Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
042: Ketegangan Memuncak


__ADS_3

“Anak muda, Apakah kau benar-benar telah membunuh semua orang yang ada di gerbang barat, termasuk tiga orang Pendekar Tingkat Langit yang memimpin mereka?” Suara Ruan Hu terdengar bergetar saat Ia bertanya demikian.


Chen An menyipitkan mata, menatap lekat wajah Ruan Hu yang memiliki kemiripan dengan orang yang terakhir kali Ia bunuh.


“Sepertinya, sosok yang terakhir Aku habisi adalah saudaramu, karena wajahnya begitu mirip denganmu.”


Ucap Chen An sambil bersiap dengan mengalirkan tenaga dalamnya. Ia memutuskan untuk tidak menggunakan energi qi-nya, yang tersisa kurang dari seratus Kristal lagi.


Tangan Kanan Ruan Hu terkepal kuat, demikian juga dengan tangan Zheng Yin. “Kau! …”


Ruan Hu dan Zheng Yin bergerak dalam waktu yang nyaris bersamaan. Amarah keduanya begitu menggelora, membuat seluruh tubuh mereka teraliri tenaga dalam dengan jumlah yang sangat besar.


“Awas Pendekar muda!”


Gerakan keduanya begitu cepat di mata Wakil Komandan pasukan kota Zhaodong dan Pemimpin Brio Pengawalan yang lantas berteriak keras memperingatkan Chen An.


PLAK!


DUAGH!


Dua serangan yang datang padanya, dengan cepat dihindari oleh Chen An. Ia bahkan memberikan serangan balik yang tak kalah cepatnya dengan serangan mereka.


Ketiganya pun segera bertukar serangan demi serangan yang sangat berbahaya dan mematikan, membuat puluhan orang yang melihat mereka, segera menjauhinya.


Zhi Hung yang belum ikut menyerang, terlihat mengerutkan dahinya. ”Ini … Apakah ini nyata? Bocah belasan tahun mampu mendesak dua orang di tahap Puncak tingkat Pendekar Langit?”


Zhi Hung tidak akan percaya hal itu, jika Ia tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri. Ia saja butuh puluhan tahun dan berlatih sangat keras, untuk bisa mencapai di tahap ini.


Sementara kemampuan yang ditunjukkan oleh Chen An, jauh melebihi kemampuan yang bisa ditunjukkan olehnya.


DUAGH


DUAGH


Dua suara benturan, terdengar keras disusul oleh terpentalnya tubuh Ruan Hu dan Zheng Yin. Keduanya berhasil menangkis tendangan mematikan dari Chen An, namun tubuh mereka harus terpental ke belakang hingga lima meter jauhnya.


“Apakah Kau butuh bantuanku Tuan Muda?” Suara Roh Phoenix Api terdengar, setelah Cui Lan merasa khawatir akan keselamatan Chen An dan memutuskan menggunakan kekuatan Roh Pedang Nirwana.

__ADS_1


“Kau jaga satu orang lainnya agar tidak membantu mereka berdua.” Entah Kenapa Chen An merasa senang dalam pertarungan kali ini dan tidak ingin orang lain ikut campur untuk membantunya.


Sementara Ruan Hu dan Zheng Yin sedang meredam getaran pada tangan mereka yang tadi beradu dengan tendangan pemuda belasan tahun itu.


“Ketua Hu … Sebaiknya kita gunakan senjata pusaka itu untuk membalas dendam atas kematian Adik kita. Sudah lama Aku ingin menguji jurus-jurus rahasia Sekte Gagak Hitam.” Ucap Zheng Yin seraya mencabut Pedang Pusaka berbilah hitam miliknya.


Ruan Hu yang berasal dari Aliran Netral, awalnya masih ingin memegang aturan Dunia Persilatan.


Namun mendengar ucapan Zheng Yin yang mengingatkan kembali atas kematian adiknya, membuat Ia segera mencabut Tombak Pusakanya dan mengabaikan segala aturan tersebut.


“Hahahaha … Dua orang kakek bangkotan di tingkat Pendekar Langit, mau main keroyokan melawan seorang bocah ingusan. Sungguh Terlalu….”


Ruan Hu, Zheng Yin dan Zhi Hung tersedak nafas mereka sendiri. Keduanya menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sosok yang berkata menggunakan tenaga dalam yang sangat tinggi itu.


“Setahuku hanya … Hanya Zhang San saja yang memiliki kekuatan sebesar ini. Bagaimana bisa Pengawal Sang Kaisar itu berada di Kota ini?” Suara bergetar Zhi Hung, membuat Zheng Yin dan Ruan Hu menjadi kesal mendengarnya.


Bukan rahasia lagi, bahwa julukan Jagoan Nomor Satu Aliran Putih Kekaisaran Wei saat ini disandang oleh Zhang San, pengawal sekaligus Guru Agung Kekaisaran Wei.


Konon kabarnya, kemampuan Zhang San telah melebihi Puncak Pendekar Langit, yakni Pendekar Tingkat Surgawi. Hal itu lah yang membuat suara Zhi Hung terdengar bergetar karena jerih.


“Siapa Kau ! jika berani tunjukkan wajahmu!” Karena kesal tidak menemukan keberadaan orang yang menertawai mereka, Zheng Yin berteriak dengan keras.


“Hahahahaha ….” Terdengar suara tawa dari atap bangunan balaikota yang berlantai dua. Semua orang mengalihkan pandangan ke arah asal suara, kecuali Chen An yang memang sudah mengetahui siapa orang itu.


Zheng Yin akan berkata lagi, namun mulutnya hanya terbuka lebar, tanpa sepatah kata pun yang terucap. Hal itu karena Ia begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Sosok yang tak lain adalah Thio San, melayang perlahan melewati halaman Balaikota dan turun di atas tembok pagar bangunan megah itu.


“Chen Cen … Cepat kau habisi mereka, masih banyak hal yang harus kita urus.” Thio San berkata tanpa melihat ke arah Chen An. “Baik Guru.” Jawab Chen An sambil mencabut Pedang Bintang Merah.


“Pantas saja, pemuda ini kemampuannya sangat tinggi. Ia memiliki Guru yang sepertinya sekuat Ketua Tan Hu.”


Zhi Hung dan Ruan Hu mengangguk, sepakat dengan perkataan Zheng Yin yang tengah mengeluarkan Pil Darah Iblis dari balik jubahnya.


Ruan Hu dan Zhi Hung pun segera mengeluarkan Pil darah Iblis mereka dan menelannya. Sesaat kemudian, udara dipenuhi ledakan aura membunuh dari ketiga orang tersebut.


Ruan Hu segera mengalirkan kekuatannya yang kini berada di tahap Pendekar Surgawi Tahap Dasar, ke arah Tombak Angin miliknya. Demikian juga dengan Zhi Hung dan Zheng Yin.

__ADS_1


AARRRGGGGHHHH


Tiga teriakan keras terdengar bersamaan, saat masing-masing senjata mereka tiba-tiba mengeluarkan asap yang sangat tebal.


Asap itu bergerak menggulung dan masuk ke dalam mulut ketiganya dan apa yang terjadi kemudian, membuat Thio San terkesiap.


“Bagaimana kekuatan mereka, tiba-tiba menyamai kekuatanku? Pil Darah Iblis buatan Adik Tan sudah sehebat inikah?”


Thio San yang khawatir akan keselamatan muridnya itu, segera melayang mendekati Chen An yang masih terdiam menatap heran ke arah ketiganya.


Sementara tubuh Cui Lan bergetar hebat saat merasakan aura berbeda dari tubuh ketiga orang tersebut.


“Perasaan tertekan ini, mengapa sama persis saat aku bertemu Tuan Rambut Merah. Siapakah mereka itu?” Dalam benaknya, Ia berkata yang membuat Cui Lan menjadi khawatir.


“Apakah Kau tidak bisa mengalahkan mereka?” Tanya Cui Lan dengan was-was. “Tidak… Aku tidak yakin bisa melakukannya. Mungkin aku hanya bisa mengimbangi salah satu dari mereka.”


Roh Phoenix Api melirik ke arah Chen An. “Tuan Rambut Merah… Kenapa kau tidak segera muncul? Pemuda itu sedang dalam bahaya besar.”


Sesaat kemudian, proses yang terjadi pada Zhi Hung dan kedua Ketua sekte yang lain, telah selesai. Aura yang mencekam, memancar kuat dari tubuh mereka.


Aura itu membuat Bangsawan Hao dan keluarganya yang berada di balik pagar, menjadi pucat pasi. Apalagi terdengar teriakan dari Cui Lan, menyuruh mereka untuk segera keluar dari kota Zhaodong.


Sementara Wakil Komandan Pasukan Kekaisaran dan belasan pendekar Biro Pengawalan Elang Putih, segera berlari meninggalkan tempat tersebut.


Hao Jie menarik Ayahnya untuk segera mengikuti mereka. Puluhan orang segera berlarian meninggalkan tempat tersebut.


Sementara Thio San sedang terlihat heran melihat Chen An sedang berdiam diri saja. Sedangkan ketiga lawan, telah mengambil kuda-kuda untuk menyerang.


“Apakah Kau tidak mengizinkan Aku untuk mengendalikan tubuhmu? Mereka bukan lawan yang bisa kau dan Gurumu hadapi. Bahkan Roh Phoenix Api itu, tak akan mampu melawan ketiganya.”


Chen An masih terdiam.”Baiklah…Hanya sekali ini saja kau boleh mengendalikan tubuhku.”


Thio San terperanjat kaget, saat tiba-tiba asap merah keluar dari bilah pedang di tangan Chen An. Asap itu kemudian memasuki kepala Chen An.


“Akhirnya Kau muncul juga Rambut Merah!” Suara berat dan serak, terdengar dari mulut Zheng Yin. Suaranya terdengar berbeda dari sebelumnya.


@@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2