
Menggunakan pengetahuan dari ingatan Xiang Long, Chen An berusaha keras membuka segel yang menyelimuti kotak batu berwarna hitam itu.
Setengah jam telah berlalu, akhirnya terdengar letupan kecil dari kotak batu itu, sebelum jatuh dan terbuka di lantai. Sementara Chen An jatuh terduduk, karena kelelahan.
“Segel yang sangat kuat, sepertinya telah terpasang ratusan tahun, sehingga kekuatannya tinggal separuhnya saja. Sekuat inikah orang yang berada di Ranah Surgawi?”
Jika saja segel itu belum melemah, mungkin Chen An tidak memiliki kesempatan untuk membukanya.
Wajah Qiu Feng dan ketiga orang lainnya ,terlihat tegang saat melihat gulungan kain berwarna putih, berada dalam kotak batu hitam itu.
Chen An segera meraih gulungan kain itu dan perlahan membukanya. Qiu Feng dan lainnya pun mendekat untuk melihatnya.
Dahi mereka berkerut , menatap apa yang tergambar pada kain yang kini telah terbentang. Sebuah peta dan hanya terdapat tiga buah kata saja.
Kata pertama diketahui oleh Luan Hu dan Qiu Feng sebagai nama sebuah kota di wilayah selatan Kekaisaran Wei. Sementara kata kedua menyebutkan sebuah nama hutan yang sangat luas, Hutan Beast.
“Hutan Beast?!! Apakah Kau pernah mendengar nama hutan itu, Hu?” Tanya Qiu Feng pada Luan Hu yang menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
Kata ketiga adalah “Cincin” yang menjadi pertanyaan Qiu Feng dan Luan Hu. “Ada berapa jumlah Cincin itu sehingga menjadi harta karun?”
Chen An hanya tersenyum tipis mendengarnya. Ia tahu, Cincin yang dimaksud adalah Cincin Ruang Dimensi.
Namun Chen An memutuskan untuk tidak menjelaskan apa itu Cincin Ruang Dimensi, karena itu akan terdengar mustahil bagi manusia di Dunia Bawah.
“Jadi inilah peta yang membuat Paman diincar oleh mereka. Apakah Paman ingin menyimpannya?” Tanya Chen An sambil menyodorkan kain tersebut.
“Tidak An’er … Simpanlah peta itu untukmu. Aku tidak ingin membahayakan nyawa seluruh keluargaku hanya karena sebuah Cincin saja.”
“Baiklah Paman … Aku akan menyimpannya. Terimakasih telah mempercayakan peta ini padaku.” Chen berusaha menyembunyikan kegembiraan yang meledak-ledak di dalam hatinya.
Cincin ruang adalah pusaka yang hanya bisa ditemui di Dunia Atas. Sebuah pusaka yang dapat menyimpan banyak benda mati di dalamnya.
Karena malam telah terlalu larut, Qiu Feng meminta Chen An untuk menginap di kediamannya. Masih banyak hal yang ingin Ia bicarakan, namun melihat Chen An kelelahan, Ia memutuskan untuk menunda esok hari.
__ADS_1
Qiu Feng memanggil, pelayan untuk mengantarkan Chen An ke kamarnya. Satu dari tiga orang pelayan yang tadi mendengar pembicaraan itu dari ruang yang berbeda, tersenyum tipis sebelum beranjak memasuki ruangan karena dipanggil oleh Qiu Feng.
Setibanya di dalam ruangan untuknya, Chen An segera merebahkan tubuhnya di pembaringan yang telah lama tidak pernah Ia lihat lagi.
“Nyaman sekali … Aku ingin tidur nyenyak malam ini. Semoga tidak ada musuh yang datang lagi.” Chen An bangkit untuk membersihkan dirinya di sebuah ruangan yang berada di sebelahnya.
Setelah selesai membersihkan diri dan mengganti jubahnya, Chen An menyegel ruangannya terlebih dahulu. Dengan begitu Ia bisa tidur dengan nyenyak.
##
Pagi hari yang masih gelap, di sebuah tempat berjarak seratus kilometer lebih dari kota Shanzui, tepatnya di sebuah lembah tersembunyi di sebelah timur kota itu, terlihat dua orang sedang berbincang-bincang serius.
“Aku harap Kau membawa Berita penting Bayangan Angin, karena Kau telah mengganggu tidurku!”
Dengan suara yang terdengar ketakutan, sosok yang dipanggil Bayangan Angin itu, segera menjelaskan berita yang Ia dapatkan.
“Apa! Kelompok Rantai Hitam? Mereka menginginkan peta itu juga? Bayangan Angin … Apa semua informasimu ini benar!?”
Sosok bertopeng hitam yang dipanggil Bayangan Angin, segera menegaskan kebenaran informasi yang baru Ia sampaikan.
Sosok yang dipanggil Ketua Dua itu adalah seseorang yang mengenakan topeng berwarna perak. Namun topeng itu, tidak bisa menyembunyikan jika usianya masih terbilang muda.
Sosok Ketua yang usianya belum mencapai tiga puluh tahun itu, memperdengarkan suara yang menunjukkan dirinya terkejut dengan informasi dari Bayangan Angin.
“Bisa melayang! … Jangan-jangan? … Aku harus memberitahu Ketua Satu tentang hal ini.” Sosok Ketua Dua berkata dengan suara seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.
“Bayangan Angin … Panggil Wakil Ketua Satu dan Dua agar segera menemuiku secepatnya!” Bayangan Angin pun segera mengangguk dan melesat keluar melalui jendela dengan kecepatannya yang sangat tinggi.
Tubuhnya seolah menghilang dan muncul kembali pada jarak lima puluh meter dari jendela ruangan sebuah bangunan yang terletak di sebuah lembah yang tak begitu luas itu.
Lembah itu disebut lembah Kematian. Karena siapapun yang memasuki lembah itu, dipastikan akan ditemukan dalam keadaan menjadi mayat.
Bahkan seorang pendekar Pendekar Langit Tahap Dasar pun, pernah ditemukan tewas mengenaskan di atas sebuah tebing, di tepi lembah tersebut. Sejak saat itu, para pendekar menjadikan tempat itu sebagai tempat terlarang untuk didatangi.
__ADS_1
Di lembah yang tersembunyi itulah, Kelompok Topeng Baja mendirikan markas mereka enam tahun lalu.
Sosok pendiri Kelompok itu adalah seseorang yang dipanggil sebagai Ketua Satu serta seorang pemuda yang adalah muridnya dan diangkat menjadi Ketua Dua.
Tidak ada satupun anggotanya yang pernah melihat wajah dari Ketua Satu maupun Ketua Dua. Para Anggota yang bergabung dengan kelompok itu, adalah pendekar yang pernah diselamatkan oleh Ketua Satu dari kematian.
Kelompok Topeng Baja memiliki Anggota kurang dari tujuh puluh orang. Para Pendekar yang direkrut, memiliki kemampuan paling rendah di Tingkat Pendekar Raja Tahap Puncak.
Jumlah pendekar di tingkat itu, tak lebih dari dua puluh orang saja. Mereka disebut sebagai Kelompok Raja.
Sedangkan dua puluh orang Pendekar Bumi Tahap Dasar hingga tahap Puncak, tergabung dalam sebuah kelompok yang diberi nama Kelompok Bumi.
Dua kelompok lain Adalah Kelompok Langit Satu dan Kelompok Langit Dua. Masing-masing kelompok beranggotakan sepuluh Pendekar di tingkat Langit Tahap Dasar dan Menengah.
Di atas dua kelompok itu, terdapat kelompok Lima, mereka adalah para petinggi kelompok Topeng Baja yang kemampuannya berada di Tingkat Pendekar Langit tahap Puncak.
Dua orang mendapat tugas mencari misi pembunuhan atau sejenisnya. Satu orang yakni Bayangan Hitam adalah orang yang bertugas mencari informasi tentang target mereka.
Sementara dua orang lainnya yang menjabat sebagai Wakil Ketua Satu dan Dua, tengah meminum arak saat Bayangan Angin tiba di dalam ruangan mereka.
“Ah Kau telah kembali Bayangan Angin. Ayo Kita minum dulu dan ceritakan pada kami berita apa yang kau dapatkan.”
Salah satu diantaranya berkata seraya menuangkan arak ke dalam satu cawan dari tiga cawan yang belum digunakan.
“Terimakasih Wakil Ketua Satu, Aku ke sini untuk menyampaikan perintah Ketua Dua yang memintamu menghadapnya saat ini juga.”
Dahi Ketua Satu mengerut, menyipitkan mata sipitnya, setelah mendengar perkataan rekannya itu. “Sepertinya ada sesuatu yang sangat mendesak. Ayo kita temui beliau.”
Ketiganya pun lantas meninggalkan ruangan itu dan menemui sosok Ketua Dua yang telah menunggu mereka bersama sepuluh orang dari Kelompok Langit Dua.
Raut wajah kedua Wakil Ketua itu berubah saat Ketua Dua selesai menceritakan ulang informasi yang didapatkan oleh Bayangan Angin kepada mereka semua.
“Kalian berdua Aku tugaskan untuk memimpin Kelompok Langit Dua dan pergi ke kediaman Walikota Shanzui. Dapatkan Peta itu. Benda itu sangat berharga bagi Ketua Satu. Setelah itu, bunuh gubernur dan puteranya. Culik isteri dan puterinya, lalu sembunyikan di sebuah bangunan tua di sisi selatan kota itu.”
__ADS_1
“Siap Ketua!”
######