
“Bei’er … Darimana saja Kau!” Bentak Tan Hu pada muridnya yang sekaligus menjabat Ketua Dua Kelompok Topeng Baja.
“Maafkan Aku Guru … Dua orang Wakil Ketua sedang terluka parah. Murid baru saja menjenguknya”
“Bagaimana mereka bisa terluka? Siapa yang melakukannya?”Tan Hu mengerutkan dahinya.
Ketua Dua lalu menjelaskan tentang Chen An, sosok pendekar muda berkemampuan tinggi yang bisa melayang di udara seperti mereka berdua.
Tan Hu terkejut mendengar hal itu. “Benarkah informasi yang Kau dapatkan ini?” Ketua Dua yang bernama Yuan Bei itu menganggukkan kepalanya.
“Benar Guru, Murid menduga jika pemuda ini adalah Putera dari Chen Bun, Ketua Sekte Tangan Suci di Kekaisaran Jian. Selain itu …”
Yuan Bei menarik nafas dalam-dalam. Ia mengatakan jika Chen An menggunakan jurus dari Kitab Dewa yang sama dengan yang saat ini berada di tangan gurunya itu.
“Bagaimana bisa?” Tan Hu menatap tajam ke arah muridnya karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan. Yuan Bei pun menghela nafas panjang.
Yuan Bei Lalu menceritakan jika Hong Qi dan adik seperguruannya bernama Cheng Kun, gagal menghabisi seluruh keluarga Chen Bun.
Selain itu, keduanya gagal mendapatkan kitab Dewa yang asli yang dipegang oleh Kakek Yuan Bei, yaitu Yuan Shi.
Yuan Shi memberikan kitab itu pada Fei Long saat terjadi pertarungan di Puncak Gunung Huashan delapan tahun yang lalu.
Fei Long kemudian menghilang hingga bertahun-tahun lamanya. Tiga tahun yang lalu, Fei Long kembali muncul di Dunia Persilatan.
Yuan Bei segera mencari Fei Long untuk meminta kembali Kitab Dewa yang asli yang diberikan oleh Kakeknya kepada Pendekar Gila Sakti itu.
Setelah dua tahun lebih, tepatnya lima bulan yang lalu, Yuan Bei berhasil menemukan keberadaan Fei Long.
Namun karena Fei Long menolak memberikan Kitab Dewa yang asli dan memberitahu dimana Ia menyembunyikan kitab itu, Yuan Bei terpaksa membunuhnya.
“Jadi kitab Dewa yang ku pelajari ini bukan Kitab Dewa yang Asli? Jadi Kau telah menipu Aku rupanya!” Kemarahan terlihat jelas di mata Tan Hu.
__ADS_1
Yuan Bei segera berlutut.”Guru Ampuni Muridmu. Isi dari Kitab itu adalah asli dari Kitab Dewa, disalin sendiri oleh orang kepercayaan Kakekku yang bertugas menjaga kitab itu. Isi dari kitab yang Guru Pegang saat ini, setengah dari seluruh isi Kitab Dewa yang asli.”
Yuan Bei menambahkan, kitab asli yang dulu diberikan oleh Kakeknya kepada Fei Long, mungkin saat ini berada di tangan Pemuda bernama Chen An itu.
Tan Hu terlihat geram, Ia mengeluarkan kitab salinan itu dari Cincin Ruangnya. Lalu Ia meremasnya hingga terbakar hangus oleh Api yang keluar dari kedua telapak tangannya.
Yuan Bei terkejut melihatnya. Dari tiga teknik dalam kitab itu, Sang Guru baru mengajarkan dua teknik saja padanya, yaitu Teknik Dewa Bumi dan Teknik Dewa Angin.
Sementara Teknik Dewa Api yang memiliki lima Jurus, belum sempat Ia pelajari, karena Sang Guru sendiri sedang mempelajarinya.
Melihat Sang Guru membakar Kitab tersebut, Yuan Bei meyakini jika teknik Dewa Api telah dikuasai sepenuhnya oleh Sang Guru.
Tan Hu mengetahui jika muridnya sedih, melihat kitab salinan itu telah Ia musnahkan. ”Seharusnya Aku membunuhmu karena telah berani menyembunyikan kebenaran ini.”
Tan Hu mengampuni Yuan Bei, Ia lalu menanyakan kepada murid tunggalnya itu, mengenai rencana besar mereka, untuk menguasai Dunia Bawah ini.
Yuan Bei menjelaskan jika sudah lebih dari dua puluh sekte dan kelompok dari Aliran Hitam maupun Netral yang bergabung dengan mereka.
“Lima orang dari aliansi kita yang bertugas mendapatkan pedang itu, telah mendatangi Sekte Pedang Nirwana. Namun hingga hari ini mereka belum kembali.”
“Mereka semua telah tewas, Pedang Nirwana telah jatuh ke tangan Kakak seperguruanku. Namun yang aku herankan, mengapa Aku merasakan Aura Roh yang menghuni Pedang Guru, berada sangat jauh dengan Aura kekuatan San Gege?”
Tan Hu lalu memerintahkan Yuen Bei untuk menyelidiki hal tersebut di wilayah selatan. Ia melarang Yuan Bei untuk bertarung dengan Pemilik pedang itu, karena Ia tak akan mampu mengalahkannya.
Tentu Saja Yuan Bei terkejut mendengar hal tersebut. Ia tak ingin percaya, namun mengingat apa yang dikatakan oleh gurunya selalu benar, Ia pun akhirnya percaya dan melesat meninggalkan Tan Hu sendirian.
#
Hari telah senja saat Chen An selesai menyerap seluruh energi dalam Buah Hitam pemberian Gurunya.
Saat membuka matanya, terlihat Sang Guru sedang berbincang dengan Bibi Shi Ying yang wajahnya menunjukkan kesedihan atas kepergian Cui Lan.
__ADS_1
“Chen Cen … Dengarlah rencana yang sudah kami bicarakan ini. Tapi sebelum itu, terimalah Cincin Ruang Milik Guruku ini. Akan ku ajari Kau cara menggunakannya.”
Thio San menyodorkan Cincin Ruang itu kepada Chen An yang segera menerima dengan hati berdegup senang. “Terimakasih Guru. Tapi apakah Guru sudah menemukan Artefak itu?”
Thio San mengangguk dan Ia menjelaskan jika ada dua buah Artefak Teleportasi yang Ia temukan. Thio San mengambil satu dan satu lagi masih berada di dalam Cincin ruang yang kini berada di tangan kanan Chen An.
Awalnya Thio San merasa heran, melihat Chen An bisa memasukkan pedang Bintang Merah ke dalam cincin ruang itu. Namun saat teringat Chen An memiliki ingatan Xiang Long, Ia pun memaklumi hal tersebut.
Thio San lalu menjelaskan rencananya, Ia akan mengantar Shi Ying kembali Ke Sekte Pedang Perak terlebih dahulu. Sedang Chen An diminta untuk mengejar dan mencari tahu keberadaan Cui Lan.
Sambil mencari keberadaan Cui Lan, Thio San meminta muridnya untuk mempelajari Kitab Formasi Segel yang berada di dalam Cincin Ruang Sang Guru yang kini sepenuhnya telah menjadi milik Chen An.
Saat hari telah menjadi gelap, mereka bertiga akhirnya berpisah. Thio San membawa Shi Ying melayang di udara ke arah timur.
Sedang Chen An melayang ke arah selatan, ke arah yang sama dengan arah yang dituju oleh Cui Lan, siang tadi.
Ketika melayang di udara, Chen An tersenyum senang saat mendapati Kristal qi di tubuhnya, telah mencapai delapan ratus buah. Hal itu Ia dapatkan setelah Ia menyerap khasiat Buah Hitam.
Di dalam Cincin Ruang Kakek Gurunya itu, terdapat puluhan Buah Hitam. Selain itu, terdapat puluhan jenis Buah Langka lainnya yang belum Chen An ketahui nama dan khasiatnya.
Beberapa tumpuk Koin Emas dengan berbagai jenis gambar di kedua sisinya, juga terdapat di dalam Cincin Ruang tersebut.
Kurang dari satu jam Chen An melayang, Akhirnya Ia tiba di sebuah kota kecil yang berada di wilayah barat daya Ibukota Kekaisaran Wei.
Kota kecil itu bernama kota Zhaodong. Walau Ia telah memiliki Plakat identitas, Chen An memilih untuk memasuki kota dari jalur udara.
Ia turun di atap sebuah bangunan tertinggi dan termegah di kota tersebut. Hal itu karena Chen An merasakan aura roh penghuni Pedang Nirwana, berasal dari tempat tersebut.
“Bangunan apa ini? Sangat ramai sekali pengunjungnya. Dan mengapa roh itu membawa tubuh Adik Lan kesini?”Untuk sejenak Chen An berpikir apa yang harus Ia lakukan.
Ia pun memutuskan untuk memasuki bangunan tersebut, dan menyamar menjadi pengunjung biasa.
__ADS_1
########