Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
035: Tarian Cui Lan


__ADS_3

Chen An berhasil menghadang energi yang hendak merasuki matanya. Namun tidak dengan seratusan pria lain. Tubuh mereka dirasuki oleh energi yang dilepaskan Roh Phoenix Api Putih itu.


Yang terjadi kemudian adalah hal yang tidak Chen An duga. Suasana menjadi hening, saat semua pria itu terdiam bagai mayat yang hidup.


Sementara Cui Lan terus menari dan memainkan pedang Nirwana yang Ia keluarkan dari balik Gaunnya. “Letakkan semua uang dan benda berharga yang kalian miliki!”


Bagai kerbau yang dicocok hidungnya, seratusan pria itu mulai melangkah ke dekat panggung dan mengeluarkan semua uang dan benda berharga yang mereka miliki.


Mereka berjalan dengan tertib dan segera kembali ke tempat mereka berada sebelumnya. Chen An yang tidak terpengaruh oleh energi itu, terlihat kebingungan saat giliran mereka untuk maju ke depan.


Ia memutuskan bersikap seperti Hao Jie dan Kedua pengawalnya. Chen An menjadi kesal saat mengetahui, Hao Jie menyerahkan lima keping emas dan sepuluh keping perak.


Uang itu mereka letakkan pada lantai panggung, yang kini telah dipenuhi oleh kepingan uang logam dari koin perunggu hingga koin emas.


Setelah menaruh lima keping koin emas, Chen An hendak meninggalkan panggung, namun dirinya terkejut saat melihat seorang pria muda, melayang mendekati panggung tersebut.


“Siapa pria muda itu? Tidak mungkin dia adik seperguruan Guru? Ah Wajahnya terlihat tidak asing bagiku ….?”


Sambil berjalan kembali ke tempatnya semula, Chen An terus mengingat dimana Ia pernah melihat raut wajah pemuda itu. Setelah tiba di tempat dirinya berada tadi, Chen An menatap ke arah panggung.


Suara musik pengiring tarian, seketika terhenti saat Cui Lan menghentikan tariannya. Ia cukup terkejut melihat seorang pemuda, tidak terpengaruh oleh hipnotisnya.


Pemuda yang tak lain adalah Yuan Bei, tersenyum memandang kecantikan Cui Lan yang sempat membuat hatinya bergetar.


Namun Ia menyadari, jika tubuh gadis itu dikendalikan oleh Roh Penghuni Pedang yang berada di tangannya. Pedang yang diyakini olehnya adalah Pedang Nirwana.


“Siapa Kau tampan? Bagaimana Kau bisa bertahan dari jurusku?” Roh Phoenix Api bertanya dengan sikap waspada terhadap Yuan Bei.


Yuan Bei hanya tertawa kecil. Saat melihat kekuatan dari Roh Phoenix Api Putih penghuni Pedang Nirwana, Ia memutuskan untuk mengabaikan peringatan gurunya agar tidak bertarung makhluk tersebut.


“Ternyata Roh Ratu Beast seperti mu bisa tahu manusia tampan. Hehehehe.” Yuan Bei kembali terkekeh. Sedangkan Kemarahan ditunjukkan oleh Roh Pedang itu.

__ADS_1


“Kurang ajar! Apa mau mu? Mengapa Kau mengacau di tempat Kami?” Sosok Cui Lan berkata seraya mengerahkan kekuatannya.


“Tempat Kami? Apakah Kau tidak tahu siapa diriku sehingga mengaku tempat ini sebagai tempat milikmu?” Setelah Yuan Bei berkata demikian, beberapa orang petinggi Rumah Hiburan Teratai Biru, bergegas mendatangi dirinya dan segera berlutut.


“Tuan Bei… Mohon maafkan penari baru kita ini, Dia belum tahu sedang berhadapan dengan siapa.” Seorang perempuan yang memiliki kemampuan di Tingkat Pendekar Bumi Tahap Puncak, menjelaskan kepada Yuan Bei.


“Ketua Tsao Ni … Siapa gadis ini dan dari mana Ia berasal?” Tsao Ni yang adalah ketua Kelompok Teratai Biru, segera menjelaskan bahwa gadis itu bernama Cui Lan.


Ia berasal dari sebuah desa yang terletak sebelah barat dan tak jauh dari Kota Shanzui. “Sepertinya Ia masih satu keluarga besar dengan Cui San, Ketua Sekte Pedang Nirwana.”


Yuan Bei tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada Cui Lan. “Jadi Kau ingin tahu apa mau ku? Serahkan Pedang di tanganmu itu dan jadilah isteriku. Itulah kemauanku. Bagaimana?”


Tentu saja perkataan Yuan Bei membuat Roh Phoenix Api meradang marah. “Sembarangan Kau Bocah!”


Ledakan energi yang sangat kuat, membuat Ketua Tsao Ni dan yang lainnya terlempar jauh. Begitu pun dengan pria-pria lain yang terkena jurus hipnotis Roh penghuni Pedang Nirwana itu.


Ledakan energi itu, membuat mereka terbebas dari Jurus Hipnotis tersebut. Kepanikan mulai melanda mereka yang masih tersadar, saat merasakan aura membunuh yang sangat kuat memenuhi ruangan tersebut.


Yuan Bei sendiri terjajar dua langkah ke belakang dengan raut wajah terkejut. Sementara sesosok pria berusia sekitar empat puluh tahun, melesat dan berdiri di sampingnya.


“Bayangan Angin … Hati-hati kekuatannya sangat besar sekali. Hemmm siapa pemuda itu? Apakah Kau mengenalinya?” Yuan Bei menyadari keberadaan Chen An yang, masih tersadar dan tetap berada di ruangan itu.


Sementara Hao Jie dan kedua pengawalnya, telah lebih dulu meninggalkan ruangan itu dengan wajah panik dan ketakutan, karena merasakan aura membunuh yang sangat mencekam dari tubuh Cui Lan.


Bayangan Angin menatap ke arah Chen An, demikian juga dengan Roh Phoenix Api Putih yang segera mendengus kesal karena mengetahui dirinya diikuti oleh Chen An.


“Dia lah pemuda bernama Chen An itu Ketua!” Tepat setelah Bayangan Angin berkata demikian. Roh Pedang Nirwana itu melesat menyerang Chen An seraya berkata marah pada pemuda tersebut.


“Kau minta mati rupanya, berani mengikuti Aku Bocah!” Dua energi pedang melesat ke arah Chen An yang segera melompat melayang hingga mendekati atap ruangan lantai tiga itu.


BLAAR BLAAAR

__ADS_1


Energi pedang itu menghantam dinding ruangan dan membuatnya hancur serta meninggalkan dua lubang besar. Yuan Bei segera melesat ke arah Cui Lan, seraya menendang udara kosong di depannya.


WHHHUTSS WHUTS


BLAAARR BLAAAR


Serangkum energi besar, melesat sangat cepat dari kaki Yuan Bei. Memaksa Roh Phoenix Api Putih bersalto di udara untuk menghindarinya.


Alih-alih marah karena dinding bangunan itu dirusak, Yuan Bei justru memperparah keadaan dengan membuat dua lubang baru yang jauh lebih besar dari serangan Roh Phoenix Api Putih.


“Cepat sekali gerakannya.” Desis Yuan Bei terkejut melihat gerakan cepat Cui Lan.


“Teknik Dewa Angin!??” Chen An terkejut mengenali jurus yang digunakan oleh Yuan Bei. “Siapa Dia … Bagaimana bisa menguasai Jurus Tendangan Angin dari Kitab Dewa?”


Pertanyaan Chen An tidak menemui jawaban, karena Cui Lan kembali menyerang dirinya, setelah melepaskan serangan energi berupa tapak api yang dahsyat ke arah Yuan Bei.


Chen An terpaksa mengeluarkan Pedang Bintang Merah, untuk menahan serangan cepat dan bertubi-tubi dari Roh Pedang yang menguasai tubuh Cui Lan.


Karena tak ingin tubuh Cui Lan terluka, Chen An hanya bisa bertahan dan hal itu membuatnya terdesak. Perbedaan kekuatan diantara mereka, membuat tubuh Chen An beberapa kali membentur dinding karena terpental akibat beradu senjata.


Sementara Yuan Bei sedang sibuk memadamkan api putih yang mulai membakar atap bangunan Rumah Hiburan Teratai Biru.


Api itu berasal dari serangan energi berbentuk tapak api berwarna putih, yang berukuran sebesar tubuh orang dewasa dan gagal Yuan Bei hadang dengan serangan Tendangan Angin terkuat yang pernah Ia lakukan selama ini.


Chen An terus berjibaku melawan Cui Lan yang semakin beringas menyerangnya. Karena terus terdesak, Chen An lalu memutuskan untuk menyerang balik.


Di saat itu, Yuan Bei datang setelah berhasil memadamkan api yang telah menghanguskan sebagian dinding ruangan di lantai tiga tersebut.


“Adik Chen An… Kita lawan bersama.” Yuan Bei berteriak seraya melepaskan tendangan ke arah tubuh Cui Lan.


Rasa penasaran Chen An semakin menjadi, setelah mendapati pemuda itu juga mengetahui namanya, seolah mereka telah saling mengenal sebelumnya.

__ADS_1


#########


__ADS_2