Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
054: 1 Tubuh 2 Roh


__ADS_3

Sedetik kemudian, dua orang itu bertarung dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh Yuan Bei. Bahkan Thio San harus berkonsentrasi tinggi untuk bisa mengikuti kecepatan gerak mereka.


Pertukaran serangan jarak dekat terjadi dengan sengitnya, benturan kapak dan pedang mereka, melesatkan energi seperti petir yang menyambar hingga radius puluhan meter.


Pepohonan yang telah tumbang karena pertarungan sebelumnya, kini menjadi hancur berkeping-keping. Api pun menyala dan radius satu kilometer lebih, hingga membuat asap hitam membumbung tinggi memenuhi langit.


Suara ledakan demi ledakan itu, terdengar hingga di Kota Zhaodong. Tak ada satupun dari mereka yang mengetahui apa yang tengah terjadi, kecuali Cui Lan yang dalam diamnya sedang berkomunikasi dengan Roh Phoenix Api Putih.


“Tenanglah … Pemuda yang kau sukai itu, entah bagaimana caranya, kekuatannya telah jauh meningkat. Tanpa Bantuan Tuan Rambut Merah sekalipun, kini Aku tak akan bisa mengalahkannya.”


Untuk sesaat Cui Lan merasa tenang, namun tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat keras dan terkuat yang mereka dengar selama hari ini. Hal itu membuat Cui Lan terkejut dan kembali khawatir.


Ledakan itu membuat bangunan kediaman Bangsawan Hao bergoyang keras bagai sedang dilanda gempa. Cui Lan bertanya kepada Roh Phoenix Api yang sedang tertegun, karena merasakan aura lawan Chen An tiba-tiba meningkat.


Sedangkan di dekat arena pertarungan, Thio San sedang terbelalak matanya saat mendapati bagian kiri tubuh Tan Hu berubah menjadi kuning keemasan.


“Raja Gems … Mengapa Kau baru keluar? apakah Kau mau membantuku?” Tanya Roh Raja Yakut pada sosok Roh yang menghuni jubah Kuning keemasan yang digunakan oleh Tan Hu.


“Tentu saja Aku harus membantumu Raja Yakut. Manusia ini makhluk terkuat yang pernah kita rasuki bukan? Bagaimana Aku bisa membiarkan manusia ini mati cepat. Sebaiknya kita bekerja sama untuk menangkap bocah itu, Aku merasakan Aura kekuatan Mustika Bintang dari tubuhnya.”


“Ternyata Kau juga telah mengetahuinya, tapi Aku tidak ingin berbagi energi mustika itu denganmu. Jadi Kau jangan berharap bisa mendapatkannya.” Raja Yakut berkata dengan tegas.


“Itu kita tentukan nanti, setelah kita berhasil mengeluarkan Mustika Bintang dari Tubuh Bocah itu. Aku yakin, jika kita berdua bekerjasama, kita bisa mengalahkannya. Ayo kita kerahkan kekuatan penuh kita.”


Roh Raja Gems berkata seraya mengalirkan kekuatannya pada bagian kiri tubuh Tan Hu. Melihat hal itu, Raja Yakut segera ikut mengerahkan seluruh kekuatannya.


Aura kuning keemasan, segera menyelimuti tubuh Tan Hu di bagian kiri. Sementara sebagian tubuh yang kanan, diselimuti oleh Aura berwarna hitam putih.


Udara terasa semakin berat di sekitar tempat tersebut seiring dengan meningkatnya kekuatan Tan Hu.


Thio San pun sempat goyah posisi melayangnya. Hal yang tidak Ia duga akan terjadi pada dirinya yang telah mencapai Level Enam Ranah Dewa Semi Abadi.


Sedangkan di bawah sana, Yuan Bei sedang tergeletak dengan nafas yang terputus-putus, karena tekanan Aura yang begitu kuat melanda tubuhnya.


Dengan kekuatannya yang Ia miliki saat ini, tekanan aura sebesar itu tak mampu untuk ditahan oleh tubuhnya yang tak memiliki energi qi lagi.


Andai saja Mei Lin tidak segera menyadari perubahan kekuatan lawan kali ini, kecil harapan Chen An untuk bisa bertahan dari serangan kedua Makhluk Roh yang mengendalikan tubuh tan Hu itu.


“Chen Cen … Apakah Kau tahu cara mengalahkan mereka?” Tentu saja Chen An menjawab tidak. “Apakah Nona Lin mengetahuinya caranya?”


“Baru kali ini, aku menemukan manusia yang raganya bisa dikendalikan oleh dua roh sekaligus. Manusia ini akan sangat berbahaya jika kau membiarkannya tetap hidup.”


“Apa yang harus kulakukan. Kekuatannya meningkat pesat, apakah Aku masih bisa melawannya?” Tanya Chen An.

__ADS_1


“Sementara Kau bertahan dulu, aku akan mencari kelemahannya dengan melihat gerakan mereka saat bertarung denganmu. Ah … Awas serangan!”


Teriakan Mei Lin membuat Chen An segera tersadar dan menghindari tebasan kapak Iblis di tangan Tan Hu.


Saat akan membenahi posisinya, serangan energi berwarna kuning keemasan berbentuk tombak besar, melesat ke arah punggung Chen An.


BLAAAMMM


Tubuh Chen An terlempar hingga hampir seratus meter jauhnya. Kesadarannya pun nyaris menghilang, karena kali ini Ia bisa merasakan sakit di punggungnya.


Chen An kembali bersiaga, namun tidak bisa mengetahui dimana tubuh Tan Hu berada. Walau Ia telah mengalirkan qi ke arah mata dengan jumlah jauh lebih besar lagi, tetap saja tubuh Tan Hu tidak bisa Ia lihat.


Thio San pun kebingungan, karena Jurus Nadi Angin miliknya, tidak bisa mendeteksi keberadaan Tan Hu saat ini. Ia menatap ke arah Chen An yang sedang kebingungan.


Mulut Thio San terbuka lebar, Ia hendak berkata untuk memperingatkan Chen An bahwa Tan Hu berada di belakangnya dan sedang mengayunkan kapak besar ke arah kepalanya.


“TIDAAKK!”


Thio San berteriak seraya memejamkan matanya, tidak kuasa melihat bilah Kapak Iblis di tangan Tan Hu hampir menyentuh kepala Chen An.


Karena heran tidak terdengar suara kepala yang pecah, Thio San kembali membuka matanya. Ia pun dikejutkan dengan pemandangan yang belum pernah Ia lihat selama ratusan tahun hidupnya.


“Bagaimana bisa?!”


“Raja Gems apa kau tahu apa yang terjadi?” Suara Roh Raja Yakut bergetar jerih.”Ten … Tentu saja …” Suara Roh Raja Gems pun terdengar sama.


“Dia … Perempuan Iblis itu ada disini, Ayo cepat pergi!”


Sedetik kemudian, tubuh Tan Hu telah berada sejauh seratus meter dari tempatnya semula. Dan dalam beberapa detik kemudian, tubuhnya terlihat seperti sebuah titik hitam di kejauhan sana.


Sesaat kemudian di depan Thio San muncul sebuah cahaya menyilaukan mata dan setelah meredup, terlihat sosok Chen An yang berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada.


“Ah … Karena menolongmu, keberadaan-ku di Dunia mu ini akhirnya diketahui oleh mereka Chen Cen. Kau harus bertanggung jawab karena hal ini.” Mei Lin mengocehi Chen An yang kurang waspada saat tadi Ia bertarung.


“Bertanggungjawab bagaimana? Apa Kau hamil dengan menunjukkan dirimu, lalu memintaku bertanggung jawab dengan menikahimu? Begitu maumu Hah!?”


Tanya Chen An yang kesal karena Mei Lin mengambil alih kendali atas tubuhnya, tanpa meminta izin kepadanya terlebih dahulu.


“Menikah? Apa menikah itu? Apa sejenis makanan yang lezat?” Tanya Mei Lin kebingungan. Chen An hanya mendengus kesal. ”Ah Sudahlah … Makhluk seperti mu tak akan mengerti hal seperti itu.”


Chen An memaksa mengambil alih kendali atas tubuhnya tepat saat Thio San tiba ditempat tersebut. Mei Lin mendengus kesal dan terus bersuara menanyakan pertanyaan yang sama.


“Baiklah kalau Kau tak mau menjawab, Aku tak akan membantumu jika bertemu dengan mereka lagi.” Suara Mei Lin tidak terdengar lagi, setelah Ia berkata demikian. Chen An hanya menghela nafas panjang.

__ADS_1


“Chen Cen … Kau baik-baik saja?” Tanya Thio San. “Iya Guru … Eh kemana Yuan Bei? Sepertinya Ia tadi tergeletak pingsan di sana?”


Keduanya lalu mengedarkan pandangan mereka ke segala arah, namun sosok Yuan Bei tidak juga mereka temukan. “Aneh … Bagaimana Ia bisa pergi tanpa kita menyadarinya?”


“Chen Cen … Sepertinya Kau mengenali pemuda itu? “ Chen An Menganggukkan kepalanya. “Dengarkan saran dariku, Jangan pernah sekalipun Kau mengampuni musuh mu, karena suatu saat nanti, Ia akan kembali menyulitkanmu.”


“Baik Guru … Sekali ini saja Aku melepaskan Dia. Itu pun karena nyawaku pernah diselamatkan olehnya sewaktu Aku masih kecil.” Thio San menganggukkan kepala mendengar penjelasan muridnya.


Saat itu api yang berkobar membakar pepohonan semakin membesar, Thio San menyuruh muridnya untuk memadamkan api terlebih dahulu.


Dengan teknik Dewa Bumi, Chen An dapat memadamkan api dengan cepat. Lalu Ia melesat kembali ke hadapan Sang Guru.


“Chen Cen … Apa sebenarnya yang terjadi tadi? Aku masih tak mengerti bagaimana kekuatanmu tiba-tiba bisa berada di Ranah Dewa Semi Abadi dan sekarang kembali ke kekuatanmu yang semula. Apakah Itu teknik yang berasal dari Kitab Dewa Itu?”


Chen An tersenyum, lalu menjelaskan tentang Mei Lin yang membantunya selama ini.


“Roh yang menghuni Mustika Bintang? Dari mana mustika itu berasal dan juga roh-roh penghuni senjata itu? Karena di Dunia Atas sekalipun, tidak ada roh yang sekuat mereka.”


“Aku sendiri juga belum tahu Guru, Mei Lin pernah mengatakan jika di dunianya yang bernama Dunia Sembilan Benua, pertempuran yang kita lihat tadi bukanlah pertempuran dahsyat atau mengerikan.”


“Dunia Sembilan Benua? Sepertinya Aku pernah mendengar nama tersebut, tapi kapan dan di mana ya Aku mendengarnya?” Thio San terlihat sedang mencoba untuk mengingat-ingat nama Dunia tersebut.


Setelah cukup lama berusaha dan tak berhasil mengingatnya, Thio San Akhirnya mengalihkan pembicaraan. “Chen Cen Apa rencanamu selanjutnya?


Chen An terdiam sejenak, begitu banyak hal yang harus Ia selesaikan sehingga membuat bingung dari mana Ia akan memulainya.


“Aku akan kembali dulu ke Kota Zhaodong Guru. Setelah mendapat kabar dari Ibukota, mungkin Aku baru bisa memutuskan langkahku selanjutnya.”


Thio San menghela nafas panjang, setelah menjadi Guru Chen An, belum satupun Teknik yang Ia ajarkan kepada muridnya itu.


“Sebenarnya Aku ingin mengajarimu sebuah teknik yang aku sendiri hanya bisa memahami teorinya, tetapi tak bisa untuk menguasainya. Teknik Rahasia yang mengantarkan Guruku sebagai kultivator pilih tanding di Dunia Atas.”


Chen An terlihat senang mendengar hal tersebut, lalu meminta Sang Guru untuk ikut ke kota Zhaodong terlebih dahulu.


“Apakah Nenek Bawel itu masih di sana?” Tanya Thio San ketika Chen An menunggu jawaban atas permintaannya.


“Iya Guru … Sebenarnya ada permasalahan apa Guru dengan Nenek yang berjuluk Dewi Obat itu?” Tanya Chen An hati-hati.


“ AH itu … Apakah dia belum menceritakan permasalahan kami padamu?” Tanya Thio San. “Kalau sudah, mengapa Aku harus bertanya pada Guru?” Ucap Chen An dengan suara sedikit kesal.


Thio San terkekeh senang, lalu mengajak Chen An melayang menuju kota Zhaodong sambil menceritakan permasalahan dirinya dengan Nenek Qiu Ling dan Qiu Fang itu.


@@@@@

__ADS_1


__ADS_2