
“Kekuatan Pemuda ini tidak manusiawi …!”
Suara bergetar yang menunjukkan rasa jerih, terdengar dari Wakil Ketua ke satu. Ini kali pertama Ia merasakan rasa takut, saat menghadapi lawannya.
“Awas Serangan!!”
Teriakan keras Bayangan Angin, mengejutkan semua orang. Sebelum Kedua orang Wakil Ketua itu berbuat sesuatu, Bayangan Angin telah bergerak cepat menyambar lengan mereka.
JREB JREB JREB JREB
Terdengar empat kali suara tubuh yang tertusuk oleh sesuatu. Pedang dari tanah yang dibentuk dari energi qi Chen An, menembus tubuh empat orang pendekar Langit yang membuat mereka tewas dengan tubuh meledak sesaat kemudian.
Sementara puluhan pedang tanah lainnya, mengejar ketiga orang yang telah berada sejauh tiga puluh meter dari tempat mereka berada sebelumnya.
Mereka masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Mendapat serangan mematikan yang sangat cepat itu, hanya Bayangan Angin yang bisa dengan cepat menghindarinya.
BUUM!
Wakil Ketua Kedua, terlambat mengantisipasi serangan itu, tubuhnya tertembus dua pedang dari tanah dan meledak hancur sesaat kemudian.
Sedangkan leher Wakil Ketua Kesatu, nyaris saja putus akibat tusukan dua pedang dari tanah tersebut. Namun Ia harus merelakan tangan kirinya yang terputus di pangkal lengannya.
Pedang tanah yang meledak itu, membuat tubuh Wakil Ketua kesatu terlempar ke arah Bayangan Angin yang baru saja menjejakkan kakinya kembali di tanah.
Menyadari situasinya sangat berbahaya, Bayangan Angin memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut dengan membawa tubuh Wakil Ketua Kesatu yang tak sadarkan diri.
Sedangkan Chen An jatuh ke tanah dengan cukup cepat. Hal itu terjadi karena seluruh energi qi-nya telah terkuras habis, membuat nafasnya terengah-engah.
Kemudian Chen An duduk bermeditasi untuk memulihkan sedikit energi qi-nya. Dengan teknik pembentukan qi yang Ia pelajari dari Kitab Dewa, Chen An berhasil membuat sepuluh kristal qi dalam waktu semenit saja.
Chen an ingin membentuk kristal qi lebih banyak lagi, namun di saat bersamaan, Ia mendengar suara hiruk-pikuk pertarungan dari arah Kota Shanzui.
“Apa yang terjadi? Apakah ada kelompok lain yang menyerang?” Dengan rasa cemas, Chen An segera melesat ke udara dan melayang dengan cepat menuju kediaman Qiu Feng.
__ADS_1
Tentu saja Chen An berpikir demikian, karena Ia tidak mengetahui siasat yang digunakan oleh Bayangan Angin dan kedua Wakil Ketua Kelompok Topeng Baja.
Chen An sengaja dipancing menjauh dari kediaman Qiu Feng, sementara enam orang dari anggota Kelompok Langit Kedua, bertugas menyelesaikan misi mereka untuk membunuh gubernur kota Shanzui serta mengambil Kotak Batu Hitam.
Saat Chen An tiba di atas halaman Rumah Qiu Feng, Ia mendapati situasinya telah sangat memburuk.
Terlihat enam orang bertopeng, sedang membantai orang-orang dari Biro Pengawalan serta prajurit Kekaisaran Wei yang bertugas menjaga Kota Shanzui.
Chen An segera melesat dengan sangat cepat ke arah pertarungan Luan Hu dan Qiu Fang yang sedang melawan satu orang pendekar Langit di Tahap Menengah.
Kedua orang di Tingkat Pendekar Bumi Tahap Puncak dan Tahap Dasar itu, bukanlah lawan sepadan bagi sosok bertopeng hitam.
Luan Hu baru saja terpelanting karena terkena tendangan telak dari lawannya. Sedangkan Qiu Fang baru saja bangkit, setelah terjatuh akibat tendangan lawan.
Pedang Qiu Fang telah buntung, tertebas golok besar milik lawannya. Nyawa pemuda itu sedang berada di ujung tanduk, karena golok besar lawan, telah menderu cepat ke arah dirinya yang baru saja bangkit.
Qiu Fang memejamkan mata dengan pasrah. Ia sudah tidak mampu melawan lagi. Karena dadanya yang terhantam tendangan lawan, terasa sangat sakit dan menyesakkan pernafasannya.
TRANG!
“Jangan Lengah … Menjauhlah!”
Sementara sosok bertopeng, sangat terkejut dengan kemunculan Chen An yang melesat cepat dari udara dan menahan laju Golok Pembunuh Iblis miliknya.
Dari pertukaran serangan tadi, sosok bertopeng hitam bisa mengetahui jika pemuda belasan tahun di depannya itu, memiliki tenaga dalam yang jauh lebih besar darinya.
Hal itu karena Golok besarnya sempat terpental kuat saat tadi beradu dengan pedang pemuda itu. Ia pun segera mengambil jarak dengan Chen An, yang kini sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.
“Berani sekali kalian mengacau di tempat yang ku lindungi ini. Aku tidak akan memaafkan satu pun dari kalian!” Chen An berkata dengan amarah yang menggelegak.
Ia melesat dengan cepat, menebaskan pedangnya ke leher lawan. Jurus Pedang Angin dari Kitab Dewa segera Ia gunakan untuk segera menghabisi sosok bertopeng hitam itu.
Sosok Bertopeng Hitam terkejut bukan kepalang. Ia baru menyadari bahwa serangan lawan telah berada dekat dengan tubuhnya, walau jarak keduanya masih terpaut tiga meter.
__ADS_1
AARRGGGGHHH
Jeritan keras terdengar dari mulut sosok bertopeng, karena dadanya tertembus oleh Pedang Angin yang Chen An lepaskan menggunakan qi terakhir di tubuhnya.
Teriakan itu membuat pertempuran di halaman kediaman Qiu Feng, terhenti seketika. Lima orang bertopeng lainnya segera melesat menghampiri rekannya yang telah tergeletak di tanah.
“Ketua !! …”
“Ketua Bangunlah!!”
Dua orang segera merengkuh tubuh sosok bertopeng itu, yang ternyata adalah Ketua Kelompok Langit Dua. Namun sosok yang mereka panggil tak mampu lagi menjawab karena telah berada di alam yang berbeda.
Kemarahan terlihat jelas dari kelima orang bertopeng itu, setelah mereka menyadari ketuanya telah tewas. Kelimanya menatap Chen An dengan aura membunuh yang terpancar kuat.
Suasana menjadi tegang saat kelima orang itu mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah besar ke senjata mereka masing-masing.
Aura yang berbeda warnanya, terlihat dari kelima senjata mereka yang membuat orang-orang segera berebut menjauhinya.
Senjata kelima orang itu bukanlah senjata biasa, melainkan senjata pusaka tingkat tinggi yang bisa dialiri oleh tenaga dalam dengan jumlah yang besar.
Sementara Chen An sendiri hanya terdiam karena berusaha menahan Aura membunuh itu menggunakan aura membunuh miliknya. Ia tidak ingin terintimidasi oleh aura kelima lawannya.
Walau energi qi-nya telah terkuras habis, namun dengan tiga ribu lingkaran tenaga dalam di tubuhnya, Chen An merasa yakin bisa menghadapi kelima lawannya yang berada di Tingkat Pendekar Langit Tahap Menengah itu.
Sedangkan Kelima orang itu, merasa yakin bisa membunuh Chen An karena merasakan kekuatannya pemuda itu berada di Tingkat Langit Tahap Puncak.
Kemampuan Pendekar Langit Tahap Puncak, setara dengan kemampuan tiga orang Pendekar Langit Tahap Menengah. Hanya mereka yang telah lama di tahap itu yang bisa mengimbangi lebih dari tiga orang.
Kelima orang bertopeng itu, segera mengepung Chen An dari berbagai arah. Suasana seketika menjadi hening, ketegangan menyelimuti hati Luan Hu yang sedang dibantu berdiri oleh Qiu Fang.
Saat itulah Chen An menyadari, jika mereka sedang diawasi oleh dua orang yang berada di atas atap bangunan lain. Firasat buruk, segera menyelimuti benak pemuda itu.
“Apakah kita akan menonton saja pertarungan mereka?” Tanya salah satu diantara dua orang itu kepada rekannya.
__ADS_1
######