Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
024: Menuju Hutan Siluman


__ADS_3

Di gelapnya malam itu, Chen An melayang di udara dengan perlahan, menuju ke bagian selatan Hutan Siluman. Ia berharap saat tiba disana, hari sudah berganti pagi.


Benaknya terus berpikir keras, tentang siapa sosok yang telah menyegel dan membuat peta tersebut ratusan tahun lalu. Sosok itu jelas bukan manusia dari Dunia Bawah.


Sementara dimana Dunia Atas itu berada, Chen An sendiri masih belum menemukan jawabannya meski telah mengakses seluruh ingatan Xiang Long.


Bahkan cara untuk mendatangi dunia tersebut, sama sekali tidak terbayang olehnya.


“Apakah Kakek obat itu yang membuat Peta ini? Lalu siapa sebenarnya Kakek Obat itu? Jika dia berasal dari Dunia Atas, Apa tujuannya mendatangi Dunia Bawah ini?”


Berbagai pertanyaan yang tak menemukan jawabannya itu, membuat kepala Chen An berdenyut sakit. Ia pun memutuskan untuk memikirkan hal lain saja.


Chen An tiba-tiba menghentikan laju melayangnya. “Apakah hanya perasaan ku saja?” Chen An membalikkan badan dan mengedarkan pandangannya.


Lalu Ia melesat ke sebuah arah, dimana tadi Ia sempat merasakan keberadaan seseorang. Namun Ia tidak menemukan satu pun makhluk hidup di tempat tersebut.


Namun hidung Chen An yang sensitif dapat membaui aroma obat yang tidak asing baginya.


“Bau ini… adalah bau yang merembes dari tubuh Kakek Obat itu. Dimana Ia berada? Mengapa mengikutiku secara sembunyi-sembunyi?”


Chen An pun menjadi waspada, Ia hanya berdiam diri di udara, setinggi tujuh puluh meter dari tanah. Saat itulah Ia menyadari jika telah berada di tepi Hutan Siluman bagian utara.


“Sepertinya Aku harus menunggu malam berganti pagi. Suasana remang-remang ini, membuatku sulit mengetahui keberadaan seseorang atau siluman.”


Chen An memutuskan untuk menunggu pagi, di dahan sebuah pohon besar yang berada dua puluh meter darinya. Baru saja Chen An hendak bergerak, tubuhnya tersentak kaget yang membuatnya seketika berbalik.


“Hebat juga Kau Chen Cen !… Bisa mengetahui keberadaan ku dengan tepat.”


Suara yang dikenalnya sebagai suara Kakek obat, terdengar tepat di belakang Chen An, hingga membuat pemuda itu terkejut bukan kepalang.


Seandainya saja Sosok tua yang menyebut dirinya sebagai Kakek Obat itu berniat jahat pada Chen An, pastilah Putera Chen Bun itu sudah tewas saat ini.


“Ah Kakek Obat … Kakek telah mengejutkan Aku. Oh Iya …Mengapa Kakek mengikuti ku?” Tanya Chen An yang berpura-pura manja seolah sedang berbicara dengan Kakeknya sendiri.


Namun sebenarnya Chen An telah waspada, Diam-diam Ia mengalirkan energi qi pada kedua telapak tangannya.

__ADS_1


“Hahahaha … Maafkan Aku Chen Cen , Aku tidak sengaja mengikutimu. Aku kira yang sedang terbang tadi adalah siluman kelelawar, ternyata itu dirimu.”


Sosok Kakek Obat terkekeh lirih saat merasakan aura qi di kedua telapak Chen An.


“Dari siapa kau belajar melayang di udara? Orang-orang di dunia ini, tidak mengetahui teknik untuk bisa melayang di udara. Siapa sebenarnya dirimu anak muda? Dari mana Kau berasal?!”


Suara Kakek Obat berubah menjadi tegas disertai ledakan aura yang sangat kuat bahkan membuat posisi melayang Chen An menjadi goyah.


Chen An melesat mundur menjauhi tubuh Kakek Obat yang sedang menyeringai kepadanya. “Cepat jawab Chen Cen … Karena kesabaranku sangat terbatas.”


Menyadari perbedaan kekuatan yang terpaut cukup jauh, Chen An menarik kembali qi-nya dan segera menceritakan bagaimana Ia bisa melayang di udara.


Kakek Obat hanya terdiam setelah Chen An selesai menceritakan semua kisah hidupnya dari sejak kematian tragis kedua orang tuanya, hingga Ia bertemu Fei Long dan mendapatkan ingatan Xiang Long.


“Apakah semua ceritamu itu nyata? Bukan karanganmu saja untuk mengelabui aku?” Tanya Kakek Obat dengan suara yang masih terdengar tegas.


“Bukan Kakek! … Mana berani Aku berbohong pada Kakek. Itulah kenyataan yang Aku alami.” Chen An berkata dengan menekan rasa jerihnya. Ini kali pertama Ia merasakan rasa tak berdaya seperti itu.


Sosok Kakek Obat hanya terdiam, hal itu membuat degup jantung Chen An berdetak lebih kencang.


Kakek obat itu memandang Chen An dengan benak yang masih dipenuhi oleh pertanyaan, tentang siapa sosok Xiang Long. Pertanyaan besar di benaknya adalah apa Mustika Bintang itu?


“Ratusan tahun aku berada di Dunia bawah ini, sejauh ini Aku belum menemukan orang yang ku cari.


Masih terbayang dalam ingatannya, peristiwa yang terjadi lebih dari enam ratus tahun lalu. Peristiwa saat dirinya terlempar ke Dunia Bawah ini, bersama dengan orang yang paling Ia inginkan kematiannya.


“Mungkinkah Dia sudah menemukan Artefak Harta milik Guru? Jika sudah … Semakin kecil peluang ku untuk membunuh pengkhianat itu.”


Sosok yang menyebut dirinya Kakek Obat itu, masih termenung dan asik dengan pikirannya sendiri. Chen An hanya bisa berdiam diri, tak berani bergerak sedikitpun.


Kakek Obat masih saja mengenang peristiwa lalu, saat Ia mendapati kenyataan bahwa adik seperguruannya bernama Tan Hu, telah bergabung dengan Tianchang yang adalah musuh bebuyutan guru mereka.


Pengkhianatan Tan Hu, membuat Sang Guru harus terluka parah saat bertarung dengan Tianchang. Namun Sang Guru berhasil melarikan diri dari tempat tersebut dengan keahlian ilusinya.


Rasa kecewa yang mendalam terhadap pengkhianatan muridnya itu, membuat Sang Guru memutuskan pergi ke Dunia Bawah.

__ADS_1


Dengan menggunakan Artefak Teleportasi yang belum selesai dibuat olehnya, Sang Guru berhasil memasuki Dunia Bawah.


Namun Artefak itu masih aktif saat Adik seperguruannya tiba bersama seorang kultivator tingkat tinggi lainnya. Kedatangan Tan Hu karena ingin hendak menghabisi Sang Guru sebagai bukti loyalitasnya terhadap Tianchang.


Dirinya yang diberi tugas oleh Sang Guru untuk menghancurkan Artefak Teleportasi itu, diserang oleh Tan Hu yang membuat dirinya dengan terpaksa beradu serangan energi.


Benturan energi qi yang besar itu, membuat tubuh keduanya terhisap ke dalam Artefak yang membuat keduanya terlempar ke Dunia Bawah pada tempat yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh.


Sementara Artefak Teleportasi itu meledak dahsyat hingga hancur menjadi debu. Ledakan itu juga menyebabkan Kultivator rekan Tan Hu, tewas dengan tubuh yang hancur dan menjadi abu.


“Kakek Obat … Apakah kau baik-baik saja?”


Pertanyaan Chen An membuyarkan lamunan Kakek Obat yang segera menarik nafas panjang.


“Aku baik-baik saja Chen Cen … Mau kemana Kau malam-malam begini berada di hutan yang dipenuhi oleh Beast ini?”


Sesaat Chen An sempat kebingungan, tidak mungkin Ia mengatakan akan menuju ke bagian selatan Hutan Siluman dan mengambil Artefak Harta yang berisi Cincin Ruang Dimensi itu.


“Aku ingin kembali ke goa di tengah-tengah Hutan ini untuk melihat apakah Guruku sudah kembali atau belum?” Jawab Chen An dengan nafas lega.


“Begitu … Bolehkan Aku singgah di tempat mu?” Kakek Obat berkata demikian karena Ia merasa Chen An adalah Pemuda yang jujur dan baik.


Usianya yang sudah mencapai delapan ratus tahun lebih, membuatnya ingin memiliki seorang murid sebelum Ia meninggal tepat saat berusia seribu tahun nanti.


Dan Chen An adalah sosok yang tepat untuk mewarisi kemampuan Alkemisnya dan juga jurus-jurus beladirinya. Namun begitu, Ia tidak mau gegabah. Ia ingin lebih mengenal Chen An lebih jauh.


“Tentu saja Kakek Obat … Tapi bolehkah Aku tahu, bagaimana kakek bisa berada di Dunia Bawah ini dan apa yang sedang Kakek Cari.”


Kakek Obat tersenyum mendengarnya. “Akan ku ceritakan dalam perjalanan ke tempat tinggalmu.” Jawab Kakek obat yang membuat Chen An menjadi senang.


Keduanya melayang perlahan-lahan, Kakek Obat kemudian menceritakan apa yang tadi membuatnya terdiam cukup lama.


“Apa! Batu Artefak Harta!” Chen An tersentak kaget setelah mengetahui, bahwa kotak hitam yang berada di balik jubahnya, adalah benda yang dicari oleh Kakek Obat selain mencari keberadaan guru serta Tan Hu, adik seperguruannya.


“Ada apa? Kenapa Kau terkejut Chen Cen ? Apakah kau mengetahui keberadaan benda itu?”

__ADS_1


########


__ADS_2