Prahara Kitab Dewa

Prahara Kitab Dewa
049: Berita Dari Ibukota


__ADS_3

“Kuharap kau tidak sedang mencari alasan untuk menutupi kegagalanmu, Ketua Xue Wen?”


Suara dingin sosok bertopeng, membuat suasana di dalam ruangan Balaikota Shanzui menjadi hening. Sosok itu adalah Yuan Bei, Ketua Dua Kelompok Topeng Baja.


“Tidak Ketua Dua … Aku berkata yang sesungguhnya, Pendekar muda itu bisa melayang di udara seperti Anda.” Pria berjubah kuning keemasan berhenti sejenak dan menelan ludahnya.


Ia baru saja tiba di Kota Shanzui setelah malam ini hampir terbunuh saat berhadapan dengan Chen An.


“Ketua Dua …Mungkin Pemuda itu adalah pendekar yang juga mengalahkan Ketua Zheng Yin dan Ketua Zhi Hung.” Lanjutnya berusaha mengingatkan Ketua Dua, jika bukan hanya dirinya saja yang telah gagal menjalankan tugas dari Ketua Satu.


Tentunya saja Yuan Bei sudah mengetahui hal tersebut, namun bukan itu yang membuatnya terdiam marah.


“Chen An … Menyesal Aku tidak membunuhmu saat kita bertemu kemarin. Kau dan Ayahmu sama saja, selalu menjadi penghalang tujuanku.” Yuan Bei berkata dalam benak, seraya mengepalkan kedua tangannya.


Zheng Yin dan Zhi Hung yang baru pulih dari efek karena meminum Pil Darah Iblis, menjadi ciut nyalinya melihat kemarahan Ketua Dua Kelompok Topeng Baja itu.


Sementara, dua orang lainnya tersenyum, merasa tugas mereka untuk menguasai Kota Shanzui berhasil dilaksanakan dengan baik.


“Baiklah… Aku memaafkan mu Ketua Xue Wen. Tapi jika Kau gagal sekali lagi, Aku sendiri yang akan memecahkan kepalamu.” Baru saja Yuan Bei menyelesaikan kalimatnya, Bayangan Angin datang memasuki ruangan tersebut.


“Ketua Dua …” Bayangan Angin memberi Hormatnya.


“Bayangan Angin Apakah Kau mendapat informasi penting tentang situasi kota Weihu?” Tanya Yuan Bei, mendapati Bayangan Angin telah kembali dari Ibukota Kekaisaran Wei.


“Benar Ketua, Ibukota Weihu saat ini sedang siaga penuh. Ribuan Pengungsi mendatangi kota tersebut. Selain itu, ribuan pendekar juga berada ke Kota itu.”


Dahi Yuan Bei berkerut. “Bukankah kita sudah menumpas habis seluruh sekte dan kelompok yang menolak bergabung dengan kita? Kenapa jumlah mereka masih begitu banyak?”


Bayangan Angin lalu menjelaskan lebih lanjut tentang siapa mereka. Sebagian kecil Pendekar yang berkumpul di ibukota Weihu, memang berasal dari sisa-sisa anggota sekte yang telah mereka hancurkan.


Namun sebagian besar pendekar aliran putih itu berasal dari Kekaisaran Jian. Menurut informasi yang Ia dapatkan, di Kekaisaran Jian saat ini sedang terjadi gejolak besar, karena Aliran Hitam telah mengendalikan Kekuasaan Kaisar Jian.


“Hem… Apakah Ketua Hong Qi dalang di balik semua kekacauan itu? Jika Ia, akan mudah menyatukan daratan ini di bawah kekuasaan Guru.” Ucap Yuan Bei dalam benaknya.


“Baiklah … Aku akan melaporkan hal ini kepada Ketua Satu. Aku akan kembali ke Lembah Kematian untuk menemui Ketua.”

__ADS_1


Yuan Bei hendak melesat keluar melalui jendela, namun menyadari Aura Besar mendatangi Kota Shanzui. Ia memutuskan untuk menunggu pemilik aura besar itu tiba di kota tersebut.


“Sepertinya Guru telah selesai dengan kultivasinya. Sekuat apakah Teknik Dewa Api yang telah dikuasai oleh Guru? Aku ingin sekali melihatnya.”


Yuan Bei segera mengalirkan energi qi untuk memberitahu Gurunya dimana Ia sedang berada saat ini.


Kecuali Yuan Bei, semua orang di dalam ruangan itu tersentak kaget, saat muncul Sosok Tan Hu yang masuk melalui jendela dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga hembusan angin kencang menerpa wajah mereka semua.


“Guru!” Yuan Bei segera berlutut.


“Hormat Ketua Satu!” Enam Orang lainnya, segera ikut berlutut, saat melihat Yuan Bei seperti itu.


“Bangunlah kalian semua!“ Tan Hu berkata seraya melangkah ke sebuah kursi yang tadi di duduki oleh Yuan Bei. “Bei’er … Aku ingin mendengar laporanmu! Sejauh mana rencana kita telah dilakukan.”


Dengan cepat, Yuan Bei menjelaskan bahwa delapan dari sepuluh kota besar di kekaisaran Wei, telah berhasil mereka kuasai. Sementara belasan sekte aliran putih yang menolak bergabung, telah mereka hancurkan.


“Ibukota Weihu tentu salah satu dari dua kota itu bukan?” Yuan Bei menganggukkan kepala. “Lalu kota yang satunya, kenapa tidak berhasil kalian kuasai?”


Suara dingin Tan Hu membuat tubuh Zhi Hung dan Zheng Yin bergetar. Sedangkan wajah Xue Wen menjadi pucat pasi.


Tan Hu berdiri, terlihat kemarahan di matanya kepada dua orang Ketua Sekte yang kini getaran di tubuh keduanya, semakin terlihat jelas.


“Bukankah Aku sudah memberi kalian berdua Pil Darah Iblis? Mengapa Kalian masih bisa dikalahkan oleh pemuda ingusan itu?” Tanya Tan Hu dengan suara yang dingin.


Dengan suara bergetar, Zhen Ying memberikan penjelasan saat Ia menghadapi Chen An, Thio San dan Cui Lan yang dirasuki oleh Roh Phoenix Api.


“Apa! Rambutnya berubah merah Saat Roh Pedangnya merasuki tubuh pemuda itu?”


Dahi Tan Hu berkerut. Ia tidak menduga jika pemuda,murid dari Kakak Seperguruannya itu, mempunyai kekuatan yang sangat tinggi. “Lalu bagaimana kalian bisa lolos darinya?”


Zhi Hung yang kini menjelaskan, jika mereka berdua berhasil lolos karena kekuatan senjata pusaka, yang baru mereka ketahui memiliki roh di dalamnya.


“Begitukah? Bisa kalian tunjukkan senjata pusaka Kalian itu padaku?” Tanya Tan Hu penasaran. Karena dulu saat menaklukkan kedua orang itu, mereka tidak melawan dirinya dengan menggunakan kekuatan Roh senjata sama sekali.


Saat Pedang Elang Hitam dan Kapak Iblis di keluarkan oleh keduanya, Tan Hu segera mengembangkan telapak tangan kirinya. Kedua senjata pusaka itu terlepas dari genggaman tangan mereka dan melayang mendekati Tan Hu.

__ADS_1


Setelah mengamati sejenak, Tan Hu menyadari jika kedua senjata itu, bukan berasal dari Dunia Bawah, maupun Dunia Atas.


Ia meraih kedua senjata itu, Kapak Iblis di tangan kanan dan Pedang Elang Hitam di tangan kirinya. Tan Hu lalu mengalirkan energi qi-nya ke gagang kedua senjata pusaka tersebut.


Tan Hu tersentak kaget, saat merasakan energi qi-nya terhisap dengan sangat cepat, tanpa bisa Ia mencegahnya atau pun melepaskan genggaman tangannya.


Sesaat kemudian, dari kedua pedang itu keluar asap yang segera menyelimuti kedua lengan Tan Hu. Saat itulah Tan Hu mendengar suara di dalam kepalanya.


Seiring keluarnya asap itu, udara menjadi terasa sangat berat. Aura mencekam yang keluar dari asap hitam itu, membuat semua orang kecuali Yuan Bei berlutut kembali.


Semua orang melihat Tan Hu hanya terdiam seraya memejamkan matanya. Tidak ada yang mengetahui jika Ia sedang berbicara dengan kedua roh penghuni senjata itu.


Cukup lama Tan Hu bersikap demikian, hingga akhirnya Ia membuka mata, sesaat setelah asap hitam itu kembali masuk ke dalam pedang dan Kapak.


“Roh dari kedua senjata ini … Telah memilih Aku dan Muridku sebagai tuan mereka yang baru. Karena hanya kami berdua saja yang bisa menggunakan kekuatan maksimal mereka. Apakah kalian bisa menerima hal itu?” Tan Hu menatap tajam Zhi Hung dan Zheng Yin.


Keduanya terkejut mendengar perkataan Tan Hu. Sebenarnya mereka ingin menolak hal tersebut, namun tak berdaya untuk melakukannya selain hanya mengangguk pasrah.


Tan Hu membuat Pedang Elang Hitam melayang ke arah Yuan Bei. “Bei’er gunakan pedang itu, Kau akan bertambah kuat setelah bergabung dengan roh yang menghuni pedang tersebut.


Yuan Bei mengambil pedang itu dengan wajah yang gembira.


@


Di sebuah bukit satu kilometer jauhnya dari Kota Zhaodong, saat sinar mentari terlihat di ufuk timur, Chen An yang sedang terduduk mengamati langit, tersentak kaget saat menatap sebuah Cahaya nun jauh di atas sana.


“Apa yang terjadi denganku?”


Tubuh Chen An Tiba-tiba terangkat ke udara tanpa Ia gerakkan. Tubuhnya terasa sangat panas saat seluruh energi qi dan tenaga dalamnya bergerak mengalir menjadi dua kali lebih cepat dari biasanya.


Bahkan tubuh Chen An mulai mengeluarkan asap hitam dari pori-pori di tubuhnya. Lendir berwarna hitam pun, mulai terlihat membasahi kulitnya.


Rahang Chen An menggembung besar, suara gigi yang beradu, terdengar cukup keras sebelum akhirnya kesadaran pemuda itu menghilang, karena rasa sakit yang tak tertahankan pada tubuhnya.


@@@@@@

__ADS_1


__ADS_2