Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
010:Ingatan Xiang Long


__ADS_3

“An’er … Apa yang terjadi dengan mu Nak?!”


Fei Long segera memeriksa tubuh Chen An dan menarik nafas lega setelah mendapati murid keduanya itu, tidak mengalami luka sedikitpun.


Chen An masih terlihat bingung, kini di benaknya dipenuhi oleh ingatan yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Ia pun memegangi kepalanya yang membuat Fei Long menjadi khawatir.


“Biar Aku periksa kepalamu An’er!” Fei Long segera menggerayangi kepala Chen An, memeriksa tempat dimana jitakannya tadi jatuh.


“Padahal Aku menjitaknya tidak menggunakan tenaga dalam, bagaimana bisa bekasnya menghitam gosong begini?”


Keheranan Fei Long semakin menjadi saat Ia menyentuh bagian hitam di kepala muridnya itu. Ia bisa merasakan ada sebuah lubang seolah sesuatu benda pernah berada di tempat tersebut.


“Aduh sakit Guru!”


Chen berteriak dan segera beringsut dengan cepat menarik kepalanya dari tangan Sang Guru.


Bruk


“Wadaow”


Mata Fei Long melotot lebar. “Bagaimana Dia bisa bergerak secepat itu!?” Fei Long menatap Chen An yang juga sedang terkejut dengan apa yang baru terjadi.


“Kenapa tubuhku jadi ringan sekali? Dan mengapa tenagaku menjadi sebesar ini?!”


Saat bertanya demikian dalam benaknya, Ingatan asing kembali muncul di dalam benak Chen An. “jadi begitu rupanya…”


“Begitu apanya ..?!” Tanya Fei Long penasaran.


“Ah tidak Guru … Bukan apa-apa.” Chen An segera mengelak, berusaha mengalihkan perhatian sang guru dengan berkata bahwa dirinya merasa sangat lapar.


Dahi Fei Long berkerut, Ia merasa sikap Chen An sedikit berubah. Namun begitu Ia hanya diam saja dan melangkah keluar untuk mengambil daging Siluman Lele yang telah Ia awetkan dengan ramuan tertentu.

__ADS_1


Sementara Chen An sedang memperhatikan kedua telapak tangannya. “Ingatan orang bernama Xian Long ini mengerikan sekali. Tapi bagaimana bisa Mustika Bintang itu menjadi hancur dan menyatu dengan tubuhku?”


Chen An memejamkan matanya, Ia terus menggali ingatan asing yang telah berada di dalam kepalanya.


Dari ingatan itu, Ia bisa mengetahui jika energi besar yang tersimpan dalam tubuhnya bernama qi. Energi itu berasal dari Mustika Bintang yang telah meluruh dan menyatu dengan otot dan tulang di tubuhnya.


Namun Ia belum bisa menggunakkan seluruh energi qi tersebut, sebelum tulang tubuhnya mencapai tingkat Tulang Baja Muda, serta ototnya menjadi Otot Putih Muda.


Namun dengan kualitas tulang di tingkat Tulang Besi Tua dan Otot Merah muda (Pink) tingkat muda, Ia bisa menggunakan setidaknya dua puluh hingga tiga puluh persen energi qi dari Mustika Bintang itu.


Di dalam ingatan Xian Long yang terserap ke dalam Mustika Bintang dan kini menyatu dengan ingatannya, Chen An telah memiliki pengetahuan tentang pembentukan tenaga dalam serta cara mengubahnya menjadi energi qi.


Selain itu, Ia juga memiliki pengetahuan tentang teknik untuk meningkatkan kualitas tulang dan otot dengan cepat. Namun Ia tidak tahu apakah sumberdaya itu ada di dunia bawah ini.


“An’er makanlah dulu!”


Chen An segera bangkit setelah mendengar teriakan Fei Long. Ia melangkah dengan hati-hati karena tak ingin menabrak dinding batu jika bergerak sembarangan seperti sebelumnya.


Chen An mengangguk seraya mulai mengunyah daging siluman lele yang telah Fei Long bakar. Ia pun berpikir keras bagaimana menjelaskan apa yang telah terjadi padanya.


“Nah sekarang jelaskan mengapa kau berteriak memanggil Ibumu sesaat sebelum kau tersadar tadi?” Fei Long bertanya setelah mereka selesai menyantap daging siluman lele itu.


Beberapa kali Fei Long terlihat membuka mulutnya, seolah tak percaya dengan apa yang Chen An katakan. Terutama tentang kesaktian seseorang yang bernama Tianchang dan juga tentang Dunia Atas serta Kekaisaran Langit.


“Kau terlalu banyak berkhayal An’er … Hahaha …” Fei Long terbahak-bahak mendengar cerita Chen An yang tersenyum tipis melihatnya.


“Tapi… Mustika Bintang yang hancur itu, bisa jadi adalah sebab kepalamu memiliki lubang sebesar ibu jari. Apakah ceritamu inibenar-benar nyata dan bukan Khayalanmu An’er?”


Tawa Fei Long terhenti mendadak, saat Ia teringat tentang lubang di bagian belakang kepala Chen An.


“Apakah anak kecil seusiaku bisa mengarang cerita yang seperti itu, Guru?” Tanya Chen An yang membuat Fei Long tertegun mendengarnya.

__ADS_1


“Benar juga kata An’er … Mungkin dia benar-benar memiliki ingatan orang bernama Xiang Long itu. Sikapnya juga berubah menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.”


Fei Long pun mencoba untuk mempercayai perkataan muridnya yang masih berusia delapan tahun itu. Siang itu Ia lalu mengajari Chen An, tentang bagaimana menyerap sumberdaya dan mengubahnya menjadi tenaga dalam.


Sebuah Pir berwarna ungu, Fei Long keluarkan dari balik jubahnya. “Makanlah seperempat bagian dulu, setelah itu bermeditasilah!”


Chen An menuruti perintah Fei Long. Namun Ia memakan buah Pir Ungu itu hingga habis. Hal itu membuat Fei Long menjadi panik. “Cepat balikkan badanmu!”


Fei Long segera meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Chen An yang tubuhnya mulai bergetar, karena efek energi besar yang terkandung dalam buah Pir Ungu itu.


“Apa!!! … Bagaimana kau bisa mengendalikan energi besar dari buah Pir itu??!!”


Fei Long terperanjat kaget karena beberapa detik kemudian, getaran tubuh Chen An hilang dan seluruh energi yang terkandung dalam buah itu, telah Chen An alirkan ke seluruh tulangnya dalamwaktu dua jam saja.


“Teknik apa yang kau gunakan? Aku belum pernah mengetahui teknik yang bisa menyerap khasiat sumber daya secepat ini?” Tanya Fei Long penasaran.


“Teknik ini aku ketahui dari ingatan Xiang Long itu. Jika tidak salah bernama Kultivasi!” Jawab Chen An apa adanya.


“Kultivasi…?! Kenapa Aku baru mendengar kata ini?” Fei Long menatap ke arah Chen An dengan heran.


Mau tak mau, Ia pun mulai percaya tentang apa yang Chen An ceritakan dengan ingatan asing yang merasuki bersarang di kepala muridnya itu.


“Guru … Apakah guru masih memiliki buah Pir Ungu tadi? Aku butuh setidaknya seratus buah Pir Ungu untuk meningkatkan tulangku ke tingkat tulang Batu Tua.” Tanya Chen An penuh harap pada Sang Guru.


“Seratus buah?! … Baiklah aku akan mencarikannya untukmu. Ini ada dua buah lagi. Ambillah!” Walau terkejut, Fei Long mengeluarkan dua buah Pir Ungu yang tersisa dari balik jubahnya.


“Terimakasih Guru… Aku akan segera menyerapnya.” Chen An mengambil dua buah Pir itu lalu memakan salah satunya hingga habis, lalu Ia pun memulai meditasinya.


“Aku tak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri. Menyerap energi dalam sebuah Pir Ungu, aku pun membutuhkan waktu setidaknya empat hari. Tapi Dia hanya butuh dua jam saja … ini sungguh luar biasa.”


Fei Long melesat ke sebuah arah dimana Ia tadi mendapatkan ketiga buah pir ungu itu. Ia menjadi bersemangat dan melesat dengan cepat, tanpa menyadari jika bahaya sedang mendekati Chen An.

__ADS_1


*******


__ADS_2