Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
066: Rencana Tianchang


__ADS_3

Saat kehadiran sosok bertubuh cahaya di Dunia Bawah, Aura energi milik Ayah Mei Lin yang sangat kuat itu terasa hingga ke Dunia Atas.


Penguasa kejam dan lalim di Dunia Atas, Kaisar Tianchang terlihat gusar merasakan aura energi yang begitu besar yang Ia yakini berasal dari Dunia Bawah.


“Apakah aura energi ini milik Luo Tianyi atau milik muridnya yang bernama Thio San? Aku harus memastikannya.”


Thianchang berkelebat sangat cepat yang membuat tubuhnya seolah menghilang dari pandangan mata. Dalam sekejap, Ia telah berada di Singgasana Kekaisarannya dan duduk dengan wajah yang terlihat tegang.


Melihat kehadiran Sang Penguasa Dunia Atas itu, seluruh orang yang berada di ruangan itu segera berlutut memberi hormat mereka. “Berdirilah!”


Setelah puluhan orang itu berdiri dan kembali duduk di kursi mereka, Tianchang pun segera berdiri. Suasana seketika menjadi hening .


“Aku yakin kalian juga merasakan aura energi yang begitu besar dari tempat yang kita duga bernama Dunia Bawah. Mungkin ini saatnya kita mencoba Artefak Pemindah Dimensi buatan Sesepuh Bhu Liang.”


Kaisar Tianchang mengedarkan pandangan ke seorang tua yang juga menjabat menteri dalam pemerintahannya. “Menteri Liang … Bagaimana dengan Artefak itu. Apakah telah siap untuk diuji coba?”


Menteri Bhu Liang segera berdiri dan memberi hormat. “Artefak itu sudah jadi Yang Mulia, hanya saja dibutuhkan energi dari seseorang di Ranah Dewa Abadi untuk mengaktifkannya.”


Kaisar Tianchang tersenyum puas. “Jika begitu situasinya, Aku sendiri yang akan mengaktifkannya. Cai Lung, Gong Yun. Kalian berdua yang akan pergi ke Dunia Bawah. Cari informasi tentang pemilik aura besar itu. Jika kalian bertemu dengan Luo Tianyi dan muridnya habisi saja.”


Semua orang terkejut mendengarnya. Karena secara tidak langsung, Kaisar kejam itu memberitahu kepada mereka tingkat kultivasi yang sebenarnya telah Ia capai.


Selama ini, mereka hanya mengetahui Kultivasi Kaisar Tianchang, berada di Ranah Dewa Semi Abadi Level Delapan, kekuatan semu yang Ia tunjukkan hingga saat ini.


Sementara Cai Lung dan Gong Yun terkesiap mendengar perintah tersebut. “kenapa wajah kalian seperti itu?” Tanya Tianchang dengan tatapan mengintimidasi.


“Maafkan Kami Guru, jika tidak salah mengingat, bukankah Sosok Luo Tianyi itu berada di level tujuh Ranah Dewa Semi Abadi. Apakah kekuatan kami berdua bisa mengimbanginya?”


“Kenapa Kalian menjadi bodoh? Bukankah Aku sudah memberi kalian dua butir Pil Darah Iblis dengan kemurnian sembilan puluh lima persen? Dengan menelan dua butir pil itu, kekuatan kalian akan meningkat di level sembilan.”

__ADS_1


Kedua murid Tianchang itu saling berpandangan sejenak. “Kami siap menjalankan tugas dari Guru!” keduanya lantas berlutut dan memberi hormatnya.


“Maafkan Aku Yang Mulia Kaisar, sejauh ini kita tidak mengetahui di mana arah pasti dari beradanya dunia bawah. Sebaiknya mereka dikirim terpisah.” Bhu Liang kembali berkata yang membuat Tianchang menjadi gusar.


“Menteri Liang! Jangan berkata setengah-setengah seperti itu. Cepat jelaskan padaku!”


Bhu Lian segera berlutut dan memberikan penjelasannya dengan suara yang bergetar ketakutan.


Setelah mendengar penjelasan Bhu Liang, Tianchang segera berkata kepada Cai Lung. “Lung’er … Kau akan berangkat lebih dulu tepat saat matahari berada di puncaknya di siang ini. Gong Yun … Kau berangkat tengah malam nanti.”


Selama waktu menunggu matahari tepat di puncaknya, Bhu Liang memberikan arahan tentang bagaimana cara Cai Lung dan Gong Yun agar bisa kembali ke Dunia Atas.


Setelah dua jam menunggu, akhirnya siang pun mencapai puncaknya. Semua orang ternganga sesaat setelah Tianchang mengalirkan energi sangat besar ke arah Artefak Pemindah Dimensi.


Dari Artefak itu, melesat seberkas cahaya putih sejauh seratus meter di udara. Sesaat kemudian, terbentuk awan putih yang bergulung membentuk sebuah lingkaran sebesar rumah dengan lubang yang memercikan kilatan petir kecil.


Setelah melindungi tubuhnya dengan energi qi sesuai petunjuk Menteri Bhu Liang, Cai Lung segera melesat memasuki lubang dimensi yang memercikan kilatan petir kecil tersebut.


@


“Jadi begitu … Kau telah memahami semua petunjuk dari sembilan Teknik dalam Kitab Dewa setelah lembaran dari kitab tersebut berubah menjadi cahaya. Luar biasa!”


Chen An hanya mengangguk untuk menanggapi perkataan Gurunya yang merasa takjub dengan penjelasannya.


Keduanya mengerem secara mendadak dan berhenti dari laju melayangnya, karena menyadari jika aura besar itu, berubah arah mendekati mereka dengan cepat.


“Ranah Semi Abadi Level Enam? Tidak mungkin orang ini berasal dari Dunia mu Chen Cen …” Thio San mengerutkan dahinya saat merasakan kekuatan aura dari sosok yang kini terlihat berjarak satu Li lagi dari tempat mereka berada.


Beberapa detik kemudian muncul di depan keduanya, seorang pria yang terlihat berusia lima puluhan tahun. Namun Thio San bisa mengetahui jika usia pria itu mencapai setidaknya dua atau tiga ratus tahun.

__ADS_1


Kedua belah pihak saling menatap dengan sikap penuh waspada. Chen An yang menyembunyikan Kultivasinya hingga di level satu Ranah Semi Abadi, terlihat tenang.


Sikapnya itu membuat sosok pria yang tak lain adalah Cai Lung, menjadi heran. “Bocah ini … Aku yakin dia masih berusia di bawah tiga puluh tahun, tapi kultivasi telah berada di level satu ranah Dewa Semi Abadi. Siapa kakek satu ini?”


Keheningan menyelimuti udara di atas sebuah hutan yang tak lain adalah Hutan Siluman.


“Sepertinya Aku bertemu dengan seseorang dari Dunia Atas. Jika Aku tak salah menduga, Kau pasti Thio San murid dari Si Tua Luo Tiannyi yang melarikan diri dari Dunia Atas.”


Chai Lung berani berkata demikian, setelah Ia berhasil mengukur kultivasi Thio San yang berada di level yang sama dengan dirinya. Ia mengabaikan Chen An yang berkerut dahinya mendengar Cai Lung berkata seperti itu.


“Hanya manusia dari Dunia Atas yang mengetahui jati diriku walau belum pernah bertemu sekalipun dengan ku. Siapa Anda dan bagaimana Anda bisa memasuki Dunia bawah ini?”


Thio San masih bersikap tenang, karena dirinya belum mengetahui di pihak mana pria berada.


“Nama ku Cai Lung, Murid Terbaik Ketiga yang Mulia Kaisar Tianchang. Aku sengaja menyebutkan namaku agar Kau Tak mati penasaran. Hahahahaha…”


Cai Lung tertawa senang, Karena Jika dia berhasil membawa kepala Luo Tianyi atau Thio San, maka dirinya akan mendapatkan hadiah tiga Buah Iblis untuk meningkatkan kultivasinya hingga ke level Puncak Ranah Dewa Semi Abadi.


Mendengar ucapan Cai Lung, Thio San pun menjadi maklum. “Murid Tianchang rupanya. Kau belum menjawab pertanyaan tentang bagaimana Kau bisa memasuki Dunia Bawah ini.”


Cai Lung tertawa lepas sebelum menjelaskan bahwa saat ini, Kekaisaran Dunia atas telah memiliki Artefak Pemindah Dimensi seperti yang Luo Tianyi miliki.


“Apakah sudah cukup penjelasanku? Atau ada hal lain yang masih ingin Kau tanyakan sebelum Aku menghabisimu? Hahahahaha.”


Cai Lung tertawa terbahak-bahak dengan Sikapnya yang terlihat sangat meremehkan Thio San. Hal itu membuat Thio San sedikit heran, melihat tingkahnya.


Pasalnya, kultivasi mereka berada di tingkat yang sama, Ranah Dewa Semi Abadi Level Enam. Tidak mudah bagi keduanya untuk bisa memastikan siapa yang akan tewas terlebih dahulu.


Di sisi lain, Chen An terlihat sedang mengedarkan indera spiritualnya. Entah mengapa Ia bisa merasakan jika mereka saat ini tengah diawasi oleh seseorang yang tak bisa Ia temukan wujudnya.

__ADS_1


@@@@@


__ADS_2