disa lihat kala itu, mahluk mengerikan yang sedang merangkak di atas lauk dengan menjilati lauk di dalam etalase.
Itulah mengapa Disa bisa melihat mahluk itu, karena mahluk pesugihan tak akan mudah Disa lihat berbeda dengan hantu Indah yang mungkin berasal dari manusia atau jin.
Karena mahluk seperti mereka juga memiliki kekuatannya sendiri.
Disa ingin muntah saat mengingat mahluk di warung makan itu.
Dan saat Disa melihat mahluk besar yang duduk menutupi pintu warung itu pun, mahluk besar tadi ternyata menyeringai ke arah Amung.
'Harusnya kau usap lagi wajahku, aku yakin kalo aku ngga liat mahluk itu, pasti ngga masalah aku makan disana.'
Saat Disa sedang bergumam seperti itu, tak lama mahluk besar tadi ternyata mengeluarkan asap hitam, keseluruh ruangan warung.
'Astaga aku ngga liat, pantas kata Tia kalo dia mau makan disana kecium seperti bau bangkai ... kasian sekali warung itu.'
Scene beralih kerumah kanjeng Ibu, Disa masih memperhatikan gambar yang Amung tampilkan, sekarang kejadian saat di kamar mandi.
Di sana Disa melihat jika ada mahluk hitam legam yang berjongkok di atas bak kamar mandinya, tepat berada di depan Disa, mendadak Disa panik melihat gambar itu, karena terlihat jika ia sedang tak mengenakan sehelai benang pun.
Mahluk itu sedang menciptakan delusi yang saat itu Disa lihat, terlihat Disa yang berjongkok menjerit namun keadaan normal seperti biasa, hanya saat itu penglihatan Disa di buat menyeramkan oleh mahluk hitam tersebut.
Tak lama sosok Amung datang lantas memiting kepala mahluk itu, menyeretnya keluar kamar mandi dengan menembus tembok.
__ADS_1
'Astaga apa lelaki Tua itu juga melihat tubuh polosku, sekarang jika mandi aku akan mengenakan kemben.'
Lalu saat Disa berada di kamar Nyonya Mariska, nampak juga mahluk hitam legam berdiri di depan ranjang majikannya itu, sama seperti di kamar mandi, mahluk itu menciptakan delusi kepada Disa, hingga Disa tak bisa melihat jika Nyonya Mariska benar sedang berbaring saat itu.
'Mahluk apa sebenarnya itu, kenapa dia selalu menggangguku, apa penghuni yang lain pun sama sepertiku?'
Dan saat Disa pergi ke kamar mandi majikannya, ternyata mahluk itu yang berada di bathtub majikannya, tak lama Amung kembali muncul lantas membelitnya dengan cahaya yang pernah Disa lihat saat lelaki tua itu juga membelit mahluk raksasa di ruko majikannya. Lalu menariknya keluar.
'Jadi benar kau selalu ada saat itu untuk menolongku? tapi siapa engkau? aku tak pernah memanggilmu, bahkan aku tak tau sosokmu.'
Scene berganti lagi di halaman belakang rumah kanjeng ibu.
Disa terkejut karena dia tau sekarang, penyebab kenapa bahunya itu tiba-tiba memiliki lebam yang sangat menyakitkan.
Disa ada disana, di belakang tubuhnya, tapi nampak oleh matanya sekarang bahwa tubuhnya itu di kuasai Amung, dan tubuhnya itu sedang bergulat dengan Bu Sumarni, saat Amung melempar sukmanya sendiri ke angkasa, tak lama Amung yang menguasai tubuh Disa memelintir kepala Bu Sumarni.
Dan Amung yang mengendalikan tubuhnya kembali ke kamar dengan menarik sutas tali gaib yang berada di kakinya, lalu Disa bangkit dari tidurnya dengan nafas terengah-engah saat itu.
Dan tak lama Amung menghilang, lalu nampak Bu Sumarni kembali kewujud manusianya dengan kepala sengklek patah, Disa bergidik ngeri saat melihat Bu Sumarni berjalan kerumah dengan kepala seperti itu.
Astaga siapa sebenarnya Bu sum?
Kenapa sepertinya Bu Sum ingin melenyapkanku?
Apakah penglihatan ini benar?
Jadi Bu Sum tau aku memiliki pelindung?
Apa ini yang di maksud Nyonya Mariska jika dia tau apa yang aku alami?
Jadi luka yang ada di leher bu Sum yang waktu itu aku lihat karena ulah tubuhku yang di kuasai lelaki tua itu?
Kenapa lelaki tua itu tak melawannya sendiri? kenapa harus menggunakan tubuhku?
Banyak pertanyaan yang ada di otak Disa, gambaran-gambaran tadi sedikit menguak keanehan yang ia alami, masih banyak yang akan Amung tunjukan.
Apa gambaran lainnya dapat menguak keganjilan selama ini yang Disa curigai terhadap keanehan majikannya?
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....