
“Kekuatan macam apa ini?!” Yuan Bei terperangah kaget.
Sedangkan Bayangan Angin kembali teringat pertarungan dahsyat yang pernah terjadi antara Chen An dan ketua Tan Hu, yang membuatnya kesulitan mendekati tubuh Yuan Bei yang sudah tergeletak pingsan saat itu.
“Tuan Muda … Kita harus menyingkir dari tempat ini.” Belum sempat Yuan Bei menanggapi perkataan Banyangan Angin, ledakan energi kembali terjadi yang membuat tubuh keduanya terhempas jauh.
Ledakan itu berasal dari benturan dua energi yang dilesatkan oleh Chen An untuk menghadang serangan energi dari mata iblis Hong Qi.
Saat berhasil menguasai diri, Yuan Bei tersentak mendapati Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Sedang Bayangan Angin terlihat sudah tak sadarkan diri. Tubuhnya tidak jatuh, tapi tetap melayang, seolah ada kekuatan yang menahannya.
Saat mengedarkan pandangan, Yuan Bei menyadari suasana di tempat itu telah berubah seiring dengan bercahayanya mata Chen An.
Awan bergulung terbawa angin, petir menyambar tak henti dari gumpalan awan seluas satu kilometer lebih, air hujan mulai turun namun tak menyentuh tanah karena kembali menguap oleh bara api di bawah awan hitam tersebut.
Gulungan awan itu perlahan berubah bentuk, demikian juga petir dan api yang berada di bawahnya. Kesemuanya bersatu membentuk sebuah lingkaran awan raksasa yang bercahaya putih kebiruan.
Hal seperti itu belum pernah Hong Qi lihat seumur hidupnya, membuat Ia perlahan melayang mundur sebelum tersentak saat menyadari sesuatu.
“Kenapa tubuhku sulit untuk digerakkan?!” desisnya seraya meraba keningnya yang tidak lagi terdapat mata berwarna semerah darah.
Yuan Bei yang juga merasakan hal yang sama, bahkan Ia kesakitan seolah ribuan jarum sedang menusuk sekujur tubuhnya. Ia berusaha tidak berteriak, namun karena tak kuasa lagi menahan rasa sakit yang amat sangat, jerit kesakitannya pun terdengar.
Teriakan kesakitan Yuan Bei, diikuti oleh teriakan Hong Qi beberapa detik kemudian. Cukup lama rasa sakit itu keduanya dera. Sebelum akhirnya berhenti dengan Yuan Bei yang terkulai tak sadarkan diri dan Hong Qi yang terengah-engah.
“Kurang Ajar! Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan?! Kenapa kekuatanku kembali ke Puncak Pendekar Langit!”Tanya Hong Qi keheranan sambil mengepalkan tangannya.
Setelah suasana kembali seperti sediakala, Chen An membuka matanya. Ia menarik nafas panjang, saat tidak lagi merasakan aura Iblis dari tubuh Yuan Bei maupun tubuh Hong Qi.
Chen An perlahan melayang turun, tubuh Yuan Bei dan Bayangan Angin perlahan turun mengikutinya. Sedang tubuh Hong Qi yang masih melayang di udara, Chen An melepaskan energi qi-nya secara tiba-tiba.
“Tidak!!!”
Hong Qi panik saat tubuhnya meluncur deras hendak membentur tanah. Kekuatan Iblis telah menghilang dari tubuhnya, sehingga Ia tak memiliki kemampuan melayang lagi.
Jatuh dari ketinggian seratus meter di udara, bukan hal yang tidak berbahaya bagi Pendekar Langit Tahap Puncak sekalipun. Hong Qi mencoba bersalto beberapa kali untuk mengurangi laju jatuhnya.
Usaha Hong Qi tidak sia-sia, namun rasa sakit Ia rasakan pada kedua lututnya. Ia pun menatap marah ke arah Chen An yang sudah berjarak lima meter darinya. Tidak terlihat lagi lingkaran Cahaya di belakang pemuda itu.
__ADS_1
“Kau…. !!!”
“Ya AKu… Kenapa?!” Chen An balik bertanya sambil tersenyum tipis, membuat Hong Qi bertambah kegusarannya.
Hong mengambil dua Buah Iblis yang tersisa dari balik jubahnya. Namun, Ia tercengang saat mendapati buah Iblis itu telah berubah menjadi buah apel kecil.
“Tidak Mungkin! Bagaimana bisa?!” Dengan kesal Ia membanting dua buah Apel itu ke tanah hingga hancur berkeping-keping.
Selain Kitab Raja Iblis, benda berharga yang Ia punya saat ini adalah Tongkat Hitam miliknya yang merupakan Senjata Pusaka Sekte.
Ia segera mencabut tongkat itu dari punggungnya. Tongkat berwarna hitam legam itu segera Ia aliri tenaga dalam.
Walau tahu Chen An bukan lawan sepadan lagi baginya, namun Hong Qi yang sudah sangat murka tak peduli lagi. Ia melompat tinggi seraya memukulkan tongkat hitam ke arah kepala pemuda itu.
PRAK
Tongkat itu tepat menghantam kepala Chen An, namun justru Hong Qi yang terpental sehingga tongkatnya terlepas dari genggaman tangannya.
Mata Hong Qi membelalak lebar, melihat sesuatu yang aneh terjadi di depan matanya.
Namun Chen An segera membuka matanya. Dan segera meraih Tongkat itu dan memeriksanya dengan seksama.
“Tongkat Darah?! Kau Yakin jika tongkat hitam ini adalah Tongkat Darah?” Tanya Chen An dalam benaknya saat Roh Rambut Merah merasakan Aura Tongkat tersebut.
“Aku yakin sekali Tuan, seyakin jika Kitab Raja Iblis ada pada orang itu.”Jawab Roh Rambut Merah Antusias dan meminta Chen An untuk segera mendapatkan Kitab yang Ia cari itu.
Mendapati Rambut Merah sangat yakin, Chen An segera bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Hong Qi. Dalamsekejap, leher Hong Qi telah berada dalam cengkeraman tangannya.
Chen An segera menggeledah jubah Hong Qi, namun Ia tidak menemukan kitab tersebut. ”Di mana Kau simpan Kitab Raja Iblis itu?!”
Hong Qi yang sudah tak berdaya lagi, hanya menatap kesal ke arah Chen An seraya menyeringai sinis.
Chen An melakukan hal tak terduga yang membuat Hong Qi hanya terduduk diam, setelah cengkeraman di lehernya dilepaskan oleh pemuda itu.
“Kenapa tidak kau bunuh Aku saja?!”
Hong Qi berkata dengan suara lirih. Tidak menduga dirinya akan kehilangan kemampuan beladirinya di tangan seorang bocah belasan tahun.
__ADS_1
“Masih tidak mau mengatakan di mana Kitab itu Kau simpan?” Chen An mengabaikan ucapan Hong Qi yang menatap dirinya dengan penuh kebencian.
“Sekalipun Kau membunuhku Aku tidak akan memberitahumu… Puah!” Hong Qi meludah ke tanah.
Chen An hanya tersenyum mendengarnya. “Benarkah?!”
Tuk
Sesaat setelah Chen An menotok leher sebelah kirinya. Hong Qi tertawa terbahak-bahak tanpa henti. Bahkan untuk menghela nafas saja Ia terlihat kesulitan.
Hampir lima menit hal itu terjadi, Chen An kembali menotok leher Hong Qi yang terengah-engah setelah tawanya berhenti.
“Masih tak mau menunjukkan padaku?” Hong Qi hanya diam saja. Chen An kembali menotok leher Hong Qi yang kembali bergulung-gulung di tanah, mencoba menahan tertawanya yang tidak bisa Ia hentikan sama sekali.
Setelah sedikit lama membiarkan Hong Qi tertawa, Chen An kembali menotok leher Hong Qi yang raut wajahnya, kini berubah menjadi pucat saat Chen An kembali bertanya padanya.
“Ba .. Baaiiikklah, jangan totok lagi …” Hong Qi buru-buru menjawabnya. Ia tak ingin lagi tersiksa dalam tawa yang tak Ia inginkan.
Namun, saat Hong Qi akan berdiri, Chen An tiba-tiba melesat saat menyadari tubuh Yuan Bei danBayangan Angin menghilang, setelah sebuah asap hitam menggulungnya.
Chen An segera mengerahkan kekuatan di Ranah Dewa Abadi dan membuat kedua matanya kembali bercahaya seraya mengejar sosok pemuda yang pernah ia temui sebelumnya.
Hal itu dimanfaatkan oleh Hong Qi untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Selama Kitab Iblis masih berada di tangannya, Ia bisa memulihkan kekuatannya, sekalipun butuh waktu tiga tahun lebih.
Namun baru seratus meter meninggalkan tempat tersebut, Chen An yang tak berhasil mengejar Pemuda misterius itu, tiba-tiba menghadang langkahnya.
“Masih mau lari atau ingin tertawa lagi?” tanyanya pada Hong Qi dengan wajah yang terlihat kesal. Ia gagal menemukan jejak pemuda misterius itu, karena perhatiannya terpecah oleh Hong Qi yang mencoba melarikan diri.
“Kau masih hidup, karena Aku merasa membutuhkan informasi dari mu. Tapi sekarang tidak lagi.”
Chen An kembali melesat ke udara setelah mematahkan leher Hong Qi yang tewas dengan mata yang melotot lebar.
“Kemana perginya pemuda itu? Siapa Dia sebenarnya. Sesaat setelah asap itu muncul, Aku merasakan Aura Iblis yang sangat kental pada energinya. Energi Iblis yang berbeda dengan energi Iblis lainnya.
@@@@@
Mohon maaf Updatenya berantakan. Saat ini Author sedang dalam masa pemulihan.
__ADS_1