Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
012: Meninggalkan Hutan Siluman


__ADS_3

“Kitab Dewa ini sebenarnya adalah Kitab Rahasia salah satu di Sekte Aliran Putih Di Dunia Atas. Berdasarkan ingatan Xian Long yang telah berhasil aku gali dan Kususun urutannya, isi dari Kitab Dewa yang guru berikan ini hanya separuhnya saja yang asli.”


Penjelasan Chen An yang gamblang, membuat ingatan Fei Long kembali ke masa lima tahun lalu saat terjadi pertarungan di puncak Gunung Huashan.


“Apakah Xiang Long adalah anggota sekte itu, sehingga dia bisa mengetahui isi Kitab Dewa ini?”


Chen An menghela nafas panjang, lalu Ia menjelaskan jika Xiang Long sebelum menjadi murid rahasia Tianchang, adalah murid dari Sekte Aliran Putih tersebut.


Namun karena ambisinya, Ia mencuri Kitab Dewa itu dari perpustakaan sekte dan kabur dari sekte tersebut. Ia pun diburu oleh para Tetua Sekte dan akhirnya diselamatkan oleh Tianchang.


“Apakah Xiang Long juga telah mempelajari seluruh teknik dalam Kitab Dewa ini?” Fei Long bertanya dengan raut wajah yang terlihat penasaran.


“Belum Guru … Dia baru mempelajari beberapa teknik saja. Itulah sebabnya Ia hampir terbunuh oleh Tetua Sekte aliran putih itu.”


Fei Long mengangguk-anggukan kepala. “An’er … Apakah kau bisa memahami petunjuk dalam kitab ini?” Chen An menganggukkan kepalanya. Mengetahui hal tersebut, mata Fei Long seketika berbinar terang.


“Bagus jika begitu …” Fei Long lalu meminta Chen An untuk memberitahu petunjuk tersebut pada dirinya. Chen An memenuhinya, lalu menjelaskan sebuah teknik bernama Tinju Dewa Bumi, Fei Long terlihat diam dengan dahi berkerut.


“Apa qi itu? Bagaimana mendapatkannya? Apakah jika tidak memiliki qi, tidak akan bisa menguasai jurus itu?”


Chen An menganggukkan kepalanya yang membuat Fei Long seketika menjadi lemas. “Sudahlah … Sepertinya Aku tidak berjodoh dengan Kitab itu.”


Fei Long melesat ke dalam goa. Sesaat kemudian Ia telah kembali dengan membawa sebuah buntalan kecil yang Ia ikat di pinggangnya.


“An’er … Kau sudah besar sekarang, bisa mengurus dirimu sendiri. Guru akan pergi sementara waktu. Kau boleh pergi keluar dari hutan siluman ini, hanya jika kau sudah berhasil menguasai semua teknik yang ada dalam kitab Dewa Itu.”


Chen An menganggukkan kepalanya dan berlutut mengucapkan terimakasih kepada Sang Guru yang telah merawatnya sejak lima tahun lalu. Fei Long lalu memberikan Pedang Kristal Siluman kepada Chen An.

__ADS_1


Setelah itu,Fei Long melesat meninggalkan Chen An yang tengah memandanginya dengan wajah sedih.


“Kenapa Aku merasa tidak akan bertemu dengan guru dalam waktu yang lama? Semoga Guru baik-baik saja, dan kembali setelah Aku berhasil menguasai seluruh teknik dalam Kitab Dewa ini.”


Setelah kepergian Sang Guru, Chen An lalu membuka lembar demi lembar Kitab Dewa yang berisi teknik asli sebagaimana yang Ia ketahui.


Ada beberapa teknik asli dalam kitab tersebut. Pertama, Teknik Tinju Dewa Bumi terdiri dari tiga jurus. Kedua, Teknik Tendangan Dewa Angin yang memiliki dua jurus. Dan terakhir Teknik Pedang Dewa Api yang memiliki lima jurus.


“Aku memiliki waktu yang cukup banyak untuk mempelajarinya hingga pada penguasaan sempurna.” Chen An memasukkan Salinan Kitab Dewa itu ke dalam jubahnya.


Hari demi hari, Chen An lalui dengan berlatih keras mempelajari jurus dari ketiga teknik yang ada di dalam salinan Kitab Dewa tersebut.


**


Tiga tahun pun berlalu sejak kepergian Fei Long yang hingga saat ini belum kembali juga. Sementara Chen telah berhasil menguasai sepuluh jurus dalam yang ada di Salinan Kitab Dewa itu.


Penguasaannya terhadap setiap jurus pun, telah mencapai tingkat penguasaan sempurna.


Setidaknya, Chen An telah memiliki tiga ribu lingkaran tenaga dalam. Besar kecilnya Tenaga dalam seorang pendekar ditentukan dengan jumlah lingkaran energi di setiap otot tubuhnya.


Pendekar Tingkat Langit seperti Fei Long, setidaknya memiliki dua ribu lingkaran tenaga dalam di tubuhnya.


Sementara itu, energi qi yang dimiliki oleh Chen An kini setidaknya berjumlah lima ratus kristal. Setiap satu kristal qi, setara dengan sepuluh lingkaran tenaga dalam. Namun kekuatan satu kristal qi, setara dengan seratus lingkaran tenaga dalam.


Chen An mengetahui cara mengubah tenaga dalam menjadi energi qi tersebut, berdasar ingatan dari Xiang Long yang berada di kepalanya.


Pengetahuan lain pun, Chen An dapatkan dari Ingatan manusia yang berasal dari dunia atas tersebut. Seperti teknik berkultivasi, teknik totokan, teknik segel dan juga teknik melayang di udara.

__ADS_1


Namun sejauh ini, Chen An belum memahami mengapa Mustika Bintang yang menyegel ingatan Xiang Long, bisa berada di dalam tubuhnya.


“Apa sebenarnya Mustika Bintang itu? dan apa tujuan mustika itu dimasukkan ke dalam tubuhku yang berada di dunia bawah? Lalu di manakah Dunia Atas itu berada? Bagaimana caranya agar bisa berada di dunia itu?”


Begitu banyak pertanyaan dalam benak Chen An, yang tidak bisa Ia dapatkan jawabannya, walau telah berulangkali Ia menggali informasi dari ingatan Xiang Long.


“Sepertinya Aku harus meninggalkan Hutan Siluman ini. Guru juga telah bertahun-tahun tak kembali. Apakah Ia baik-baik saja? Aku harus mencarinya.”


Pagi hari itu, Chen An memutuskan untuk meninggalkan Hutan Siluman. Ia menulis surat terlebih dahulu yang ditujukan kepada gurunya.


Setelah selesai dengan semua persiapannya, Chen An lalu melesat ke udara setinggi dua puluh meter. Berdiri di atas sebuah pucuk pohon tertinggi mengedarkan pandangannya.


“Ke arah manakah Aku harus mencari Guru?” Chen An memejamkan mata, mengingat kembali ke arah mana Sang Guru melesat dan meninggalkan dirinya tiga tahun lalu.


Setelah memastikan arah yang dituju oleh gurunya dulu, Chen An segera melayang ke arah utara. Sepanjang perjalan melintasi hutan siluman, Chen An bisa melihat serakan tulang-belulang dari siluman yang telah Ia bunuh, selama delapan tahun berada di Hutan Siluman.


“Ternyata banyak juga siluman yang telah ku bunuh. Apakah aura pembunuhku telah cukup untuk membuat seorang pendekar jatuh tak sadarkan diri?”


Penasaran dengan hal itu, Chen An berniat untuk mengujinya nanti. Setelah belasan kilo melayang di udara, Chen An pun akhirnya tiba di luar wilayah hutan Siluman.


“Sebaiknya aku berjalan kaki saja saat siang hari, agar tidak mengundang perhatian orang-orang.” Chen An pun melesat turun dari udara, saat menemukan sebuah jalan besar, tiga kilometer dari tepi hutan Siluman.


Chen An menyusuri jalan tersebut dengan langkah kakinya. Beberapa kali ia menggunakan peringan tubuhnya. Beberapa kali Ia bertemu dengan rombongan pedagang yang dikawal oleh belasan bahkan puluhan pendekar.


Namun, mereka semua hanya memandang sekilas ke arah Chen An yang memilih menepi, membiarkan mereka lewat terlebih dahulu.


Saat hari telah senja, Akhirnya Chen An tiba di sebuah kota kecil yang seingatnya pernah Ia datangi delapan tahun lalu bersama Sang Guru.

__ADS_1


“Tunjukkan identitasmu anak muda?” Salah satu dari enam penjaga gerbang kota, menghadang langkah Chen An dan menanyakan sesuatu yang membuat Chen An kebingungan.


******


__ADS_2