
Gambaran yang di perlihatkan Amung masih di kediaman Kanjeng Ibu.
Sekarang Disa melihat kejadian saat dirinya berada di ruang baca, Disa ingat kejadian itu, saat itu dia berpikir, jika dia melamun dan berhalusinasi sedang berada di sebuah tempat yang sangat mengerikan, namun apa yang dia lihat ternyata kejadian itu nyata.
Dia berbicara dengan Bu Sumarni dan Kanjeng Ibu, namun itu bukan suaranya, Disa lalu tau jika ternyata tubuhnya saat itu juga dikuasai Amung.
'Jadi waktu aku di dunia ghaib yang mengerikan itu ternyata benar-benar nyata!' Disa bergidik ngeri mengingat kejadian itu.
'Kanjeng ibu ternyata tau juga mengenai lelaki tua itu, lalu apa Nyonya Mariska juga tau? kenapa dia tak memberi tahuku, ada apa sebenarnya ini?'
Disa ingin menangis, bahkan keluarga majikannya sudah tau mengenai keanehan pada dirinya, namun bersikap biasa saja.
'Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?' Disa sangat ketakutan.
Amung marah saat berbicara dengan Bu Sumarni, tak lama lagi-lagi Disa melihat Amung mengeluarkan cahaya dari tangannya lantas melukai dada Bu Sumarni, terlihat Bu Sumarni terluka.
Lalu gambar menunjukan saat Amung berkelahi di dunia ghaib itu, terlihat dia sedang bertarung dengan dua mahluk raksasa, Sedang Disa, dia melihat dirinya sedang diam terpaku menatap mahluk-mahluk mengerikan di hadapannya, tak lama dia melihat Amung menarik tangannya, dan setelahnya dia sadar dan sudah berada di ruang baca.
'Jadi kau yang menariku dari dunia yang mengerikan itu? berarti luka di pergelangan tanganku ternyata akibat cengkraman kuat tangannya.'
Disa berterima kasih di dalam hati pada sosok lelaki tua yang ternyata selalu hadir di saat dirinya sedang mengalami hal-hal mengerikan.
Saat dirinya sedang melihat ritual yang majikannya lihat, ternyata benar Disana dia melihat ada sosok mahluk yang duduk di dalam Gazebo, dan ternyata pandangannya di tutupi oleh tangan Amung, Disa benar-benar curiga, dia berpikir jika majikannya itu pasti memiliki perewangan.
Dan hal yang paling mengejutkan adalah saat Bu Sumarni sedang duduk di kamarnya, dan ada mahluk hitam legam itu bersimpuh di sampingnya, terlihat beliau sedang mengetikan kertas dengan mesin ketik, lalu terlihat jika dia memantrai kertas tersebut.
Amung memperlihatkan detail gambaran kertas yang telah di ketik Bu sumarni dengan mesin ketik itu.
Tertulis di sana, bahwa Disa bersedia menyerahkan nyawanya jika sudah tak di perlukan lagi oleh keluarga kanjeng ibu.
'Hah! Tak seperti itu yang aku lihat di kertas kontrak kerja milik Tia. Kontrak kerja macam apa yang Bu Sum buat untukku?' Disa benar-benar tak habis pikir dengan maksud Bu Sumarni, wanita dengan wajah keibuan itu ternyata berhati iblis.
Tak lama Bu Sumarni mengibas-ngibaskan kertas itu, munculah tulisan kontrak kerja seperti yang Disa lihat mirip seperti milik Tia.
Bu Sumarni tersenyum miring saat itu, benar-benar senyum yang mengerikan.
__ADS_1
"Licik sekali anda Bu Sum, tega-teganya melakukan hal keji seperti itu pada orang-orang seperti kami," rutuk Disa.
Tak lama muncul lah sosok Amung di depan Bu Sumarni lantas segera merobek kertas itu, keluar asap merah dari kertas kerja yang di robek Amung, pertanda jika mantra Bu sumarni sudah enyah.
Mahluk yang berada di kaki Bu Sumarni lantas menyerangnya, namun Amung berhasil melumpuhkan mahluk itu, terlihat mahluk itu masih menggelepar di tanah.
Amung mendekat ke arah Bu Sumarni, dan sosok Bu Sumarni berubah seperti yang pernah Disa lihat.
Terlihat jika Amung berbicara denga Bu Sumarni, dia meminta untuk tak menandai turunannya.
Disa mengernyitkan Dahi. 'Menandai? Astaga apa setelah kami menandatangani kontrak kerja itu maka akan ada tanda merah di dahi kami? Itukah sebabnya peramal tadi mengatakan pada Tia, jika masa depannya gelap karena Tia telah menggadaikan nyawanya?'
'Lalu apa maksud peramal itu jika aku bisa menolong Tia?'
Disa merasa tiba-tiba dia memikul beban berat di pundaknya.
Bagaimana cara dia menyelamatkan Tia.
Bagaimana cara dia menyelamatkan Ndoro Putra seperti permintaan Nyonya Mariska.
Lalu bagaimana dia menyelamatkan teman-temannya yang telah menggadaikan nyawa mereka.
Disela-sela berbagai pertanyaan di pikirannya, Amung memperlihatkan gambaran yang sama sekali Disa tak mengingatnya.
Terlihat seorang ibu yang akan melahirkan, Disa tau siapa perempuan itu, itu adalah ibunya.
Di depan sang ibu, ada seseorang seperti dukun bayi yang akan membantu ibunya melahirkan, di sebelahnya ada nenek dan bapaknya.
"Apa ibu akan melahirkanku?"
Disa tau itu adalah rumah kakek neneknya, terlihat jika ibunya sangat kepayahan saat akan melahirkan dirinya.
Namun hal yang membuat Disa terkejut, tiba-tiba rumah kakek neneknya terlihat banyak mahluk mengerikan, dan saat dirinya lahir, Disa melihat jika dirinya itu tak menangis sama sekali.
Dan itu membuat semua orang yang ada disana panik, mereka berusaha membuat Disa yang masih bayi menangis, dengan menepuk nepuk tubuhnya.
__ADS_1
Benar-benar pemandangan yang sangat mengerikan, Disa bahkan menelan kasar salivanya saat melihat dirinya yang masih bayi ternyata sudah di dekati mahluk seperti itu.
Lalu Disa melihat jika keris yang berada di atas lemari kaca kakeknya berguncang hebat, namun tak ada seorang pun yang melihat, bahkan kakeknya sendiri tak menyadari benda pusaka miliknya bergetar hebat.
Lalu muncul lah sosok Amung keluar dari sana, dan menghajar mahluk-mahluk yang berusaha mendekati Disa yang masih bayi itu.
Tak lama sosok Amung pun sama seperti saat melihat dirinya tadi, menaruh telapak tangannya di dada dan membungkuk, Disa yang masih bayi tersenyum dan tak lama menangis.
Keluarga besarnya bersyukur pada Tuhan akhirnya Disa yang masih bayi itu akhirnya menangis.
Disa terharu melihat gambaran dirinya, betapa keluarganya sangat menyayangi dirinya.
Namun sekarang dia harus menghadapi masalah besar yang dia sendiri tak tau bagaimana menyelesaikannya.
Lalu sosok Amung berada di cermin itu lagi menghadap Disa, Disa lantas tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Amung pun menghilang dari hadapannya, dan berganti bayangan dirinya sendiri.
Tak lama Tia datang dan menepuk bahunya. "Aku cari-cari malah kamu masih disini! Bikin takut aja," sungut Tia.
Disa tersenyum getir melihat temannya itu, apa lagi tanda merah yang berada di dahi Tia, karena sekarang dia tau dari mana asal tanda itu.
"Ngapain kamu bengong di depan kaca? Pamali tau, ntar tiba-tiba bukan kamu lagi yang ada di depan kaca, gimana? Yuk keluar, serem lama-lama disini," ajak Tia setelah berbicara panjang lebar pada Disa.
Disa lantas mengangguk dan mereka berdua berjalan keluar bersama, Disa ingin menemui peramal tadi, dia sekarang ingin bertanya tentang masalah besar yang akan di hadapinya nanti.
Di luar Disa sudah di sambut oleh Hantu Indah, Disa sudah tak terlalu takut pada sosok Indah, karena pikirannya saat ini tengah kalut memikirkan nasib dirinya dan orang-orang yang dia kenal.
Saat akan kembali ke tenda peramal wanita tadi, ternyata tempat itu sudah kosong, Disa menghembuskan nafas kecewa.
Apa yang akan Disa lakukan nantinya? ....
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....