
CREEP!
Dengan cepat, Chen An menangkap leher Pemimpin pasukan penjaga Gerbang Kota itu yang terkejut dan tidak bisa mengelak lagi.
Beberapa totokan mendarat di tubuhnya, yang membuat Ia tak bisa mengerahkan tenaga dalamnya sedikitpun.
Para penjaga lain sontak segera bersiaga, lonceng tanda bahaya pun segera mereka bunyikan. Namun Chen An terlihat tidak perduli sama sekali.
“Katakan dari mana Kau dapatkan gelang ini!?” Dengan energi qi nya, Chen An memotong rapi pergelangan tangan kanan pemimpin pasukan itu dan mengambil gelang ular hitam buatannya.
Wajah pimpinan pasukan itu seketika memucat, menyadari tangan kanannya telah buntung. Ia menatap Gelang Ular Hitam yang berada tepat satu jengkal dari matanya.
“Cepat Katakan!” Chen An menguatkan cengkeraman tangannya. Pimpinan pasukan itu terlihat kesulitan untuk bernafas, membuat Ia tidak bisa berbicara.
“An Gege … lepaskan dulu cengkeramanmu. Ia tidak bisa berbicara jika kau perlakukan lehernya seperti itu.” Cui Lan memberanikan diri untuk mengingatkan Chen An.
Wajah Chen An yang sedang marah besar, serta tatapan dan aura membunuhnya yang sangat kuat, membuat Cui Lan menelan ludah karena muncul rasa gentar di hatinya.
Chen An tersadar, lalu membuat tubuh pria itu tetap melayang untuk memberi ruang udara agar bisa menjawab pertanyaannya.
“Ini terakhir kali Aku bertanya! Dari mana Kau mendapatkan Gelang ini!?” Ketakutan jelas terlihat di wajah pimpinan pasukan itu, ketika mendengar perkataan Chen An.
Ia lantas menceritakan bahwa Gelang Ular Hitam itu, Ia dapatkan dari jasad seorang pendekar tua, yang dibunuh oleh Ketua Dua kelompok Topeng Baja.
“APA!?”
Tubuh Chen An bergetar hebat menahan kemarahannya. Di saat bersamaan, puluhan orang pendekar melesat mendatangi Gerbang Barat Kota Zhaodong.
Mereka adalah para pendekar dari berbagai sekte yang telah bergabung dengan Kelompok Topeng Baja.
Kelompok itu telah memulai rencana besar mereka, dengan menguasai Kota Zhaodong pagi hari tadi, dan menghabisi seluruh prajurit Kekaisaran Wei serta komandan dan gubernur Kota tersebut.
Puluhan pendekar itu, yang terendah memiliki kemampuan ditingkat Pendekar Raja. Mereka dipimpin oleh tiga orang Pendekar Langit Tahap Puncak yang merupakan Tetua dari tiga sekte yang berbeda.
__ADS_1
Ketiga orang tersebut, telah berada di atas tembok pagar kota. Mereka memandang takjub dengan apa yang sedang terjadi di depan gerbang barat kota Zhaodong itu.
“Siapa Pemuda ini? Berani sekali Ia membuat pimpinan Pasukan Kelompok Bumi tak berdaya seperti itu?” Tanya salah satu diantara ketiganya.
AARRRGGGHHH!!
Belum sempat rekannya menjawab, teriakan keras dari Chen An yang sedang sangat bersedih, membuat mereka terkejut dan melompat ke udara menjauhi tembok pagar.
Dalam kesedihan dan kemarahannya, Chen An tak kuasa mengendalikan energi qi yang mengalir deras di seluruh tubuhnya.
Ia berteriak sekuat tenaga melepaskan seluruh rasa sedihnya, mendapati kenyataan bahwa sang guru telah tewas di tangan Ketua Dua Kelompok Topeng Baja.
BRAAK!
Energi yang sangat besar, memancar keluar dari tubuhnya dan menghempaskan apa pun yang ada di dekatnya dengan sangat kuat. Pimpinan Pasukan Kelompok Bumi itu tewas, setelah kepalanya membentur tembok pagar kota.
Sementara itu, Cui Lan yang menyadari kedatangan tiga orang Pendekar Langit, segera menjadi waspada. Ia mengalirkan tenaga dalam ke gagang pedang Nirwana dan membiarkan tubuhnya dirasuki oleh Roh Phoenix Api Putih.
BRAAAAKK
Apa yang terjadi kemudian, membuat ketiga Pendekar langit itu tercengang kaget. Puluhan anak buahnya yang sedang melesat untuk menyerang Chen An, tiba-tiba tumbang dengan tubuh yang tertusuk pedang dari tanah.
Chen An menyeringai, melihat puluhan orang lawannya yang masih hidup, berhenti mendatanginya dan berbalik arah menjauh darinya. Chen An lalu mengangkat tangan kanannya ke udara.
Tiba-tiba angin bergulung di depan gerbang kota yang telah hancur. Angin itu membentuk sebuah pusaran yang membesar dengan cepat.
Jurus Badai Angin Tornado, adalah salah satu jurus dari tiga jurus Teknik Dewa Angin dalam Kitab Dewa yang telah Chen An kuasai.
Bahkan jurus ketiga dari teknik tersebut, bisa Chen An gunakan bersamaan dengan jurus ke dua, seperti yang akan Ia lakukan sesaat lagi.
Saat semua lawannya terkesima dengan kemunculan angin tornado setinggi belasan meter itu, Chen An berteriak keras meledakkan energi Qi nya.
Ratusan angin berbentuk pedang yang sangat tajam dan melesat bagai kilat, membuat puluhan orang menjerit dan berjatuhan, karena nyawa mereka terlepas dari raganya.
__ADS_1
Tiga orang pendekar Langit Tahap Puncak, bahkan harus mengerahkan seluruh kekuatannya , demi menghindari tusukan Pedang Angin yang sangat mematikan itu.
Saat badai serangan Chen An mereda, ketiganya mendapati pemandangan yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Kemarahan pun menggelegak ketika mendapati anggota mereka telah tewas semuanya.
Kondisi Gerbang Barat Kota Zhaodong, porak-poranda akibat diterpa angin tornado, yang kini semakin mengecil dan hilang seiring dengan meredanya kemarahan Chen An.
“Kekuatan Pemuda ini, sepertinya setara dengan kekuatan Ketua Dua Kelompok Topeng Baja. Tak mungkin kita bisa menang melawannya dengan kekuatan kita saat ini.”
Salah dari mereka berkata sambil mengeluarkan sebuah pil berwarna merah. Ia adalah Zheng Yun, Tetua Satu Sekte Gagak Hitam, yang termasuk dalam Lima Sekte Aliran Hitam terkuat di Kekaisaran Wei.
“Benar yang Kau ucapkan Tetua Yun, aku pun akan mencoba Khasiat Pil Darah Iblis ini.” Rekannya yang bernama Wang Jun yang adalah Tetua Dua Sekte Kapak Iblis, juga mengeluarkan satu-satunya Pil Darah Iblis yang Ia miliki.
Satu orang yang tersisa berasal dari Sekte beraliran Netral. Ia adalah Ruan Gu, Tetua Satu dari Sekte Tombak Angin yang dipimpin oleh Kakak Kandungnya sendiri bernama Ruan Hu.
Ketiganya menelan Pil Darah Iblis yang konon mampu meningkatkan kekuatan mereka, hingga dua tingkat dari tingkat sebenarnya.
AARGGGHHH!
Terdengar tiga teriakan menggelegar, seiring dengan udara yang dipenuhi oleh aura energi mencekam dari ketiga orang itu. Terlihat warna putih di mata mereka, kini telah berubah memerah seperti darah.
Ketiganya mengeluarkan senjata masing-masing. Zheng Yun mencabut pedang berbilah hitam legam di pinggangnya. Wang Jun menarik Kapak Besar di punggungnya. Dan Ruan Gu menggenggam erat Tombak Pendek yang bisa memanjang hingga lima meter.
Walau marah, Chen An menyadari bahwa kekuatan ketiga lawannya itu, cukup untuk membuatnya terkapar jika Ia lengah sedikit saja. Ia mencabut Pedang Bintang Merah.
Saat Chen An mengalirkan tenaga dalamnya, kristal berbentuk bintang berwarna merah di pangkal bilah, bercahaya terang. Bilah Pedang yang semula putih, kini berubah merah
Sesaat kemudian, serangan kapak besar dari Wang Jun, menderu cepat ke arah Kepala Chen An yang segera menggerakkan pedang untuk menangkisnya.
TRANG!
Benturan itu membuat tubuh Wang Jun, terpental ke belakang dan memaksa Tetua Sekte Kapak Iblis itu, bersalto beberapa kali sebelum menjejakkan kakinya di tanah.
Chen An yang sempat terjajar satu langkah, dikejutkan dengan sebuah pedang hitam yang bergerak sangat cepat tepat ke arah lehernya.
__ADS_1
Ia berhasil menghindari tebasan itu dan menjadi semakin kesal mendapati rambut panjangnya, sedikit terpotong oleh Pedang Hitam milik lawan.
#########