
Kakek yang tak miliki sekte itu, bernama Fei Long dan berjuluk Pendekar Gila Sakti. Ia segera mengambil sesuatu dari balik jubahnya dan menelan sebutir buah kecil yang berwarna seputih susu.
Sesaat kemudian, Fei Long merasakan tenaga dalamnya pulih bahkan sedikit meningkat dari sebelumnya. Buah yang mirip anggur itu, hanya satu biji Ia miliki.
Walau merasa sayang, namun Ia tidak menyesal telah memakan buah langka itu, mengingat situasinya yang berada dalam keadaan berbahaya seperti saat ini.
Sesaat kemudian, Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Hong Qi yang telah menerjang Yuan Shi dan Kuan Yu dengan serangan menggunakan Tombaknya.
Jika saja Yuan Shi dan Kuan Yu berada dalam kondisi prima, tentu mereka bisa mengimbangi serangan Hong Qi yang semakin lama semakin cepat dan kuat itu.
Namun karena tenaga dalam mereka hampir habis setelah lebih delapan jam bertarung, maka dengan mudahnya Hong Qi mendesak mereka berdua.
Luka pun semakin parah mendera Yuan Shi maupun Kuan Yu karena seringnya tubuh mereka terkena serangan tongkat maupun tapak atau tendangan Hong Qi.
Sementara Cheng Kun yang kemampuannya berada di Tingkat Pendekar Langit tahap Dasar menerjang Fei Long.
Walau Cheng Kun tahu Fei Long berada di tahap menengah Pendekar Langit, namun Ia merasa unggul karena Fei Long dianggapnya telah kehabisan tenaga dalam.
Hal yang membuat Cheng Kun harus menelan kenyataan pahit. Pendekar Langit Tahap menengah, mampu mengimbangi tiga orang pendekar di tingkat Pendekar Langit tahap Dasar.
Maka mudah saja bagi Fei Long mendesak Cheng Kun setelah mereka bertukar serangan lebih dari tiga puluh kali.
“Kau! … Bagaimana kau masih memiliki tenaga dalam yang besar?!” Cheng Kun bertanya kaget.
Ia terpukul mundur oleh Tinju Fei Long yang begitu kuat menghantam dadanya. Serangan Fei Long tadi, membuat Cheng Kun terlempar kembali ke tempatnya semula.
Fei Long mengejar Cheng Kun, Ia tidak ingin menghemat tenaga dalamnya dan tidak akan menunggu hasil pertarungan Hong Qi dengan Yuan Shi dan Kuan Yu.
Ia memilih merobohkan Cheng Kun terlebih dahulu agar tidak mengganggunya saat Ia nanti bertarung dengan Hong Qi.
Wajah Cheng Kun menjadi pucat saat Fei Long menyerangnya menggunakan pedang yang merupakan pusaka terkenal di dunia persilatan di empat Kekaisaran bernama Pedang Kristal Siluman.
Ia pun berjibaku dengan Pedang Pusaka miliknya untuk menangkis serangan Fei Long. Dalam hatinya Ia berharap kakak seperguruannya itu segera mengalahkan kedua lawannya dan menolong dirinya.
__ADS_1
Namun tidak mudah bagi Hong Qi untuk merobohkan mereka berdua. Pendekar tingkat Langit, adalah orang yang telah berlatih sangat keras selama puluhan tahun dalam hidupnya.
Walau mengalami luka di banyak bagian tubuhnya, namun Yuan Shi dan Kuan Yu tidak ingin menyerah begitu saja. Mereka memberikan perlawanan sekuat tenaga untuk mempertahankan nyawa mereka.
Hong Qi yang sempat melirik bagaimana adik seperguruannya telah terpental beberapa kali akibat serangan Fei Long, segera meningkatkan kekuatan tenaga dalamnya.
Hal itu membuat wajah Yuan Shi dan Kuan Yu semakin buruk. Tenaga dalam mereka kurang dari lima persen lagi. Hal mustahil untuk bisa bertahan lebih lama, ketika melihat kekuatan Hong Qi yang terus meningkat.
Di saat itulah, Cheng Kun jatuh terpental belasan meter akibat sebuah tendangan kuat dari Fei Long. Serangan itu membuat Cheng Kun jatuh tak sadarkan diri.
Hong Qi yang khawatir akan keselamatan adiknya, segera saja melesat ke arah Cheng Kun. Hal itu digunakan oleh Yuan Shi untuk mendekati Fei Long.
“Saudara Fei, pergilah dan bawa Kitab ini bersama mu. Aku tak ingin kitab ini jatuh ke tangan Hong Qi.”
Fei Long terkejut mendengar perkataan Yuan Shi yang mengulurkan sebuah kitab lusuh dan terlihat usang. Ia pun terlihat ragu untuk menerimanya.
“Cepatlah Ambil! Dan pergilah dari sini!” Yuan Shi berkata sedikit keras.
Sementara Kuan Yu yang telah berada di dekat mereka, akhirnya memahami alasan dibalik apa yang dilakukan oleh Yuan Shi.
Kuan Yu berkata lirih setelah melihat Hong Qi berdiri bersama Cheng Kun yang kini telah sadar dari pingsannya.
Sementara Fei Long masih terlihat senyum-senyum sendiri. Ia pun terdiam ketika mendengar bentakan keras dari Yuan Shi agar segera meninggalkan tempat itu.
Hong Qi terkejut saat melihat Fei Long melesat pergi. Ia sempat melihat Fei Long memasukkan sebuah kitab usang ke balik jubahnya yang Ia yakini adalah Kitab Dewa.
Ia pun segera melesat ke arah Fei Long yang tubuhnya telah menghilang di balik bebatuan. Namun Yuan Shi dan Kuan Yu tidak tinggal diam.
Keduanya segera menghadang Hong Qi untuk memberi kesempatan Fei Long pergi sejauh mungkin dari tempat tersebut.
“Kalian! Kalian ingin mati rupanya!” Hong Qi terlihat sangat gusar.
Ia pun segera menerjang Yuan Shi dan Kuan Yu dengan kekuatan penuhnya. Pedang Kuan Yu terlepas dari genggaman tangan saat Ia menangkis pukulan Tongkat Iblis Hong Qi yang mengarah ke kepalanya.
__ADS_1
BUUK
Sebuah pukulan kuat, menghantam tubuh tua Kuan Yu. Kakek itu terpental hingga belasan meter dengan beberapa tulang rusuk yang patah.
Yuan Shi menjadi kecut melihat kemarahan Hong Qi yang kini bersiap menyerangnya.
Ia sempat melihat Jie Kang dan Ding Yao bergerak dengan ilmu peringan tubuh mereka ke arah perginya Fei Long.
Yuan Shi menjadi cemas melihat hal itu, sehingga konsentrasinya menjadi pecah saat Hong Qi datang dengan serangannya.
Yuan Shi berjibaku dengan Hong Qi. Ia sudah bertekad untuk bertarung hidup dan mati dengan Hong Qi demi membuat Fei Long selamat dari kejarannya.
Hong Qi sedikit terkejut melihat Yuan Shi masih mampu menghindari serangan darinya yang sangat cepat.
“Sepertinya Kau telah belajar beberapa teknik dari kitab itu, sehingga masih bisa bertahan hingga sejauh ini.” Hong Qi berkata dengan sinis.
Yuan Shi tidak menanggapinya. Ia memang telah belajar beberapa teknik dari kitab Dewa itu. Namun Teknik yang berada di sana, sangat berbeda dengan pemahaman yang telah Ia miliki sebelumnya.
Hal itu membuatnya kesulitan untuk memahami petunjuk dalam kitab tersebut. Sehingga penguasaannya terhadap beberapa teknik dari Kitab Dewa itu masih sangat mentah.
Hong Qi tak mengendurkan serangannya, menyerang Yuan Shi dengan serangan yang menggunakan kekuatan penuhnya.
Yuan Shi telah mencapai batasnya, Ia tak bisa menghindari sebuah Pukulan keras dari Tongkat Iblis di tangan Hong Qi.
BUGGH
Tubuh Yuan Shi terpental beberapa meter, namun Hong Qi tak berhenti menyerang. Ia segera mengejar Tubuh Yuan Shi dan dengan kuatnya menusukkan tongkatnya ke dada Pelindung Sekte Tangan Suci itu.
“Sesepuh!” Tetua dari Sekte Tangan Suci hanya bisa berteriak, sebelum akhirnya Ia jatuh karena serangan mendadak dua tetua dari Sekte Jie Kang dan Ding Yao.
Hal serupa juga terjadi pada tetua Sekte yang dibawa oleh Kuan Yu. Mereka berdua jatuh di tanah, setelah diserang secara licik oleh dua tetua dari Aliran Hitam itu.
Hong Qi segera melesat ke arah kemana Fei Long pergi membawa Kitab Dewa itu. Cheng Kun dan kedua Tetua sekte itu, segera menyusulnya.
__ADS_1
Ke empat orang itu terlihat seperti sudah tewas. Namun tidak dengan salah satu diantaranya. Tetua yang merupakan murid Yuan Shi masih bernafas walau sangat lirih.
*****