
Dahi Chen An mengerut mendengar apa yang dikatakan oleh Luan Hu. “Paman yakin jika orang-orang yang Paman curigai itu berada di Tingkat Pendekar Langit?”
“Aku yakin sekali An’er jika mereka bukan pendekar biasa. Aku tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan mereka. Aku yakin jika tingkatan mereka ada di atas tingkat kekuatanku.”
Luan Hu yang berada di Puncak Tingkat Pendekar Bumi, berkata dengan wajah yang menunjukkan rasa khawatirnya.
“Baiklah Paman … Jika begitu Aku akan menyelidikinya sendiri.” Jawab Chen An seraya memberitahu Qiu Ling bahwa latihan hari ini telah selesai.
“Oh iya … ini Plakat Identitasmu An’er. Tuan Qiu Feng mengetahui dari seorang prajurit, jika kau tidak memiliki identitas saat hendak memasuki kota Shanzui ini. Beliau menugaskanku untuk membuatkan plakat ini untukmu.”
Chen An menerima Plakat Identitas itu dan memasukkan ke balik jubah birunya.
Setelah berterimakasih, Chen An melangkah pergi bersama Qiu Fang. Putera Gubernur Shanzui itu, tak ingin berdiam diri atas situasi genting yang sedang dihadapi oleh keluarganya.
Keduanya menyusuri jalan utama kota Shanzui yang masih sangat ramai. Dengan petunjuk Qiu Fang mereka tiba di tempat di mana Luan Hu tadi berada.
Sebuah kedai yang berada tak jauh dari bangunan di mana Plakat identitas Chen An dibuat. Kecurigaan Luan Hu timbul saat Ia berada di dalam kedai ini, saat menunggu plakat identitas Chen An selesai dibuat.
Pemilik kedai yang mengenali Qiu Fang, tergopoh-gopoh menghampirinya.
“Tuan Muda Fang … Senang sekali anda mengunjungi kedai kami, silakan ikuti saya ke ruangan khusus kami.”
“Terimakasih Paman Lou … tapi temanku ini ingin berada ruangan ini saja. Bisakah kau sediakan meja lain, semua meja sepertinya sudah penuh.”
“Tentu Tuan Muda … mohon tunggu sebentar.” Pemilik Kedai segera memanggil beberapa pelayannya untuk mengambil meja dan dua kursi dari ruangan lain.
Setelah keduanya duduk, Qiu Fang segera memesan hidangan dan juga dua kendi arak kecil. Sementara Chen An hanya terdiam dan melihat sekelilingnya.
“Bagaimana Adik An … Apakah Kau menemukan sesuatu?”Tanya Qiu Fang dengan suara yang dipelankan. Chen An menganggukkan kepalanya.
“Setidaknya ada empat orang berada di tingkat Pendekar Langit Tahap menengah. Tapi mereka duduk terpisah, tidak dalam satu meja.”
__ADS_1
Chen An tidak menyebutkan aura dua orang di tingkat Pendekar Langit Tahap Puncak yang duduk di sudut ruangan. Walau sesekali saja kedua orang itu melihat ke arah mereka, namun Chen An menyadari jika Ia dan Qiu Fang sedang diawasi.
“Kakak Fang, kita habiskan arak ini dengan cepat. Setelah itu, kita lekas kembali ke rumah.” Qiu Fang yang baru selesai menegak arak di cawan pertamanya, tertegun mendengar ucapan Chen An.
Namun begitu, Ia tidak membantah ucapan Chen An yang berkata dengan wajah yang tegang. Keduanya segera menghabiskan arak mereka dan meninggalkan kedai setelah membayarnya.
Dalam perjalanan kembali ke kediaman Qiu Feng, lagi-lagi Chen An merasakan jika mereka sedang diawasi. Namun Ia gagal menemukan sosok itu di ramainya jalanan kota Shanzui.
*
Malam baru saja menjelang, namun suasana di kediaman Qiu Feng telah menjadi ramai.
Hal ini karena Qiu Feng mengundang Biro Pengawalan setempat, untuk membantu Luan Hu melindungi Ia dan keluarganya.
Biro Pengawalan itu, dipimpin oleh Gao Shu. Seorang Pendekar Bumi Tahap Menengah. Ia datang bersama dua puluh orang yang berada di Tingkat Pendekar Raja Tahap Dasar hingga Tahap Puncak.
“Dimanakah An’er? Aku belum melihatnya sejak sore tadi.” Tanya Qiu Feng pada Puteranya. “Mungkin Ia masih di ruangannya Ayah. Biar Aku yang memanggilnya.”
Chen An sudah tidak berada di ruangannya lagi. Komandan Chao pun segera bergegas untuk menanyai anak buahnya, apakah ada yang melihat pemuda itu keluar dari tembok pagar kediaman walikota tersebut.
Tak satu pun dari penjaga yang melihat Chen An meninggalkan kediaman Qiu Feng. Semua orang pun kebingungan, setelah gagal mencari Chen An di seluruh ruangan di bangunan tersebut.
Hari semakin malam, ketegangan mereka semakin menjadi karena Chen An belum terlihat batang hidungnya. Qiu Fang tiba-tiba tersenyum tipis saat teringat sesuatu.
“Ayah dan Paman semuanya, tenang saja, jangan khawatir. Kurasa Adik Chen ada di sekitar kita, hanya saja kita tidak bisa melihatnya.”
Semua orang terdiam menatap Qiu Fang yang wajahnya tidak lagi terlihat tegang, justru terlihat santai. Semua orang bertanya mengapa Ia berkata seperti itu, namun Qiu Fang menolak untuk menjawabnya.
“Aku terlarang untuk mengatakannya Ayah… Mohon tidak mendesakku untuk menjawabnya.”
Qiu Fang menelan ludahnya, saat teringat tatapan membunuh Chen An, ketika Ia berjanji untuk tidak mengungkapkan kemampuan melayang di udara yang dimiliki oleh pemuda itu.
__ADS_1
Dalam benaknya Qiu Fang berharap, Chen An saat ini berada di udara, di atas bangunan dimana mereka berada saat ini.
*
Saat malam telah satu jam berlalu, Chen An yang hendak keluar dari ruangannya, mendadak merasakan sebuah aura yang samar di atas atap rumah Qiu Feng.
Ia pun kembali ke ruangannya dan keluar melalui jendela dan segera melesat ke udara. Di atas atap bangunan itu, Ia mendapati seorang bertopeng hitam, sedang mengawasi situasi di sekelilingnya.
Saat melihat kehadiran Chen An, sosok itu terlihat tidak terkejut. Ia lantas bergerak dengan jurus peringan tubuhnya yang sangat tinggi.
Tubuhnya seolah hilang dan muncul kembali lima puluh meter jauhnya dari tempat dimana tadi Ia berada. Chen An segera melayang dengan cepat untuk mengejarnya.
Walau sosok bertopeng itu tidak melayang, namun kecepatan geraknya sangat tinggi. Chen An pun baru bisa menyusulnya setelah mereka berada lima ratus meter di luar tembok selatan Kota Shanzui. Keduanya tiba di tepi sebuah hutan kecil
Chen An melesat menghadang tepat di depan sosok bertopeng hitam itu. Namun Chen An segera tertegun, saat merasakan enam Aura kekuatan besar di Tingkat Langit mendatanginya dari dua arah berbeda.
“Bayangan Angin … Inikah pemuda yang kau maksud itu?” Seseorang bertanya pada Sosok bertopeng yang tadi dikejar oleh Chen An.
“Benar Wakil Ketua Satu, Hati-hatilah menghadapi pemuda ini. Kita belum tahu sejauh mana kemampuannya.”
Wakil Ketua Satu mendengus kesal. “Bisa melayang di udara, memang hal yang luar biasa. Namun, kemampuan bertarungnya belum tentu sehebat itu, bukan? Jangan takut pada bocah yang kencing saja belum lurus ini.”
Chen An hanya tertawa geli mendengar ucapan sosok Wakil Ketua ke satu itu. “Bagaimana caranya agar kencing ku bisa lurus, maukah Paman mengajariku? Hehehehe …”
“Kurang ajar Kau!”
Wakil Ketua Satu menjadi murka mendengar ucapan Chen An yang berani meledeknya.
Chen An hanya tersenyum dingin, saat merasakan aura kekuatan besar, memancar dari tubuh dua orang yang berada di Tingkat Pendekar Langit Tahap Puncak.
########
__ADS_1