Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
039: 3 Pendekar Langit


__ADS_3

“Hujan Seribu Pedang.”


Puluhan energi pedang berwarna merah, melesat ke arah ketiga orang itu dengan kecepatan tinggi. Namun ketiganya berhasil menghindar atau menangkis serangan yang bertubi-tubi itu.


Sudah hampir lima ratus kristal qi yang Chen An gunakan, namun belum satupun dari tiga orang itu yang berhasil Ia lukai dengan telak.


Wang Jun yang lengan kirinya tergores dalam oleh energi pedang Chen An, kini meradang marah. Ia menggunakan delapan puluh persen tenaga dalamnya untuk melakukan serangan dengan jurus terkuat yang telah puluhan tahun Ia latih.


Zheng Yun dan Ruan Gu tak tinggal diam. Mereka menggunakan kekuatan mereka untuk melancarkan serangan terkuat secara bersamaan.


Dari ujung Pedang berbilah hitam milik Zheng Yun, muncul energi berbentuk seekor burung Gagak Hitam setinggi tiga meter dengan mata yang semerah darah.


Sementara Tombak Angin Ruan Gu, kini diselimuti oleh spiral energi yang berputar dengan cepat, mengelilingi tombak yang panjangnya telah menjadi tiga meter.


Wang Jun sendiri telah membuat kapak besar di tangannya, berselimutkan energi berwarna hijau kemerahan dan menebarkan hawa iblis yang mencekam.


Chen An menelan ludahnya, menyadari kekuatan lawan tak bisa dipandang sebelah mata. Ia lalu mengerahkan seluruh energi qi nya yang tersisa yang membuat Pedang Bintang Merah memendarkan Cahaya merah yang menyilaukan.


Sementara Roh Phoenix Api Putih terlihat bimbang untuk bertindak. Ia ingin membantu, namun Chen An tidak memintanya melakukan hal itu.


Yang bisa dia lakukan hanya berjaga-jaga, jika sesuatu yang buruk terjadi pada pemuda yang telah terpilih menjadi Tuan bagi Pendekar Rambut Merah. Sosok yang paling menakutkan bagi dirinya dan juga seluruh Beast di Dunia Atas.


“Serang sekarang!”


Wang Jun memberi aba-aba seraya melompat tinggi dan menebaskan kapak besar dengan sekuat tenaganya, ke arah dimana Chen An berada. Hal yang sama juga dilakukan oleh Zheng Yun dan Ruan Gu.


Tiga energi berbeda bentuk, melesat cepat ke arah Chen An yang sedang menggenggam erat Pedang Bintang yang telah berkobar oleh api berwarna merah.


Jurus Pedang Api Surgawi dari Teknik Dewa Api, Chen An gunakan untuk menyambut ketiga serangan itu. Ia menebaskan Pedang Bintang Merah secara menyilang sebanyak dua kali.


Tebasan itu, melesatkan dua pedang energi yang melesat dua kali lipat lebih cepat dari serangan ketiga orang lawannya.


BLAAAAAMM


Dua Energi Pedang Chen An berbenturan dengan serangan ketiga orang tersebut. Ledakan yang terjadi karena bertemunya empat energi besar, membuat tanah bergetar seolah sedang terjadi gempa di tempat tersebut.

__ADS_1


Angin dari serangan Tombak Angin Ruan Gu membuat area ledakan tertutupi oleh debu-debu yang berterbangan ke udara.


“APA!!!”


“MUSTAHIL!”


“BAGAIMANA BISA?!”


Ketiga orang lawan Chen An berteriak kaget, mendapati serangan terkuat mereka berhasil dihancurkan dengan mudah oleh pemuda yang baru berusia belasan tahun.


Rasa gentar pun mulai merasuki hati, karena jurus terkuat yang mereka miliki, tak bekerja sama sekali terhadap pemuda itu.


“Bagaimana ini?” Tanya Wang Jun yang segera ditanggapi oleh Zheng Yun dengan cepat dan keyakinan penuh. “Kita serang secara langsung, satu melawan tiga. Peluang kita untuk menang lebih besar.”


“Baiklah kalau begitu!” Jawab Ruan Gu yang mengibaskan tombaknya untuk menghalau debu yang menutupi keberadaan Chen An.


Saat debu itu tersingkir menghilang, tidak terlihat oleh mereka tubuh pemuda itu. “Apakah Kalian mencari ku?” Ketiganya terkesiap, saat mendapati Chen An telah berada dua puluh meter di udara di atas tembok Pagar tempat ketiganya berdiri.


“Apa?! Ternyata berita seorang pendekar muda yang bisa melayang itu benar adanya?” Zheng Yun menelan ludahnya, demikian juga dengan Wang Jun dan Ruan Gu.


Pemuda itu tiba-tiba melesatkan energi pedang yang membuat ketiganya berhamburan ketiga arah berbeda, untuk menyelamatkan diri dari serangan yang sangat mematikan itu.


Dari udara, Chen An terus mendesak ketiga lawannya dengan serangan pedang energi dan juga Jurus Pedang Dewa Bumi. Kombinasi serangan yang Chen An gunakan akhirnya membuahkan hasil.


Wang Jun adalah orang pertama yang menjadi korban. Serangan pedang energi dari udara, membuatnya lengah. Sebuah pedang tanah, berhasil menusuk pahanya yang membuat Ia tak bisa menghindari tebasan energi pedang Chen An.


CRAASHHH


Tubuh Wang Jun terpotong dua bagian. Ia jatuh ke tanah, tewas dengan mata yang melotot lebar.


Apa yang menimpa Wang Jun membuat Zheng Yun dan Ruan Gu terkesima sekaligus menjadi ciut nyalinya.


Kematian seorang Pendekar Langit Tahap Puncak, bukanlah hal yang bisa mereka lihat dalam setiap hari. Apalagi tewas dengan cara yang mengenaskan seperti itu.


Keduanya berniat melarikan diri, namun Roh Phoenix Api tiba-tiba melesat di depan Zheng Yun. “Mau Kemana kau!?”

__ADS_1


“Minggir Kau Bocah!”


Zheng Yun yang menganggap remeh gadis di depannya itu, segera menebaskan pedang hitam untuk mengusir Cui Lan dari hadapannya.


Yang terjadi kemudian, membuat matanya terbelalak lebar sebelum kepalanya jatuh ke tanah, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal pada leher yang menyangganya selama ini.


Tubuh Ruan Gu bergetar hebat, melihat kematian Zheng Yun yang lebih mengenaskan dari Wang Jun.


Ia pun segera berlutut, saat Chen An melesat turun dari udara dan menatapnya dengan hasrat membunuh yang sangat mengerikan.


Tombak Angin miliknya, segera terlempar jauh ketika Chen An membuangnya menggunakan ujung pedang Bintang Merah. Chen An segera meletakkan bilah pedang di pundak Ruan Gu.


“Dimana Markas utama Kelompok Topeng Baja?!” Chen An berkata dengan tatapan mata yang dingin.


“Aku tidak tahu Tuan Muda, mohon ampuni Aku. Aku bukan Anggota Kelompok itu. Kami hanya dipaksa bergabung dengan mereka.” Jawab Ruan Gu dengan suara bergetar.


Chen An mendengus kesal, Ia menarik pedangnya sehingga membuat leher Ruan Gu hampir putus.


Tubuh Ruan Gu terkulai jatuh, tewas dengan mata penuh penyesalan, karena bersedia bergabung dengan Kelompok Topeng Baja.


Setelah membersihkan bilah pedang dari darah Ruan Gu, Chen An memasukkan Pedang Bintang Merah ke dalam Cincin Ruangnya.


“Ah Lumayan juga!” Terdengar suara Roh Phoenix Api yang sedang berjalan membawa kapak dan pedang berbilah hitam.


Ia mendekati mayat Ruan Gu dan tersenyum riang mendapati sekantung uang emas dan beberapa keping uang perak dari balik jubah Tetua Sekte Tombak Angin itu.


“Tombak yang bagus. Ah Tuan Muda… Bolehkah Aku menitipkan semua senjata ini ke dalam Cincin Ruang Anda?” Roh Phoenix Api berkata sambil menyodorkan ketiga senjata tersebut.


Chen An mengibaskan tangannya, membuat ketiga senjata itu menghilang dari tatapan mata.


“Untuk apa Kau mengambil senjata dan uang mereka?” Tanya Chen An, setelah Ia melihat Roh Phoenix Api putih sedang mengumpulkan seluruh uang hasil jarahannya.


“Gadis ini butuh gaun baru yang lebih bagus, agar pemuda yang Ia sukai tidak berpaling pada gadis lain.” Ucapnya sambil melirik genit ke arah Chen An. “ Lagi pula mayat-mayat itu tidak membutuhkan uang lagi di tempat baru mereka.”


Jawaban Roh Phoenix Api, membuat Cui Lan mengoceh kesal. Ia berontak meminta agar Roh Phoenix Api segera mengembalikan kendali atas tubuhnya.

__ADS_1


##########


__ADS_2