Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
062: Makhluk Bertubuh Cahaya


__ADS_3

“Berani sekali kalian melanggar Aturan Langit sehingga menyebabkan kerusakan dan ribuan kematian yang sia-sia.” Suara penuh wibawa terdengar dari sosok manusia berwujud cahaya putih setinggi lima meter itu.


“Ampuni Aku Ayah. Aku yang menyuruh Rambut Merah mewujudkan dirinya ke dimensi Dunia Manusia, agar dia bisa menyelamatkan pemuda ini.”


Suara Mei Lin terdengar bergetar setelah tubuh rohnya keluar dari lingkaran cahaya yang berada di belakang kepala Chen An. Makhluk Roh cantik itu terlihat dalam posisi berlutut.


Perkataan Mei Lin, membuat Chen An tercekat saat mengetahui bahwa sosok yang baru datang dan memiliki kekuatan gaib setinggi itu adalah Ayah Mei Lin.


“Kau masih dalam masa hukumanmu setelah apa yang Kau perbuat di Dunia Sembilan Benua. Tapi Kau telah memaksa Rambut Merah untuk melanggar Aturan Kaisar Langit demi seorang manusia biasa. Kesalahanmu tidak bisa termaafkan lagi Mei Lin!”


Mei Lin menangis, mendengar kata-kata keras dari Sang Ayah.


“Ayah … Kau yang membuatku terlahir ke Dunia ini berawal dari kesalahanmu yang juga melanggar Aturan Langit. Apa yang kulakukan adalah warisan darimu. Aku telah menemukan seorang pemuda yang ku yakini bisa mengubahku. Apakah Aku salah berusaha melindunginya, sekalipun harus menentang Aturan Kaisar Langit!”


“Lancang Kau Lin’er!” Makhluk berwujud cahaya yang tidak terlihat wajahnya itu, berteriak keras hingga menyebabkan angin berpusar hebat di sekitar tubuhnya, karena energi kemarahan yang meledak setelah mendengar ucapan Mei Lin.


Sesaat kemudian, terlihat sebuah kipas terbuat dari emas di tangannya. Mei Lin terlihat panik saat melihat Kipas Pusaka itu. Namun, akhirnya Ia tertunduk pasrah.


“Ayah, Kau yang memberiku kehidupan, Jika Kau ingin mengambilnya kembali, Aku tak berdaya mencegahnya. Ayah, Ku mohon padamu, sebelum kematian ku, izinkan Aku bertemu dengan Ibu terlebih dahulu.”


Tangis Mei Lin kembali pecah, kemarahan sosok berwujud cahaya transparan itu, perlahan mereda seiring dengan hilangnya pusaran angin di sekitar tubuhnya.


Bagaimana pun juga, Mei Lin adalah puterinya. Buah Cinta dirinya dengan seorang perempuan dari Suku Manusia Angin di Dunia Sembilan Benua.


Karena aturan dari Kaisar Langit, Manusia Klan Dewa terlarang untuk menikahi manusia dari Dunia Lain.

__ADS_1


Aturan itu yang membuat Ia menelantarkan Mei Lin dan Ibunya. Sehingga Mei Lin yang sewaktu kecil memiliki sifat lembut, tumbuh dewasa menjadi sosok yang pemarah dan keji.


Adanya darah dari Manusia Klan Dewa Langit di tubuhnya, membuat Mei Lin tumbuh menjadi sosok kultivator perempuan dengan tingkat kultivasi tinggi di usia mudanya.


Mengingat semua itu, sosok Makhluk Bertubuh Cahaya dari Klan Dewa Langit itu, menghela nafas panjang, sebelum kembali bertanya pada Puterinya.


“Kenapa Kau begitu ingin menyelamatkan pemuda ini? Kenapa Kau diam saja dan tidak menolong Xiang Long saat dia terbunuh, Lin’er?”


Suara Makhluk Bertubuh Cahaya itu terdengar melembut. Sementara Mei Lin gugup mendapat pertanyaan seperti itu dari Ayahnya.


“Itu … Itu Karena Aku tidak menyukai Sifat Xiang Long Ayah. Sedang pemuda ini, Selain sifatnya yang ku sukai, dia juga memiliki Tanda Langit sebagaimana yang Ayah sebutkan.”


“Apa?! Apakah Kau Yakin dia memiliki tanda itu?” Tanya Ayah Mei Lin dengan suara yang terdengar terkejut.


“Aku yakin sekali Ayah. Itulah alasan lain kenapa Aku menyuruh Rambut Merah untuk menampakkan dirinya, Aku ingin Ayah datang ke sini.” Penjelasan Mei Lin, sepertinya meluluhkan hati Ayahnya.


“Aku Paham Ayah … Hanya saja proses penyerapan energi itu akan membutuhkan waktu ratusan tahun lagi. Tubuhnya masih lemah. Tulang dan otot tubuhnya masih belum mencapai Tulang dan Otot Berlian Dewa.” Penjelasan Mei Lin cukup mengejutkan Chen An yang mendengarnya.


Sementara Ayah Mei Lin mengalihkan pandangan ke arah Chen An. Sesaat kemudian, angin tornado kecil bergulung ke arah Chen An dan menyelimuti tubuhnya untuk sesaat.


Setelah Angin Tornado kecil itu kembali kepadanya, Makhluk Bertubuh Cahaya itu segera berkata kepada Mei Lin seraya mengeluarkan tiga buah Apel Langit yang melayang ke depan Wajah Chen An.


“Lin’er … Bantu Dia untuk meningkatkan Tulang Berlian Muda itu menjadi Tulang Berlian Tua dengan menyerap dua buah Apel Langit. Satu buah yang lain, gunakan untuk mengubah ototnya menjadi Otot Berlian Tua. Setelah itu Kau harus segera mengajaknya ke Dunia Sembilan Benua. Karena hanya di Dunia itu saja tempat yang bisa membuat tulangnya menjadi Tulang Berlian Dewa, Kau Paham bukan?”


“Baik Ayah …Terimakasih telah bermurah Hati kepadaku Ayah.” Mei Lin sangat terharu, ini kali pertama Ia merasakan kelembutan Hati Sang Ayah, yang belum pernah Ia lihat wujud Aslinya itu.

__ADS_1


Ayah Mei Lin segera mengalihkan pandangannya ke arah Roh Rambut Merah. “Bagaimana dengan tugas mu untuk mencari Kitab itu Rambut Merah?”


“Ampuni Hamba Penguasa, hamba belum bisa menemukannya. Hanya beberapa petunjuk kecil yang belum bisa membuat hamba memastikan keberadaan Kitab itu.”


“Baiklah jika begitu, sekarang Kau harus menghabisi manusia ini dan juga Iblis Hatinya. Jangan sampai Iblis Hati manusia ini lolos. Atau keberadaan Pemuda itu akan berada dalam bahaya besar di saat kekuatannya masih selemah ini!”


“Siap Penguasa!” Jawab Rambut Merah yang merasa senang dirinya terhindar dari kematian.


“Ayah … Kenapa tidak Ayah sendiri yang membunuh Iblis Hati itu?” Tanya Mei Lin sedikit heran.


“Saat ini … Kaisar Langit mengeluarkan aturan baru, bahwa kami Klan Dewa Langit dilarang untuk membunuh satu pun Makhluk Iblis. Aku tidak ingin membuat masalah lagi dengan melanggar aturannya. Lin’er Ayah pergi dulu, jaga dirimu baik-baik.”


Setelah berkata demikian Ayah Mei Lin lalu membuat seluruh puing-puing reruntuhan dan tubuh ribuan orang yang terlempar ke udara, kembali ke tempatnya semula.


Setelah membuat sebuah segel raksasa yang melindungi Kota Weihu, Makhluk Bertubuh Cahaya itu memberi tahu Rambut Merah, bahwa waktunya hanya satu jam saja untuk membunuh Iblis Hati.


Setelah satu jam, Segel yang melindungi Kota Weihu itu akan menghilang dengan sendirinya.


Sesaat sebelum tubuhnya menghilang, Sosok itu melepaskan sebuah Angin Tornado kecil, yang mengurung lingkaran cahaya merah kehitaman di belakang kepala Tan Hu.


Waktu kembali bergerak seperti semula. Mei Lin pun segera kembali ke dalam tubuh Chen An.


Sementara Roh Rambut Merah bersiap-siap untuk menghabisi Iblis Hati Tan Hu yang sedang terkejut melihat gerbang dimensi untuk kembali ke tubuh Tan Hu telah tersegel.


“Sialan Kau Dewa Angin! Tunggu saja pembalasan dari Bangsa Kami! Akan Kami Cincang tubuhmu dan kami makan sebagai hidangan malam!”

__ADS_1


Iblis Hati Tan Hu berteriak keras ke arah langit, dimana sosok Ayah Mei Lin tadi berada. Sesaat kemudian Ia menatap tajam ke arah Rambut Merah yang sedang membesarkan tubuhnya sehingga kini memiliki tinggi yang sama dengannya.


@@@@@


__ADS_2