Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
009: Kepanikan Fei Long


__ADS_3

Dua hari Chen An mempelajari pengetahuan yang terdapat di dalam Kitab Energi Alam, sebuah kitab yang berisi petunjuk tentang teknik pernafasan dan pengolahan tenaga dalam dengan menggunakan sumber daya.


Selain itu, dalam kitab tersebut juga dijelaskan pengetahuan tentang bagian-bagian tubuh manusia.


Dengan kecerdasan yang Ia miliki dan juga bimbingan dari Fei Long, Chen An dengan cepat memahami jika tulang dan otot manusia terbagi menjadi beberapa tingkatan.


Tingkatan pada tulang manusia terbagi menjadi empat yaitu Tulang putih, Tulang Batu, Tulang Besi, Tulang Baja. Masing-masing tingkatan terbagi menjadi dua yaitu muda dan tua.


Sedangkan otot manusia terbagi menjadi tiga tingkatan. Yaitu Otot merah, Otot merah muda dan Otot Putih. Masing-masing tingkatan juga terbagi dua yaitu muda dan tua.


Kemampuan tubuh seseorang menghimpun dan menyimpan tenaga dalam di tubuhnya, sangat ditentukan oleh kualitas tulang dan ototnya.


“Guru … Apakah guru bisa mengetahui kualitas tulang dan otot yang kumiliki?” Tanya Chen An penasaran.


Tak!


Fei Long menjitak kepala Chen An yang seketika meringis memegangi kepalanya. “Jangan bertanya bodoh seperti itu! Tentu saja Guru bisa!” Jawab Fei Long gusar seraya meraih pergelangan tangan kiri Chen An.


“Hemmm …. Benar-benar anak berbakat. Di usia semuda ini dia telah memiliki Tulang Putih Tua…Aaah tidak… Sepertinya sudah memasuki tingkat Tulang Batu muda! Tidak … Bagaimana mungkin!”


Fei Long melototkan matanya dan kembali memeriksa dengan seksama kualitas tulang Chen An. “Ah … ini mustahil …Ototnya pun telah berada di tingkat Otot Merah Tua!”


Fei Long tertawa senang, membuat Chen An kebingungan dan beringsut menjauh. Ia menduga penyakit gila gurunya kambuh lagi.


“Jangan takut An’er … Guru tertawa karena sangat senang memiliki murid berbakat tinggi sepertimu. Bakat yang seratus tahun sekali belum tentu muncul di Dunia Persilatan manapun.”


Setelah puas tertawa, Fei Long lalu menjelaskan bahwa kualitas tulang dan otot yang Chen An miliki sudah tinggi. Kualitas tersebut biasanya hanya bisa dimiliki oleh seorang anak yang telah berusia lima belas tahun ke atas dengan menghabiskan sumber daya yang sangat banyak.


“Baru Tulang Batu muda …? Masih jauh dari tingkat …”


Bletak!


Fei Long kembali menjitak kepala Chen An yang terlihat tidak senang setelah mengetahui kualitas tulang dan ototnya.


Di luar dugaan, Chen An jatuh terkulai dan tak sadarkan diri. Hal itu membuat Fei Long menjadi sedikit panik.


“Apa aku terlalu kuat menjitaknya ya? Seharusnya dengan kualitas tulangnya yang setinggi itu, dia tidak akan merasakan sakit sama sekali… eh kenapa tubuhnya bergetar hebat?!!”


Fei Long segera mendekap Tubuh Chen AN yang bergetar semakin hebat. Dengan wajah panik, Fei Long meraba pergelangan tangan Chen An dan seketika Ia pun terkesiap kaget.

__ADS_1


“Energi apa ini?!! Besar sekali!” Raut wajah Fei Long berubah menjadi buruk saat mendapati situasi yang belum pernah Ia temui. Tubuh Chen An terus bergetar seiring dengan mengalirnya energi yang semakin lama semakin membesar dan cepat di dalam tubuh muridnya itu.


Hawa panas yang merembes keluar dari tubuh Chen An, memaksa Fei Long membaringkan tubuh muridnya dan sedikit menjauh dengan wajah yang semakin panik.


Kulit tubuh Chen terlihat semakin memerah dan hal itu berlangsung hampir lima menit lamanya. Sesaat kemudian, getaran tubuh Chen An melemah, kulit tubuhnya perlahan kembali ke warna sebelumnya.


“An’er … Bangunlah nak! Maafkan guru yang terlalu keras menjitakmu!” Fei Long mengguncang-guncang tubuh Chen An yang masih tak sadarkan diri itu.


“Apa yang sebenarnya terjadi dengan An’er? Energi apa yang mengalir kuat di dalam tubuhnya tadi? Itu bukan energi tenaga dalam seperti yang aku miliki. Bagimana Ia bisa memiliki energi seperti itu?”


Berbagai pertanyaan mengisi benak Fei Long dan juga rasa bersalah atas apa yang terjadi, yang membuat penyakit gilanya kambuh.


Ia menangis histeris dan kemudian tertawa terbahak-bahak seraya berlari keluar dari dalam goa. Sehingga Fei Long tidak mengetahui suatu cahaya aneh berwarna keemasan, memancar sesaat dari kepala Chen An.


**


“Xiang Long !!! Kekejamanmu telah melampui batas! Kau memaksa Kami harus turun tangan membunuhmu!” Satu dari lima belas orang yang mengepung sosok muda bernama Xiang Long, berteriak keras seraya mencabut senjatanya.


Pedang beraura hijau itu, terhunus ke arah wajah Xiang Long yang menyeringai sinis. “Apa hebatnya Pasukan Elit Kekaisaran Langit! Sudah lama Aku ingin mencoba kemampuan kalian! Hahahaha…”


“Sombong! Jangan Kau pikir karena memiliki Mustika Bintang, Kau tidak bisa dikalahkan, Xiang Long!” Sosok berjubah hijau yang menghunus pedang berbilah hijau itu, segera melompat ke arah Xiang Long seraya menebaskan pedangnya.


Namun pemuda berusia dua puluhan tahun itu, bergerak sangat cepat dan tiba-tiba telah muncul di belakang sosok berjubah hijau yang terkesiap menyadari situasinya dalam bahaya besar.


Trang!


Pedang berbilah hijau beradu dengan pedang berbilah kuning keemasan milik Xiang Long. Pemuda itu hendak menebas leher pria berjubah hijau yang tubuhnya kini terpental belasan meter, sesaat setelah senjata mereka berbenturan di udara.


Melihat rekan mereka terpental, empat belas orang lainnya yang merupakan Pasukan Elit Kekaisaran Langit, sontak melesat bersamaan, menghadang Xiang Long yang akan melesat untuk menghabisi sosok berjubah hijau itu.


Pertempuran sengit yang tak seimbang dalam jumlah itu, berlangsung hingga belasan jam.


Akhirnya satu persatu anggota pasukan Elit itu tergeletak tewas dengan luka tebasan pedang di bagian vital tubuh mereka. Menyisakan sosok berjubah hijau yang adalah Komandan Pasukan Elit Kekaisaran Langit.


“Jurus Tujuh Pedang Langit!?? Bagaimana Dia bisa menguasai Jurus dari Kitab Rahasia milik Kekaisaran Langit!?” Sosok berjubah hijau itu tertegun dengan nyali yang menciut.


Jurus Tujuh Pedang Langit adalah salah satu Jurus Pedang terkuat di Kekaisaran Langit dan Benua atas. Pemilik dan Pencipta Jurus itu adalah Sesepuh Tianchang. Penasehat sekaligus Guru dari Sang Kaisar.


“Majulah … Komandan Fang! Apa kau sudah mengaku kalah dan ingin mengakhiri hidupmu sendiri? Hahahaha…”

__ADS_1


Sosok berjubah hijau itu menggeram marah. Namun Ia menyadari jika kekuatannya dua tingkat di bawah pemuda kejam itu.


“Sembuhkan luka-luka mu Komandan Fang… Sepertinya Aku harus turun tangan sendiri terhadap bocah ini!” Komandan Fang menjadi lega setelah melihat siapa yang tiba-tiba muncul di depannya.


Ia pun segera menerima pil penyembuh yang diberikan oleh sosok Kakek berjubah putih yang tak lain adalah Tianchang adanya.


Sementara itu, Xian Long tertegun mendengar ucapan Sosok Sepuh di depannya.


Setelah Energi qi-nya kembali pulih, Komandan Fang melesat pergi setelah menerima perintah dari Tianchang.


Setelah Tubuh Komandang Fang terlihat hanya sebuah titik dikejauhan, Tianchang segera menatap tajam Xiang Long.


“Kau sangat bodoh sekali! Bukankah aku sudah mengingatkanmu untuk tidak menggunakan jurus itu sebelum waktunya tiba! Kau sudah tahu konsekuensi macam apa yang akan kau terima jika melanggar hal itu!”


Tubuh Xiang Long bergetar hebat dan wajahnya memucat, saat merasakan kemarahan dari sosok sepuh di depannya.


“Ampuni Aku Guru! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi!” Xiang Long segera berlutut memohon ampun kepada Tianchang yang adalah gurunya sendiri.


“Tidak Long’er … Kesalahanmu tak termaafkan lagi. Keberadaanmu sebagai murid rahasiaku telah di ketahui oleh Komandan Fang. Beruntung, aku telah membunuhnya dengan pil penyembuh yang telah aku lumuri racun. Aku tak ingin rencana yang telah lama kususun, berantakan karena kecerobohanmu!”


“Guru Jangan lakukan! Ku Mohon….”


BUUUM


Tubuh Xiang Long meledak saat Tianchang menggerakkan tangan kanannya dan melakukan gerakan meremas. Jarum Pengikat Jiwa yang Ia tanam di tubuh setiap murid rahasianya, adalah penyebab kematian pemuda tersebut.


“Cahaya apa itu!!?? Mustahil … Tidak mungkin!!!!” Tubuh Tianchang bergetar saat melihat Sebuah Mustika berwarna kuning keemasan, muncul dari kabut darah milik tubuh Xiang Long yang telah hancur menjadi butiran debu itu.


Mustika itu tiba-tiba bersinar sangat terang sebelum akhirnya raib dari hadapan Tianchang yang termenung dengan kejadian tak terduga tersebut.


**


Cahaya kuning keemasan dari Mustika Bintang itu melesat menuju Dunia Bawah dan melesat masuk ke dalam kepala seorang bayi laki-laki. Sosok sang ibu yang setengah tertidur itu, tersentak kaget melihat kepala bayinya tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan walau sesaat.


“Ibuuuu!!!”


Wajah perempuan itu, seketika membuat Chen An berteriak keras memanggilnya dan Ia pun akhirnya tersadar dari pingsannya, tepat saat Fei Long yang telah tersadar dari gilanya, mendekati tubuh Chen An yang sudah terduduk dengan nafas tersengal-sengal.


********

__ADS_1


__ADS_2