Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
076: Cincin Bayangan Angin


__ADS_3

“Nyaris saja … Pemuda itu semakin hari semakin meningkat kemampuannya. Bagaimana dia bisa menguasai teknik Segel Sembilan Elemen Dewa? Seandainya Aku tadi tidak sedang berada jauh darinya, mungkin Aku juga telah dibuat tak berdaya olehnya.”


Sosok pemuda yang mampu mengubah tubuhnya menjadi segumpal asap itu, menghela nafas lega.


Terbayang kembali hal mengerikan yang hampir saja menimpa dirinya tadi, saat tubuhnya tiba-tiba terhisap oleh lingkaran energi berwarna putih kebiruan, yang diciptakan oleh Chen An saat melawan Hong Qi.


“Ah Cincin itu…?” Mata Pemuda itu terbelalak lebar melihat cincin di salah satu jari telapak tangan kanan Bayangan Angin. Ia pun segera melepaskan cincin itu dengan menebas putus jari Bayangan Angin yang sontak tersadar dari pingsannya.


“Lancang! berani sekali kau mengambil Cincin Pusaka warisan leluhurku. Cepat kembalikan! Atau akan ku ….”


Bayangan Angin mengabaikan rasa sakit di jarinya, saat melihat Cincin Pusaka Angin telah berada di tangan pemuda yang tidak Ia kenali dan berpakain sangat aneh.


Pemuda itu mengibaskan tangannya, membuat tubuh Bayangan Angin terpental dengan sangat kuat dan berhenti setelah membentur sebuah pohon besar.


PRAK!


Suara benda yang pecah, terdengar saat benturan itu terjadi. Tubuh Bayangan Angin menggelosoh jatuh tak bernyawa dengan mata yang melotot lebar.


“Sebaiknya Aku memang tidak sembarangan menampakan tubuhku. “ Ia menghela nafas dan kembali menatap Cincin yang telah Ia sematkan di jarinya.


“Tak salah lagi, Ini Cincin Unsur Angin! Benda legenda itu benar- benar ada rupanya!”


Sosok pemuda itu terlihat sangat gembira. Senyuman terus tersemat di bibirnya, saat menatap lekat Cincin Bening yang di dalamnya terdapat miniatur angin tornado yang membeku.


“Apakah delapan Cincin Unsur yang lainnya ada di Dunia ini juga? Ah sepertinya ayah dan Ibu akan senang dengan apa yang kutemukan ini. Walau baru separuh pertama Kitab Raja Iblis yang berhasil Aku dapatkan, Aku yakin jika Aku kembali saat ini ayah dan Ibu tak akan marah. tapi, di manakah yang separuhnya lagi berada?”


Pemuda itu menatap Yuan Bei. Ia merasa berterimakasih pada pemuda itu, karena bisa mendapatkan kitab Raja Iblis berdasar pembicaraan Yuan Bei dengan Bayangan Angin yang tak sengaja Ia dengar.

__ADS_1


Saat itu, Yuan Bei dan Bayangan Angin memutuskan beristirahat di bawah sebuah pohon, saat dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Jian.


Kebetulan di dahan pohon, Pemuda itu sedang berisitrahat dan terbangun setelah kedatangan keduanya yang membicarakan tentang Kitab Iblis yang dimiliki oleh Hong Qi .


Dengan tubuhnya yang tak terlihat oleh mata manusia biasa, Ia mengikuti mereka dan bisa mengetahui keberadaan Kitab Raja Iblis yang disembunyikan di suatu tempat rahasia oleh Hong Qi.


Itulah alasan Ia menolong Yuan Bei dan Bayangan Angin. Yang tanpa mereka sadari, telah membantunya menyelesaikan tugas maha besar dari Sang Ayah, Seorang Jenderal besar di Kekaisaran Benua Api.


Sayang sekali, Bayangan Angin telah berbicara sepatah kata yang tidak termaafkan olehnya. “Semoga pemuda ini tidak mengucapkan satu kata itu, sehingga Aku bisa berteman dengannya.”


Ia lalu mengalirkan sejumlah energi qi nya ke tubuh Yuan Bei, lalu menghilangkan keberadaan aura kekuatan maupun tubuhnya dari lima indera Yuan Bei yang tersadar sesaat kemudian.


Yuan Bei terlihat kebingungan, Ia menatap ke sekelilingnya dan tertegun saat melihat tubuh Bayangan Angin tergeletak di bawah sebuah pohon.


Ia pun melesat menghampirinya dan berteriak histeris saat mendapati orang terdekatnya, telah tewas mengenaskan.


Mendengar sumpah Yuan Bei, wajah pemuda itu seketika berubah. “Pemuda ini bersumpah untuk membunuhku? Berani sekali dia. Lebih baik Aku menghabisinya sekarang.”


Yuan Bei yang ingin menggali makam untuk Bayangan Angin, tercekat saat merasakan lehernya tercekik dengan kuat. Ia mencoba melepaskan diri, namun kekuatannya tak sebanding dengan pemuda tersebut.


Tubuhnya dilempar ke pohon besar, tepat sebelum Ia kehilangan kesadarannya. Tubuhnya pun menggelosoh jatuh dengan hidung patah dan mulut remuk sehingga mengalirkan darah segar yang membasahi seluruh leher dan dadanya.


Pemuda itu segera melayang ke udara, meninggalkan kedua jasad orang yang tadi ditolongnya, sehingga Ia tidak menyadari sesuatu terjadi pada tubuh Yuan Bei.


Seandainya saja pemuda itu lebih teliti lagi saat tangannya menyentuh rantai kalung di leher Yuan Bei, mungkin akan bertambah kebahagiaannya ketika melihat satu Cincin Unsur yang lain terdapat pada bagian tersembunyi dari kalung yang Yuan Bei kenakan.


Liontin dari kalung pemberian Ibu Yuan Bei itu, adalah sebuah cincin bening yang di dalamnya terdapat gumpalan tanah yang menyebar rata. Itulah Cincin Unsur Tanah.

__ADS_1


Saat Cincin itu tersentuh darah dari tubuh Yuan Bei yang sedang dalam detik-detik melepaskan nyawanya, terjadi hal yang tak terduga.


Gumpalan tanah dalam Cincin Unsur Tanah itu, tiba-tiba bercahaya keemasan dan keluar dari cincin serta berubah menjadi banyak lalu menyelimuti seluruh tubuh Yuan Bei dengan cepat.


Sesaat kemudian, tanah dalam radius sepuluh meter bergerak dengan cepat dan segera menghisap tubuh Yuan Bei.


Selang beberapa waktu, permukaan tanah di tempat itu kembali seperti sedia kala. Sehingga pemuda misterius itu terlihat kebingungan, saat mendapati tubuh Yuan Bei tidak terlihat lagi olehnya.


“Aneh … Kemana tubuh si Yuan itu? Lalu kenapa Cincin Unsur ini bereaksi ketika energi aneh yang hangat tadi memancar sesaat dari tempat ini?”


Setelah cukup lama mencari dan gagal mendapat jawaban atas pertanyaan dalam benaknya, pemuda itu kembali melesat ke udara.


Saat itulah Ia merasakan Aura energi Chen An yang datang dengan kecepatan tinggi ke arahnya. “Apakah pemuda itu sedang mencariku? Bagaimana Ia bisa tahu keberadaanku?”


Dengan raut wajah keheranan, pemuda misterius itu bersiap untuk mengantisipasi jika dugaannya benar.


Namun Chen An melewati dirinya dan berhenti tepat di atas tempat dimana jasad Bayangan Angin berada. Setelah berhenti sesaat, Chen An melesat turun setelah melihat jasad Bayangan Angin.


“Apa yang terjadi dengan Kak Bei? Kenapa hanya jasad Bayangan Angin yang ada di tempat ini?” Chen An bergumam.


Lalu dengan menggunakan Teknik Dewa Bumi, Chen An ingin membuat lubang untuk mengubur jasad Bayangan Angin. Namun hal tak terduga terjadi.


“Kenapa tanahnya tidak bergerak sedikit pun?!” Chen An cukup terkejut dengan apa yang terjadi. Ia pun kembali mencoba dengan kekuatan yang lebih besar lagi.


Namun, walau telah beberapa kali meningkatkan kekuatannya hingga ke Ranah Dewa Abadi level Dua, tetap saja tanah itu tidak bergerak sesuai dengan yang Chen An inginkan.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Aura kekuatan yang hangat tadi, yang membuat tanah ini tidak bisa aku kendalikan?”

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2