Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
064: Rencana Hong Qi


__ADS_3

Tuan … Apa yang telah terjadi? Kenapa tanah-tanah itu bisa mengambang di udara?” Tanya Zhang San yang keheranan, melihat ruang udara di atas Ibukota Weihu, dipenuhi oleh tanah dan batu-batu kecil yang mengambang.


Thio San lalu menjelaskan secara cepat apa yang terjadi selagi Zhang San pingsan tadi. Zhang San tak ingin percaya, namun setelah mengingat banyak hal mustahil yang terjadi di hadapannya hari ini, Ia pun tak punya pilihan selain mempercayainya.


Ia mengedarkan pandangan ke seluruh area wilayah selatan yang telah porak-poranda. Namun Ia menyadari keberuntungan sedang menaungi Kekaisaran Wei dengan adanya dua orang yang memiliki kemampuan jauh di atasnya.


Sementara itu Thio San sedang termenung, memikirkan apa yang tengah terjadi pada Chen An. “Kekuatan yang Chen Cen tunjukkan tadi apakah mungkin berada di Ranah Dewa Abadi. Mungkinkah dia …”


“Tuan … Tuan …!” Panggilan keras dari Zhang San membuat Thio San keluar dari lamunannya. “Ada apa kau memanggilku seperti itu!” Suara Thio San meninggi.


“Ah syukurlah … Aku hanya takut anda sedang kerasukan seperti pemuda dan Kakek itu tadi. Hem … Bolehkah saya tahu Nama Tuan dan dari mana Tuan berasal …?”


“Kerasukan gundulmu!” Suara Thio San terdengar kesal. “Aku tidak berasal dari Dunia ini… Namaku Thio San.” Ucap Thio San yang kemudian terdiam sejenak.


“Kau sendiri… Darimana asalmu yang sebenarnya? Karena manusia di Dunia Bawah ini, tidak memiliki pengetahuan tentang membentuk energi qi. Bagaimana Kau bisa memiliki energi qi di tubuhmu?”


Tatapan Thio San yang tajam dan suara yang mengintimidasi kepada Zhang San, tentu saja membuat Guru Agung Kekaisaran Wei itu menjadi kesal.


Satu-satunya orang yang berani bicara seperti itu kepadanya, hanya Yang Mulia Kaisar. Namun mengingat kekuatan Thio San jauh di atasnya, Zhang San hanya bisa menelan ludahnya.


“Sebaiknya kau berbicara yang sebenarnya! Atau aku akan terpaksa memaksamu!”Nyali Zhang San menjadi ciut saat menyadari Thio San terlihat serius dengan perkataannya.


“Kurang lebih delapan tahun lalu, Aku mendatangi kekaisaran Jian, setelah mendengar berita ditemukannya sebuah Kitab Pusaka oleh saudara sepupuku, Yuan Shi.”


Setelah menelan sejenak ludahnya, Zhang San lalu menceritakan jika Ia bertemu dengan Yuan Shi secara rahasia. Hal itu atas permintaan Yuan Shi sendiri.


Walau heran, Zhang San memenuhi permintaan itu, dengan mendatangi sebuah jurang di suatu malam, tempat di mana Yuan Shi telah menunggunya.


Yuan Shi lalu mengatakan jika dirinya merasakan firasat buruk, saat mengetahui Hong Qi menginginkan Kitab Dewa yang Ia temukan itu.


“Sepupuku itu menginginkan Aku memiliki Kitab Dewa ini serta merahasiakan keberadaannya. Dia juga mengatakan, jika dirinya tewas, Aku tidak boleh menuntut balas pada Hong Qi sebelum menguasai seluruh teknik dalam Kitab Dewa, agar keberadaan kitab itu tidak membuat Dunia Persilatan menjadi gaduh.”


Thio San mengerutkan dahinya. “Lalu di mana Kitab Dewa itu berada saat ini?” Tanya Thio San dengan tatapan tajam.


“Ada di sebuah ruang rahasia milikku.” Jawab Zhang San dengan suara bergetar. Ia tak ingin mendengar jika sosok yang sangat kuat itu, meminta Kitab tersebut darinya. Namun harapannya hancur berkeping-keping setelah mendengar ucapan Thio San.


“Setelah Segel Pelindung kota ini hilang, antarkan Aku mengambil Kitab Dewa itu, karena muridku sedang mencarinya!” Wajah Zhang San yang berubah, membuat dahi Thio San mengerut.

__ADS_1


“Tuan Thio … Siapakah sebenarnya murid anda itu? Mengapa seolah-seolah Kitab itu adalah miliknya? Sehingga memberikan kitab itu padanya seperti menjadi sebuah kewajiban untukku.”


“Jadi Kau tak ingin memberikannya?!” Tanya Thio San dengan senyum tersungging di sudut bibirnya. “Percayalah … Aku bisa membunuhmu seperti membunuh seekor nyamuk. Jangan memaksaku melakukan hal itu!”


Zhang San menelan ludahnya. “Sekalipun Aku harus mati di tangan anda, Aku tak memiliki alasan untuk memberikan kitab itu pada Anda Tuan Thio. Karena kitab itu boleh Aku serahkan hanya pada orang-orang dari Sekte Tangan Suci saja.“


Mata Thio San melebar, namun Ia harus mengakui kebenaran kata dari Zhang San. “Jika begitu kau berikan saja pada muridku Chen Cen … Karena dia adalah Putera dari Ketua Sekte Tangan Suci yang terakhir.”


Tentu saja penjelasan Thio San membuat Zhang San terbelalak. Di saat bersamaan, sebuah cahaya pelangi memancar sangat terang di belakang tubuh Thio San yang segera berbalik dengan sikap waspada.


“Chen Cen … Apakah itu dirimu?!” Dari cahaya pelangi, terlihat sesosok manusia yang tidak terlihat wajahnya karena cahaya sangat menyilaukan mata.


“Benar Guru!” Ucap Chen An sesaat setelah cahaya pelangi itu menghilang. “Chen Cen … Kau… Bagaimana kau melakukannya? Dari mana saja kau sedari tadi?”


Chen An hanya tersenyum tipis dengan wajah yang terlihat malu, Ia tak ingin mengatakan apa yang baru saja terjadi dengannya.


“Aku … Aku memasuki dimensi lain yang disebut Dimensi Dunia Jiwa yang dimiliki Lin’er, bukan Dunia Jiwa milikku Guru.” Jawab Chen An yang lalu mengalihkan pandangan pada Zhang San yang tengah menatapnya dengan seksama.


“Dunia Jiwa?! Ah … Jadi gadis roh itu memiliki kultivasi di Ranah Dewa Abadi?” Tanya Thio San dengan suara yang terdengar takjub.


“Benar Guru … Ehmm Sesepuh …Ada apa Anda memandangi Aku seperti itu?” Tanya Chen An yang membuat Zhang San sedikit gelagapan.


“Benarkah itu Sesepuh!?” melihat Zhang San mengangguk, Chen An kembali berkata.”Sesepuh … Bolehkan Aku melihat Kitab itu? Karena mendiang Ayahku adalah Ketua terakhir Sekte Tangan Suci yang telah dibunuh oleh orang bernama Hong Qi.”


Zhang San tersenyum lebar. “Aku akan memberikan kitab itu padamu Chen Cen! Karena bagaimanapun juga Kau adalah murid dari sepupuku Yuan Shi. Bisa dibilang Aku adalah Kakek Gurumu juga.”


“Jangan bicara sembarangan!” Thio San terlihat marah. “Kakek Guru apanya? Kau tak pernah mengajari satu jurus pun padanya, berani sekali mengaku sebagai Kakek Guru segala!”


“Dan satu lagi yang perlu kau ingat, namanya adalah Chen An. Jangan pernah memanggilnya Chen Cen.. karena itu adalah panggilan sayang ku padanya.”


Chen An sedikit heran melihat ucapan Gurunya yang berapi-api seperti anak kecil yang sedang berebut sesuatu. Sementara Zhang San terlihat meradang marah.


Chen An segera menengahi perdebatan kedua orang Kakek itu. Di saat bersamaan Segel Pelindung kota Weihu menghilang, suara pasir dan tanah yang bergemuruh jatuh, mengalihkan pandangan ketiga orang itu.


@


Di tempat yang jauh berjarak ribuan ratusan Li dari kota Weihu, tepatnya di sebelah Timur Kekaisaran Jian. Yuan Bei terlihat baru tiba di sebuah kota kecil yang ternyata adalah tempat beradanya Sekte Tongkat Hitam.

__ADS_1


Ia datang bersama Bayangan Angin yang telah menyelamatkannya saat terjadi pertarungan antara Chen An dan gurunya Tan Hu.


Setelah dantiannya dihancurkan oleh Chen An, Yuan Bei memutuskan untuk menemui Hong Qi, Ketua Sekte Tongkat Hitam yang telah menguasai Kekaisaran Jian.


Ibukota kekaisaran Jian, Jinjiang, kini berada di bawah pimpinan Cheng Kun. Ia berhasil membunuh Kaisar, namun gagal membunuh Putera dan Puterinya yang telah melarikan diri, bersama dua pengawal pribadi Ayahnya.


“Siapa Kalian!!”


Suara bentakan yang keras menghentikan langkah Yuan Bei dan Bayangan Angin, saat keduanya tiba di depan gerbang Sekte Tongkat Hitam.


Yuan Bei lalu memperkenalkan dirinya dan Bayangan Angin. Setelah menunggu beberapa saat, Hong Qi datang sendiri menyambut keduanya.


“Tuan Muda Bei … Mengapa Anda datang tidak seperti sebelumnya?” Hong Qi yang merasa sedikit heran akan cara kedatangan Yuan Bei, segera mengedarkan indera spiritualnya.


“Ah .. Dantiannya telah hancur! Dia tidak memiliki energi qi lagi, pantas saja dia tidak datang dengan cara melayang di udara. Apa yang terjadi padanya?”


Yuan Bei yang mengetahui apa yang telah Hong Qi lakukan, segera berkata. “Ketua Hong, Aku ke sini karena diutus oleh Guruku. Hanya Anda orang yang bisa memulihkan kondisi Dantianku yang telah hancur ini.”


Tentu saja Yuan Bei tidak berkata yang sebenarnya, Ia menutupi kenyataan bahwa gurunya Tan Hu telah tewas oleh Chen An.


Sedangkan Hong Qi terkesiap setelah mendengarnya ucapan Yuan Bei. “Bagaimana Ketua Tan Hu bisa mengetahui Kultivasi Iblis yang ku pelajari dari Kitab Raja Iblis?”


“Apa maksud Anda Ketua Dua? Aku sama sekali tidak ahli dalam hal pengobatan.” Yuan Bei hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Hong Qi.


“Ketua Hong … Guruku mengetahui jika Anda telah mempelajari Kultivasi Iblis. Ada sebuah Teknik dalam Kitab Iblis yang bisa memperbaiki kerusakan pada Dantian. Orang yang menghancurkan dantian ku, mungkin saat ini sedang mencari Anda. Untuk menuntut balas atas kematian kedua orang tuanya delapan tahun lalu.”


Hong Qi kembali menunjukkan wajah terkejutnya. “Apa maksud Anda Ketua Dua? Siapa orang ingin menuntut balas atas kematian kedua orang tuanya itu?”


“Dia bernama Chen An, Putera Ketua Chen Bun. Ketua terakhir Sekte Tangan Suci.” Jawaban Yuan Bei membuat Hong Qi teringat akan penyerangan ke Sekte Tangan Suci delapan tahun lalu.


“Aku akan membantu Anda menghadapi Pemuda itu jika Aku berhasil memulihkan kultivasi ku lagi dengan teknik dari Kitab Iblis yang Anda miliki Ketua Hong.”


Hong Qi tertawa dalam hatinya. Hanya Ia dan Cheng Kun saja yang mengetahui rahasia besar tentang rencananya, untuk menguasai kekaisaran Wei.


Dirinya selama ini berpura-pura lemah dan bodoh di hadapan Tan Hu maupun Yuan Bei. Ia pura-pura patuh kepada Tan Hu dan menunggu waktu untuk membunuhnya saat sosok itu telah menguasai kekaisaran Wei.


“Sepertinya Aku masih harus berpura-pura lagi? Aku akan memanfaatkan si bodoh Yuan Bei ini setelah Ia disembuhkan dengan teknik dari Kitab Iblis itu.”

__ADS_1


Setelah menyusun rencana seperti itu dalam benaknya, Hong Qi lantas mengajak Yuan Bei masuk dan memperlakukan pemuda itu seperti waktu sebelumnya.


@@@@@


__ADS_2