Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
067: Chen An Vs Cai Lung


__ADS_3

“Sepertinya Pemuda itu menyadari keberadaanku? Tapi bagaimana bisa? Sedangkan Kultivasinya saja masih berada di Ranah Dewa Semi Abadi. Apakah Ia menyembunyikan tingkat kultivasinya yang sebenarnya? Sepertinya perjalanan lintas dimensi ku kali ini akan menarik …”


Sosok yang tak terlihat wujudnya itu, hanya menatap ke arah Chen An yang sedang mengedarkan pandangannya. “Aneh … Aku tadi sempat merasakan Aura samar-samar berada di dekat sini. Apakah cuma perasaanku saja.”


DUAGH!


Suara benturan lengan Thio San dan Cai Lung mengalihkan perhatian Chen An yang tak bergeming sedikitpun, saat fluktuasi udara yang kuat akibat benturan itu menerpa tubuhnya.


Tendangan Thio San berhasil dihindari dengan mudah oleh Cai Lung. Murid Tianchang itu masih memasang senyum, sengaja meremehkan Thio San untuk membakar emosinya.


Thio San mengubah gerakan jurusnya, seraya mengalirkan qi lebih banyak lagi. Jurus demi jurus telah Thio San gunakan, namun belum satupun serangannya yang berhasil mengenai tubuh lawan. Demikian pula dengan serangan Cai Lung.


“Hanya segini saja kemampuanmu Pak Tua? Mana Jurus Tapak Murka Naga Luo Tianyi yang katanya hebat itu!” Cai Lung tak berhenti menghina Thio San.


Mendengar ucapan itu, Chen An mulai terpancing kemarahannya. “Guru … Biar murid yang memberi pelajaran pada manusia lancang yang berani menghina Jurus milik Kakek Guru!”


Thio San yang masih menyembunyikan tiga Jurus terkuatnya, tetap terlihat tenang. Namun menyadari Aura kekuatan Chen An yang meningkat, Thio San segera mengambil jarak dan melesat mendekati Chen An.


“Chen Cen … Tunjukkan kekuatan Jurus Tapak Murka Naga itu pada Guru.” Chen An pun tersenyum senang. Ia segera melesat ke hadapan Cai Lung yang tengah bersantai dengan tangan yang bersedekap di dada.


“Apakah Kau sudah tak waras Pak Tua Thio? Seranganmu saja tidak bisa menyentuh tubuhku, apalagi serangan mur …?”


BUGH!


HOEK!


Tubuh Cai Lung terpental puluhan meter akibat sebuah tinju yang sangat keras dan cepat dari Chen An. Dari mulutnya tersembur darah yang menunjukkan jika Ia terluka dalam.


“Apa! Cepat sekali!” Sosok yang tak terlihat wujudnya itu, tersentak kaget melihat kecepatan yang baru saja ditunjukkan oleh Chen An. “Bocah ini…..”


“Kurang Ajar! … Kenapa Kau menyerangku di saat Aku belum siap!” Cai Lung yang telah menguasai diri, berteriak marah seraya melesat mendekati Chen An. Kesombongan dalam dirinya, membuat Ia tidak menyadari perbedaan kekuatannya dengan Chen An.


“Oh Maafkan Aku, Ku kira Kau tadi sudah siap. Jika begitu Kau boleh membalas menyerangku dengan sekuat tenagamu, Aku tak akan menghindarinya.” Jawab Chen An yang kini melipat kedua tangannya di dada, berpose persis dengan Cai Lung tadi.

__ADS_1


“Kau! … Tua bangka Thio! Jangan salahkan Aku jika menghancurkan kepala muridmu ini!”


Cai Lung mengerahkan seluruh energi qi-nya. Kemarahannya begitu menggelegak, karena selama ini tidak ada satu orang pun di Dunia Atas yang berani meremehkan dirinya, seperti yang Chen An lakukan.


“Lakukan saja jika Kau merasa mampu!” Ucapan Thio San membuat kemarahan Cai Lung bertambah menggelegak.


Dengan berteriak keras, Cai Lung melesat seraya menghantamkan serangan tapaknya tepat ke arah kepala Chen An yang tetap tak bergeming dari tempatnya.


BOM


AAAARGGHHH


Chai Lung berteriak keras saat tubuhnya terpental puluhan meter, dengan tulang telapak tangan kanannya yang patah menjadi beberapa bagian.


“Tidak mungkin!! Tidak mungkin!”


Cai Lung berteriak histeris seraya menatap telapak tangannya yang mengucurkan darah dan terasa sangat sakit. Setelah menatap Chen An yang terlihat baik-baik saja, rasa jerih mulai menyelimuti dirinya.


Namun sesaat kemudian Ia tersentak kaget, saat merasakan Aura Cai Lung yang meningkat drastis seiring dengan teriakkannya yang begitu keras.


GOAAARHHHG


Tubuhnya sosok yang tak berwujud itu, ikut bergetar seolah tersengat petir, saat Aura kekuatan Cai Lung yang berhawa Iblis meledak memenuhi udara. Kekuatan Iblis di tahap Puncak Ranah Dewa Semi Abadi.


Chen An sedikit melebarkan matanya. Ia sudah terbiasa merasakan Aura Iblis dari seseorang yang menelan Pil Darah Iblis. Namun kali ini, Ia melihat hal yang berbeda.


Sosok Cai Lung terlihat memiliki mata merah, dengan kulit wajah yang juga berubah menjadi semerah darah. Selain itu, di kedua kepala bagian depannya, muncul sepasang tanduk kecil.


Saat Cai Lung, menyeringai terlihat sepasang taring besar dan tajam di mulutnya. Lidahnya terlihat berubah menjadi kemerahan, seolah sedang menelan bara api.


Menyadari kekuatan lawan tidak bisa dianggap remeh lagi, Chen An meningkatkan kekuatannya dengan mengalirkan energi dari Mustika Bintang.


WHUSSSHH

__ADS_1


Udara di sekitar tubuh Chen An berhembus kencang, saat pemuda itu mengerahkan kekuatan di Ranah Dewa Abadi Level satu. Sebuah lingkaran cahaya muncul di bagian belakang kepalanya.


Walau lawan jauh lebih kuat darinya, Cai Lung tak terlihat gentar sedikitpun. Ia melesat bagai kilat melepaskan serangan ke arah kepala Chen An.


DUAGH


BUGH


Lagi-lagi Cai Lung memuntahkan darah segar setelah serangannya berhasil Chen An tangkis dan melesatkan serangan kuat ke arah perutnya.


Setelah Cai Lung berhasil menguasai dirinya, Ia menggeram seraya membuat seluruh tubuhnya diselimuti oleh api yang sangat panas.


Di mata dan mulut Cai Lung, juga terlihat kobaran api kecil. Murid ke tiga Tianchang itu, mulai melakukan sebuah gerakan yang membuat Thio San segera berteriak untuk mengingatkan muridnya.


“Chen Cen …Hati-hati! Itu jurus Tapak Api Neraka yang sangat berbahaya!”


Mendengar teriakan Sang Guru, Chen An segera bersiap dengan jurus Tapak Murka Naga. Bersamaan itu serangan dahsyat datang dari Cai Lung.


Kobaran Api yang membentuk sebuah telapak tangan raksasa, menderu sangat cepat dan kuat ke arah Chen An yang segera menggerakkan tangannya.


Sesosok energi berbentuk ular naga berukuran besar dan berwarna kuning kemerahan. Melesat dari kedua telapak tangan Chen An yang terkembang ke arah telapak tangan Api raksasa Cai Lung.


BLAAMMM!


Tanah berguncang hebat hingga radius belasan kilometer. Angin badai pun tercipta dan berhembus sangat kuat, dari benturan dua energi maha besar itu.


Thio San bahkan gagal mempertahankan posisinya. Tubuhnya terhempas hingga hampir seratus meter jauhnya. Sementara Tubuh Cai Lung terhempas belasan meter dengan mulut yang berlumuran darah. Sedang Chen An masih tetap berada di tempatnya semula.


“Menarik … Di level berapa sebenarnya kekuatan Bocah ini? Seandainya Aku tidak sedang dalam misi rahasia dari Tuanku, ingin sekali Aku mencoba kekuatan bocah ini.”


Sosok yang tak terlihat tubuhnya itu, segera membalikkan badan untuk beranjak pergi. Namun Ia terkesiap saat mendapati Chen An telah berada sepuluh meter di depannya. Menghadang jalannya.


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2