Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
070: Penjelasan Rambut Merah


__ADS_3

“Rambut Merah, Aku masih penasaran tentang Tuan Puterimu, Mei Lin. Mengapa Ia disebut sebagai Perempuan Iblis oleh para Roh Penghuni Senjata itu?”


Roh Rambut Merah terdiam sejenak, membuat Chen An sempat curiga dengan sikapnya itu.


“Itu karena peristiwa yang terjadi lebih dari seribu tahun lalu, saat Tuan Puteri Mei Lin berambisi menguasai Dunia Sembilan Benua. Ia berlaku kejam saat membunuh separuh jagoan terkuat dari delapan Suku Manusia lain.”


Rambut Merah terdiam sejenak, lalu kembali menjelaskan jika semua kekacauan itu Mei Lin lakukan demi bertemu dengan Ayah kandungnya yang sedari kecil tidak pernah Ia lihat.


Karena dirinya seorang Puteri dari Manusia Alam Dewa, sedari kecil Mei Lin telah memiliki kekuatan tinggi dan terus meningkat seiring dengan usianya yang bertambah. Dengan kekuatannya itu, Ia pun menjadi perempuan yang kejam.


Apa yang dilakukan oleh Mei Lin, membuat Delapan Kaisar dari delapan Benua lain menjadi murka. Mereka yang sebelumnya saling berselisih, kemudian bersatu untuk membunuh Mei Lin.


Dalam pertarungan yang tak seimbang dalam jumlah itu, Mei Lin nyaris membunuh salah satu Kaisar jika saja Dewa Angin tidak datang menolongnya.


Dewa Angin menggunakan Segel Sembilan Energi untuk mengurung Mei Lin sebagai hukuman atas perbuatannya. Kunci untuk membuka segel itu, terdiri dari sembilan buah. Dewa Angin memberikan delapan buah kunci kepada masing-masing Kaisar.


Walau terlihat menolong para Kaisar, sebenarnya Dewa Angin sedang menyelamatkan Puterinya tersebut dari murka delapan Dewa lainnya. Namun, hal itu baru Mei Lin ketahui, saat sang Ayah menemui dirinya di Alam Mimpi.


Setelah Dewa Angin kembali ke Alam Dewa, Delapan Kaisar lain menyadari tujuan sebenarnya dari Dewa Angin yang datang membantu mereka.


Delapan Kaisar itu pun menjadi kecewa dan marah, karena termakan muslihat Dewa Angin. Mereka akhirnya kembali ke Benua masing-masing dan segera bermeditasi di depan Kristal Pusaka Dewa untuk meminta petunjuk dari Dewa Pelindung mereka.


Kristal Pusaka Dewa adalah sebuah Kristal berukuran sebesar rumah yang diletakan di masing-masing benua oleh para Dewa yang menciptakan benua itu.


Konon, Dunia Sembilan Benua adalah dunia yang diciptakan oleh Sembilan Dewa terkuat. Mereka adalah Dewa Api, Dewa Angin, Dewa Air, Dewa Bumi, Dewa Petir, Dewa Logam, Dewa Kayu, Dewa Batu, dan Dewa Hewani.


Tujuan mereka menciptakan Dunia Sembilan Benua itu adalah sebagai tempat untuk menghukum anggota Klan masing-masing dewa itu, yang telah melanggar aturan Raja Dewa, sosok yang menjadi Penguasa di Alam Dewa.


Sebenarnya Raja Dewa tidak setuju dengan dengan penciptaan Dunia Sembilan Benua itu. Ia lebih memilih memberikan hukuman mati, dari pada mengusir mereka dari Alam Dewa.


Namun karena tak ingin kehilangan kesetian dari sembilan Dewa lain, Raja Dewa pun menyetujui penciptaan dunia tersebut dengan sebuah syarat.


Mereka yang dihukum buang ke Dunia Sembilan Benua, harus dimusnahkan kekuatannya terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka akan kehilangan keistimewaan untuk hidup abadi.


Namun, kesembilan dewa itu keberatan dengan syarat tersebut. Jika kekuatan pelanggar hukum itu dimusnahkan, bagaimana mereka akan melindungi diri dari serangan para Iblis.

__ADS_1


Selama ini, Kaum Iblis selalu memburu anggota Klan Dewa yang lemah untuk disantap dagingnya, agar kekuatan para Iblis itu bisa meningkat dengan cepat.


Raja Dewa pun memberikan solusinya agar syarat darinya itu bisa di terima oleh Kesembilan Dewa itu. Solusinya adalah dengan menaruh Kristal yang berada di kening mereka, untuk menjadi Pusaka Pelindung di Dunia tersebut.


Awalnya Kesembilan Dewa itu tidak setuju dengan cara itu. Karena dengan melepaskan Kristal Dewa dari kening mereka, maka kekuatan kesembilan Dewa itu akan berkurang dua puluh lima persen.


Namun Dewa Mimpi yang bijaksana menengahi perdebatan itu dan memberikan pendapatnya.


Jika kesembilan Dewa itu melepaskan kristal Dewa di Dunia yang mereka ciptakan, maka anggota mereka yang berada di dunia itu, bisa melakukan kultivasi dengan menyerap energi yang tiada berbatas dari kristal itu.


Tanpa sepengetahuan Raja Dewa, Dewa Mimpi mengirimkan pesan rahasia kepada sembilan dewa itu, berupa sebuah mimpi buruk yang Ia sebut sebagai suatu pertanda.


Dalam mimpi itu, terlihat Sungai Suci Alam Dewa berubah airnya menjadi berwarna semerah darah. Entah apa yang akan terjadi di Alam Dewa ke depannya nanti. Ia sendiri masih terus menggali makna dari mimpi tersebut.


Akhirnya kesembilan Dewa menuruti perkataan Dewa Mimpi.


Setelah tujuh hari tujuh malam mereka menciptakan Dunia Sembilan Benua, Kesembilan Dewa itu melepaskan Kristal Dewa dari kening mereka, lalu meletakannya tepat di tengah-tengah Benua yang mereka ciptakan.


Selain untuk melindungi masing-masing Benua, Kristal Pusaka Dewa itu juga berfungsi sebagai alat komunikasi bagi Sang Kaisar untuk berdiskusi dengan Dewa Pelindung mereka masing-masing.


Sebuah sidang besar diadakan di Alam Dewa untuk membahas hal tersebut. Namun Raja Dewa terpaksa memberi tahu mereka jika Dewa Angin bertindak demikian atas perintahnya.


Para Dewa pun terkejut dan meminta penjelasan Raja Dewa, yang kemudian terpaksa membocorkan peristiwa hilangnya Kitab yang berisi Teknik Sembilan Dewa dan juga Kitab Raja Iblis dari perpustakaan Alam Dewa.


Raja Dewa memberi hukuman pada Mei Lin untuk mencari kedua kitab itu. Tubuh gadis itu tetap berada di dalam Segel Sembilan Energi, namun rohnya akan dikirim ke Dunia Atas untuk mencari keberadaan kedua kitab itu.


Raja Dewa merahasiakan tentang Mustika Bintang miliknya yang menghilang secara aneh. Mustika itu Ia dapatkan dari Seorang Dewa Kuno yang adalah Raja Para Dewa sebelum dirinya.


Dewa Kuno mengasingkan diri dari Alam Dewa, setelah Ia berhasil menyegel Raja Iblis ke dalam Segel Dunia Hitam, puluhan ribu tahun lalu.


Hanya Dewa Angin saja yang mengetahui hilangnya Mustika Bintang itu. Karena hanya pada Dewa Angin saja, Raja Dewa bisa mempercayakan tugas tersebut.


“Jadi hanya Dewa Angin dan Puterinya serta dirimu saja yang mengetahui tujuan rahasia dari Raja Dewa?” Tanya Chen An.


Rambut Merah terdengar terkejut akan ucapan Chen An. “Tujuan Rahasia? Apa maksud AndaTuan Chen?” Chen An hanya tersenyum sebelum menjelaskan dugaannya.

__ADS_1


Roh Rambut Merah terdengar tidak percaya setelah Chen an selesai menjelaskan dugaannya. “Tidak mungkin! Mengapa Raja Dewa menghilangkan Kitab tersebut? Apa untungnya Ia melakukan semua itu?”


“Kurasa itu berkaitan dengan mimpi tentang sungai Suci Alam Dewa yang berubah warna menjadi semerah darah. Jika Aku tidak salah menduga, Dewa Mimpi juga telah memberitahu Raja Dewa tentang mimpinya itu.”


Roh Rambut Merah hanya terkekeh mendengar perkataan Chen An. “Tuan Chen, Anda terlalu banyak berimajinasi. Tidak mungkin Raja Dewa bertindak seperti itu.”


Chen An ikut tertawa, setelah menyadari dirinya dianggap terlalu jauh menduga hal yang baru saja Ia dengar. Saat itu, pagi telah tiba dan Chen An barusaja memasuki wilayah Kekaisaran Jian.


Ia lalu memasukan kembali Pedang Bintang Merah ke dalam cincin ruangnya. Saat ingin meminum arak, Chen An menyadari jika persediaan arak di dalam cincin ruangnya telah habis.


Setelah melihat sebuah kota di depannya, Chen An memutuskan untuk singgah di kota tersebut dan mengisi ulang persediaan araknya.


Tidak ingin menarik perhatian penjaga kota itu, Chen An memutuskan untuk memasuki kota dengan berjalan kaki layaknya penduduk biasa.


Setelah berjalan kaki sejauh satu kilometer, Chen An akhirnta tiba di depan gerbang selatan kota yang bernama Wuhu.


“Tunjukan identitasmu!”


Seorang penjaga gerbang yang terlihat arogan, berkata kepada Chen An yang sedikit heran melihat pakaian yang meeka kenakan. Para penjaga itu, bukan prajurit Kekaisaran Jian.


Chen An segera mengeluarkan plakat identitas yang dibuatkan oleh Paman Qiu Feng saat Ia berada di Kota Shanzui. Pria yang tadi berbicara, mengamati Chen An sejenak setelah Ia melihat identitas pemuda itu.


“Kau dari Kekaisaran Wei? Jika begitu, kau harus membayar uang keamanan sebesar satu keping emas agar bisa berada di kekaisaran Kami!”


“Begitukah? ... Baiklah.” Chen An memilih untuk mengalah, karena dirinya tak ingin keberadaanya diketahui oleh Hong Qi maupun Cheng Kun.


Setelah menerima satu koin Emas, Pria itu menmpersilakan Chen An memasuki kota Wuhu. Sepuluh rekannya yang lain, tersenyum setelah mendapat kedipan dari pria itu, yang kemudian menimang-nimang koin emas dari Chen An.


“Kau ikuti dia dan cari tahu di mana Diamenginap. Tuan Muda ini sepertinya memiliki banyak koin emas di balik jubahnya.”


Satu orang pun segera meninggalkan tempat itu dan memasuki kotauntuk membututi Chen An yang sedang berjalan dengan santai.


Setelah menemukan sebuah rumah makan dan penginapan besar yang memiliki bangunan tiga lantai, Chen An pun lantas memasukinya.


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2