
“Siapa mereka? Mengapa Komandan Chang terlihat sangat ketakutan.” Menyadari hal itu, Chen An segera membuat perisai dari energi untuk melindungi Komandan Chang dan Putera Mahkota Jiang Fu.
Kelima orang Kakek itu, tak melihat apa yang dilakukan oleh Chen An. Hal itu karena mereka telah melesat ke udara, seraya menyerang pemuda itu dengan melesatkan dua pisau ke arahnya.
Chen An tetap bersikap tenang walau mengetahui serangan itu sangat mematikan bagi Pendekar Tingkat Langit sekalipun.
Dengan mengibaskan tangannya satu kali, sepuluh pisau yang mengarah ke tubuh Chen An itu, meledak hancur. Hal itu membuat ke Lima kakek, membelalakkan matanya lebar-lebar.
“Mustahil!”
“Tidak Mungkin!”
“Bagaimana bisa?!”
Baru kali ini kelima Kakek yang berada di Puncak Pendekar Langit itu, melihat serangan mereka dihancurkan dengan begitu mudahnya, bahkan oleh seorang pemuda yang terlihat masih belia.
“Siapa Kau sebenarnya?!” Tanya salah satu Kakek yang berjubah hitam dengan corak berwarna merah darah. Ia menduga Chen an adalah seorang jagoan tua yang mempertahankan kemudaannya.
“Aku sebenarnya adalah Anak dari Ayah dan Ibuku, apakah masih ada pertanyaan lain?!” Chen An berkata sambil tersenyum tipis.
“Kau! … Berani sekali Kau berkata seperti itu dihadapan Kami Lima Hantu Pisau Iblis! Kalian semua! Gunakan Formasi Pisau Iblis Penghancur Langit.” Kakek itu menjadi sangat kesal mendengar jawaban Chen An yang meremehkan dirinya.
Ia pun memerintahkan ke empat rekannya untuk segera menyebar dan mengepung Chen An.
Setiap satu orang Kakek membuat sepuluh Pisau Iblis-nya membara dan melayang berputar di depan mereka. Sesaat kemudian, kelimanya menggerakkan pusaran api dari Pisau Iblis mereka menghadap ke arah Chen An.
Dari pusaran pisau yang berputar sangat kencang itu, melesat sebuah api berbentuk pisau sepanjang satu jengkal yang memancarkan aura Iblis sangat kuat.
Chen An menghindari Pisau itu dengan melesat ke udara. Namun tidak Ia duga, kelima pisau api itu berbelok arah dan kembali mengejarnya.
Chen An menghindarinya dengan melayang lebih tinggi lagi ke udara. Hal yang membuat Kelima kakek itu kembali terkesiap dengan mulut terbuka lebar.
“Apa! … Bocah ini bisa melayang seperti ketua Hong dan Ketua Cheng Kun? Kita bukan lawannya. Ayo cepat pergi!” Salah satu dari kakek itu berkata dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
“Adik Jangan takut! Ayo satukan kekuatan. Kita gabungkan Pisau Iblis untuk membunuh bocah itu, sebelum dia menyerang kita.” Satu orang kakek yang lebih tua berkata dengan suara yang panik.
“Tidak! Jangan! … Makhluk itu akan terlepas dari mantera buatan guru. Kita belum memiliki kemampua untuk mengendalikannya.” Sosok Kakek berjubah hijau yang dipanggil adik, terkejut dan panik.
Sementara Chen An yang terus menghindari pisau berhawa iblis itu, sedang memutar arah melayangnya untuk melakukan serangan balik kepada lima orang Kakek yang tiba-tiba duduk bersila.
Chen An segera membalikkan badan, dan mendapati sepuluh pisau api itu tiba-tiba berhenti dan membentuk sebuah formasi yang tidak Ia ketahui apa tujuannya.
Sedetik kemudian, Chen dikejutkan dengan memancarnya aura Iblis yang sangat kuat dari ke sepuluh pisau Api tersebut. Saat itulah sebuah tanda dari Rambut Merah dirasakan oleh Chen An.
Ia segera memunculkan pedang bintang Merah, tepat setelah sepuluh pisau itu bersatu membentuk sebuah pisau raksasa yang mengeluarkan asap hitam di sepanjang bilahnya.
Kepulan asap hitam itu semakin membesar dan akhirnya menampakan wujud sesosok mahkluk setinggi lima meter dengan mata yang semerah darah. Sedang di kepalanya terlihat dua buah tanduk kecil.
Chen An mengalirkan sejumlah besar qi ke bilah pedangnya. Aura kekuatan Roh Rambut Merah segera memenuhi udara yang membuat paniksosok makhluk Iblis tersebut.
“Dia?! … Tidak mungkin Dia berada di sini!” Mahkluk itu berniat kembali memasuki bilah pisau pusaka tempat Ia bersemayam, namun Roh Rambut merah tiba-tiba muncul dan membuat Segel Api Neraka yang segera mengurungnya.
Tubuh Ke lima kakek itu bergetar hebat, menyaksikan peristiwa yang tidak pernah terbayangkan oleh mereka seblumnya. Mereka terlihat takjub melihat Sosok, rambut merah setinggi lima meter dengan tubuh yang terbungkus kobaran Api.
Saat roh rambut merah menghilang bersama dengan hilangnya pedang Chen An dari pandangan, kelima Kakek itu bisa menarik nafas lega.
Namun sedetik kemudian,mereka dikejutkan dengan Chen An yang tiba-tiba menghilang dan tahu-tahu telah muncul di belakang kelimanya.
Dengan cepat, Chen An menghabisi empat orang Kakek dari Lima Hantu Pisau Iblis dan menyisakan satu orang Kakek yang berjubah Hijau. “Ampuni Aku tuan Muda!”
Kakek berjubah hijau bersujud di depan Chen An yang berniat mencari informasi tentang di mana Hong Qi dan Cheng Kun berada saat ini.
Namun, tanpa diduga Si Kakek berjubah hijau, melemparkan serbuk putih ke wajah Chen An yang karena terkejut,menendang tubuh SI Kakek hingga hancur saat membentur sebuah pohon besar.
Chen An terbatuk-batuk sebelum akhirnya duduk bermeditasi. Dalam waktu kurang dari satu menit, Ia berhasil mengeluarkan bubuk racun yang mampu melumpuhkan jaringan otot di tingkat Otot Baja Tua.
Sementara Komandan Chang Bin sedang melotot melihat apa yang baru saja terjadi di depan matanya.
__ADS_1
Lima Hantu Pisau Iblis yang dikenal sangat kejam dan sangat kuat itu, tewas dengan mudah di tangan seorang pemuda belasan tahun. Sulit baginya untuk mempercayai hal tersebut.
Setelah menghilangkan perisai pelindung, Chen An segera bertanya kepada Komandan Chang.
“Komandan Chang, apa rencana Anda selanjutnya? Akan Anda bawa kemana Putera Mahkota?”
Komandan Chang terdiam. Ia tidak lagi memiliki rencana apapun, juga tidak mengetahui di mana tempat yang benar-benar aman baginya dan Pangeran Mahkota untuk bersembunyi.
“Jika begitu, anda dan pangeran ikut saja denganku ke Ibukota.” KomandanChang terbelalak. “Tuan Pendekar apakah Anda ingin menyerahkan kami kepada meraka?!”
Komandan Chang segera mendekap Pangeran Mahkota Jiang Fu. Terlihat rasa takut dan panik di wajahnya.
“Tidak Komandan, Aku akan mengusir mereka dari Ibukota. Mungkin Hong Qi dan Cheng Kun berada di sana?” Jawban Chen An yang tegas, membuat Komandan Chang Bin akhirnya mempercayainya.
“Tuan Pendekar!....Jangan lepaskan kami!” Komandan Chang terlihat ketakutan saat Chen An membawanya melayang di udara dengan melilit tubuh mereka dengan energi qi-nya.
Mereka menuju arah Barat Laut untuk mendatangi Ibukota Jianchang. Selama dalam perjalanan, beberapa kali Chen An berhenti saat melihat sebuah desa atau kota kecil yang sedang diserang oleh para pendekar aliran hitam.
Setelah menolong penduduk desa atau kota yang dilewatinya, Chen An lalu mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja karena Putera mahkota masih hidup dan akan kembalibertahta.
Saat berkata demikian, Chen An mengangkat tangan Pangeran Mahkota yang berdiri di sampingnya. Penduduk pun menjadi senang melihatnya.
Setelah melewati beberapa desa dan kota. Akhirnya Mereka tiba di sebuah kota yang sangat besar, dikelilingi benteng setinggi delapan meter.
Ditengah kota tersebut, terlihat sebuah patung raksasa setinggi tiga puluh meter yaang berwujud seorang manusia tanpa kepala.
“Kurang Ajar! Berani sekali mereka menghilangkan kepala Patung Yang Mulia Kaisar Jian Bei!” Komandan Chang terlihat sangat marah, melihat patung pendiri Kekaisaran Jian itu tanpa kepala lagi.
Chen An segera membuat perisai energi untuk melindungi komandan Chang dan Pangeran Mahkota. Ia memutuskan turun dari ketinggian mereka yang berada seratus meter dari udara.
Saat telah berada kurang dari seratus meter lagi dari gerbang Benteng Timur, ketinggian Chen An hanya dua puluh meter dari tanah. Hal itu membuat para penjaga gerbang, segera waspada.
@@@@@
__ADS_1