Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
061: Iblis Hati


__ADS_3

“Tidak mungkin!....” Baik Zheng Yin maupun Zhi Hung menolak untuk percaya apa yang mereka lihat.


“Jangan khawatir aku akan segera mengirim kalian menemui mereka!” Chen An bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata keduanya.


Tidak terdengar jerit kematian dari Zheng Yin maupun Zhi Hung saat tubuh keduanya jatuh ke tanah dengan kepala yang terpisah.


Chen An bukan tidak menyadari tatapan takjub dari Zhang San dan seluruh orang yang berada di atas Tembok Benteng Ibukota Weihu. Namun Ia merasakan firasat buruk datang menghampirinya.


BLAAAMM


Suasana yang hening, terusik dengan sebuah ledakan keras dari arah selatan. Ledakan yang berasal dari benturan dua energi besar milik Tan Hu dan Thio San.


Fluktuasi dari energi mereka yang meledak, menghancurkan ratusan atap rumah dan membuat Tembok Benteng bagian selatan, hancur lebur sepanjang ratusan meter.


Tubuh Kedua orang itu sama-sama terpental jauh hingga puluhan meter. Chen An segera melayang dengan cepat untuk menghampiri gurunya yang baru saja bangkit, setelah sempat tergeletak di tanah.


Di sisi yang berbeda, Tan Hu sedang memuntahkan darah segar dari mulutnya. Ia terlihat murka dan segera bangkit serta mengeluarkan Pedang Elang Hitam dan Kapak Iblis.


Saat mengalirkan energi qi ke arah kedua senjata pusaka itu, Tan Hu terkesiap karena energi qi-nya tiba-tiba terhisap sangat kuat dan cepat tanpa Ia bisa mencegahnya.


Saat energi qi-nya tinggal separuh lagi, barulah kedua senjata itu menghentikan aksinya. Namun Tan Hu tidak bisa mencegah, saat kedua senjata pusaka itu melepaskan diri dari genggamannya.


Kedua Senjata melesat ke udara dengan sangat cepat dan dalam beberapa detik saja telah tidak terlihat lagi. Tan Hu menyadari jika dirinya telah tertipu oleh kedua makhluk roh itu.


“Sial … Aku tak memiliki cara lagi untuk bisa menang dari dia selain Pil Darah Iblis ini. Tapi …”


Tan Hu terlihat gamang. Bagi seorang kultivator Ranah Dewa Semi Abadi, menelan Darah Iblis sama dengan membangkitkan Iblis Hati.


Seorang kultivator yang tubuhnya dikuasai oleh Iblis Hati, kesadarannya akan berada dalam keadaan mati suri.


Walau itu bersifat sementara, hanya selama tujuh hari, namun efek yang ditimbulkan akan menurunkan kultivasinya hingga satu tingkat.


Melihat Chen An dan Thio San melayang menghampiri dirinya, Tan Hu menjadi panik. Tanpa pikir panjang lagi, Ia pun segera menelan Pil Darah Iblis.


AAARGGGHHHH


Raungan keras dari Tan Hu serta pancaran energi yang sangat kuat, membuat Thio San terkejut saat melihat mata Tan Hu berubah merah.


“Bodoh Kau Tan Hu!” Mengetahui Adik seperguruannya menelan Pil Darah Iblis, Thio San menjadi panik. Apalagi Aura kekuatan Tan Hu terus meningkat, yang membuat tanah bergetar, atap-atap bangunan Ibukota Kekaisaran itu mulai berjatuhan.


Ribuan prajurit mulai berjatuhan karena pingsan. kecuali Guru Agung Zhang San, semua pendekar Tingkat Langit termasuk Chu Bei, akhirnya tergeletak tak sadarkan diri.


“Guru! Apa yang terjadi?” Chen An tak bisa untuk tidak menelan ludahnya.


Kekuatan yang Tan Hu tunjukkan, melebihi kekuatannya saat dirasuki oleh dua roh Senjata Pusaka. Selain itu, tubuh Paman Gurunya itu pun mengalami perubahan.

__ADS_1


Mata Tan Hu kini berwarna hitam pekat. Tubuh tua itu, terlihat semakin berotot. Di belakang kepalanya, kini terlihat lingkaran cahaya merah kehitaman. Cahaya yang menunjukkan bahwa tingkat kekuatannya berada Di Ranah Dewa Abadi.


“Ini … Dia sengaja membiarkan tubuhnya dikuasai oleh Iblis Hati. Chen Cen … Apakah Kau bisa mengeluarkan Kekuatan Mustika Bintang itu lagi?”


Suara Tan Hu yang bergetar, bukan tanpa sebab. Jika dia tak salah menganalisa. Kekuatan Tan Hu sekarang berada Di Ranah Dewa Abadi, setidaknya berada di level satu atau dua.


“Iblis Hati?” Tanya Chen An, seolah bergumam.


Ia mengakses ingatan Xiang Long dan sesaat kemudian, Chen An terlihat panik saat mengetahui apa yang akan terjadi jika tubuh seseorang dikuasai oleh Iblis Hatinya.


“Chen Cen …” Thio San melihat ke arah Chen An yang diam saja tak menjawab pertanyaannya. Saat melihat muridnya itu sedang memejamkan mata, Thio San melayang ke depannya.


Hal itu karena, Iblis Hati Tan Hu telah membuka matanya, tepat setelah munculnya aura merah kehitaman yang menyelimuti tubuh Tan Hu.


“Tentu Saja Aku akan membantumu, perempuan mana yang ingin suaminya mati di depan matanya. Hehehehe …” Suara tawa Mei Lin membuat Chen An keheranan.


Thio San segera membalikkan badan saat merasakan Aura energi Chen An perlahan meningkat. Ia segera menjauhi muridnya dan melesat ke sisi Zhang San yang terlihat sedang kebingungan.


“Tuan Apa yang terjadi…?!” Tanyanya pada Thio San.


“Nanti Aku akan menjawabnya, sebaiknya kita menjauh sedikit lagi dari mereka.” Thio San segera melesat diikuti oleh Zhang San. Keduanya berhenti setelah berjarak seratus meter dari Chen An dan Tan Hu berada.


Zhang San ingin kembali bertanya, namun ledakan energi yang menerpa mereka, mengejutkan dirinya. Matanya melotot lebar melihat tubuh Chen An yang mulai bercahaya putih kebiruan dengan sebuah lingkaran cahaya di belakang kepalanya.


Saat ini, Mei Lin sedang mengalirkan kekuatan Mustika Bintang ke Tulang dan otot di tubuh Chen An.


“Kurasa kekuatanmu sekarang sudah mampu untuk mengalahkan makhluk itu. Berhati-hatilah sayang. Lawanmu kali ini, bukan kaleng-kaleng.”


Tepat saat Mei Lin menyelesaikan kata-katanya, Iblis Hati melesat bagai kilat dan memberikan sebuah tendangan telak ke arah kepala Chen An, yang terkesiap melihatnya.


DUAGH!


Tendangan itu begitu cepat, tubuh Chen An terjajar dua meter saat kepalanya terhantam tendangan Iblis Hati Tan Hu.


Namun di luar dugaan, Chen An tidak merasakan sakit sedikit pun di kepalanya. Hal yang membuat Iblis Hati Tan Hu menjadi gusar melihatnya.


GOOOOAARRRRRHH


Ia kembali menyerang Chen An dengan kekuatan dan kecepatan yang jauh lebih besar lagi. Namun Chen An yang sudah waspada, segera menghadang serangan itu dan balas menyerangnya.


Pertukaran serangan berlangsung dengan begitu cepat. Zhang San berkonsentrasi penuh agar Ia bisa melihat pergerakan tubuh kedua orang itu.


DUAGH


BUUGHH

__ADS_1


Serangan masing-masing bersarang di tubuh lawan. Iblis Hati Tan Hu terpental belasan meter, sedang Chen An hanya terjajar dua meter saja, setelah tendangan lawan mengenai bahunya.


Kegeraman kembali ditunjukkan oleh Iblis Hati Tan Hu yang segera berteriak keras.


Sesaat kemudian, dari lingkaran merah kehitaman di belakang kepalanya, muncul sesosok pria yang mirip seperti Tan Hu dengan tubuh yang bercahaya merah membawa sebuah pedang di tangannya.


Saat baru keluar dari lingkaran, ukurannya masih kecil, namun terus membesar dan akhirnya mencapai tinggi lima meter. Aura membunuh yang sangat kuat, memancar dari tubuhnya.


“Kultivasi Roh! Sayang … Cepat Kau gunakan kekuatan Kultivasi Roh mu!” Suara Mei Lin terdengar panik melihat jurus yang dikeluarkan oleh lawannya.


Hanya seseorang yang telah memiliki kekuatan dari Kultivasi Roh saja yang dapat mengeluarkan jurus mengerikan itu.


Namun Chen An belum mempelajari teknik itu, karena hanya mereka yang telah berada di Ranah Dewa Abadi level Satu yang mampu melakukannya.


Mengetahui hal tersebut, Mei Lin terdengar kebingungan. “Ah Kenapa Aku lupa dengan dia. Roh Rambut Merah! Cepatlah keluar dari Lingkaran Cahaya itu!”


Roh Rambut Merah yang berada di Pedang Bintang Merah, terkesiap mendengar perintah Mei Lin. “Tuan Puteri … Jika Aku keluar dan menunjukkan diri, Aku .….”


“Aku tahu resiko itu. Biar nanti Aku yang bertanggung jawab. Cepat Kau keluar!” Mei Lin berteriak keras.


Roh Rambut Merah yang takut akan kemarahan Mei Lin, segera melesat keluar dari lingkaran yang berada di belakang kepala Chen An.


Namun baru saja Ia keluar ke dimensi dunia nyata, serangan energi pedang dari Sosok besar yang mirip Tan Hu itu, menderu cepat padanya.


Tak memiliki pilihan lain, Roh Rambut Merah terpaksa menebaskan pedang Bintang Merah ke udara kosong di depannya.


WHUSSS


BOOOOOMMM


Apa yang terjadi kemudian, membuat mulut Zhang San ternganga lebar sesaat sebelum Ia jatuh tak sadarkan diri, akibat diterpa gelombang energi yang maha dahsyat.


Beruntung, Thio San sempat meraih pergelangan tangannya, sehingga tubuh Guru Agung Kekaisaran Wei itu, tidak meluncur jatuh ke tanah.


Sisi selatan Ibukota Weihu porak-poranda, rumah dan ribuan tubuh penduduk dan prajurit yang telah tak sadarkan diri, ikut terpental ke udara bersama puing-puing bangunan.


Kota seluas lima kilometer persegi itu, dua puluh lima persen wilayahnya, hancur akibat benturan energi Roh rambut Merah dan Iblis Hati Tan Hu yang menampakkan wujudnya di Dimensi Dunia Nyata.


Baik Roh Rambut Merah maupun Iblis Hati Tan Hu, sama-sama mengalami luka dalam yang tak ringan. Namun begitu, keduanya kembali berniat untuk bertarung.


“Hentikan Pertarungan Kalian berdua!” Suara berat dan berwibawa, terdengar seiring munculnya cahaya kuning keemasan di udara di atas mereka.


Seiring dengan munculnya cahaya kuning yang sangat menyilaukan mata itu, waktu seolah berhenti bergerak. Seluruh puing-puing dan ribuan tubuh yang berada di udara, ikut berhenti dan tidak bergerak sedikit pun.


“Ini … Aura ini..?!” Suara Mei Lin terdengar bergetar ketakutan. Tentu Saja hal itu membuat Chen An bertambah lagi keheranannya.

__ADS_1


Sebelumnya Ia merasa heran karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Hal yang sama terjadi pada roh Rambut Merah dan Iblis Hati Tan Hu.


@@@@@


__ADS_2