
“Dimana Pedang Nirwana itu? Bolehkah Kami melihatnya.” Tanya Thio San.
Walau heran dan sedikit curiga, Shi Ying menyuruh Qiu Lan untuk mengambil pedang tersebut yang mereka sembunyikan di dalam goa.
Saat melihat gagang pedang yang dibawa Qiu Lan dari dalam goa, Thio San menyadari bahwa pedang itu berbeda dengan pedang yang dimiliki gurunya.
Namun, Chen An yang penasaran mengapa siluman di hutan ini tidak ada yang berani mendekati keduanya saat di sungai, segera memeriksa pedang tersebut.
Ia mencabut pedang Nirwana dari sarungnya. Terlihat bilah pedang itu, sama persis dengan Pedang Kristal siluman, berwarna merah seperti kristal.
Karena penasaran, Chen An mencabut pedang Kristal Siluman untuk melakukan perbandingan. Namun hal tak terduga terjadi, membuat mereka semua terkesiap bersamaan.
Kedua belah pedang itu tiba-tiba terlepas dari tangan Chen An, bergerak sendiri seolah memiliki nyawa. Keduanya bertemu di udara dan sesaat kemudian menempel satu sama lain.
Setelah saling menempel, muncul cahaya merah yang menyilaukan mata. “Apa yang terjadi? Mengapa Pedang Kristal Siluman bisa menempel dengan Pedang Nirwana?”
Thio San hanya terdiam, melihat apa yang terjadi di depan matanya, Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Chen An yang sedang merasa was-was, karena takut terjadi sesuatu pada pedang warisan gurunya itu.
Satu menit kemudian, cahaya merah menyilaukan mata itu meredup. Tak ada lagi Pedang Nirwana maupun Pedang Kristal Siluman.
Yang terlihat oleh mereka adalah sebilah pedang yang memancarkan aura mencekam yang luar biasa kuat. Shi Ying dan Qiu Lan tiba-tiba terkulai lemas akibat tekanan aura tersebut.
Sementara Chen An terjajar mundur dan Ia tertahan oleh tapak kiri Thio San yang segera mengerahkan energi qi-nya.
Sementara Tapak Kanan Thio San, melesatkan sebuah energi untuk melindungi Shi Ying dan Qiu Lan dari tekanan aura yang semakin menguat itu.
“Chen Cen … Bawa tubuh kedua orang itu ke dalam goa, Aku akan menahan tekanan Aura ini. Cepat!”
Chen An yang belum mengerti dengan situasi tersebut, segera melesat meraih tubuh Qiu Lan dan Shi Ying, menggunakan energi qi dan membawanya ke dalam goa.
__ADS_1
Chen An segera melesat keluar goa, lalu membuat segel pelindung di mulut goa itu. Dengan begitu, tekanan aura yang kini telah dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, tidak akan mengenai kedua perempuan itu.
Chen An terpaksa menggunakan seluruh energi qi yang Ia miliki, untuk melindungi tubuhnya dari tekanan Aura yang terus menguat itu.
Sementara itu, Thio San sendiri masih belum yakin dengan apa yang sedang terjadi. “Kekuatan Pedang ini, sekuat Pedang milik Guru. Jangan-jangan….”
Thio San pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Yaitu, saat sang Guru menyegel Roh Ratu Beast Rubah Merah ke dalam Pedang Nirwana.
Thio San yang teringat apa yang dilakukan Sang Guru saat itu, mencoba melakukan sesuatu yang Ia sendiri tak yakin bisa mengatasi situasi buruk di depannya.
“Pengetahuan ku Tentang Segel menyegel, sangat jauh dibanding adik Tan Hu dan guru. Tapi, bagaimanapun juga Aku harus mencobanya. Jika tidak… Manusia di Dunia Bawah ini akan binasa semua.”
Thio San mengerahkan lima puluh persen energi qi yang Ia miliki. Hal ini menyebabkan Hutan Siluman bagai dilanda gempa dan angin badai yang sangat dahsyat.
Chen An terpelanting ke dalam goa, setelah tubuhnya menghancurkan segel pelindung mulut goa tersebut. Tanah dan bebatuan di atas mulut goa itu, ikut runtuh akibat terkena ledakan energi qi Thio San.
Sementara pepohonan dan bebatuan di sekitar Thio San, terbang bagai daun kering tertiup angin. Dalam radius seratus meter dari tempat Thio San berada, kini telah menjadi tanah lapang yang datar.
Sesaat kemudian, pedang bersinar merah itu, tiba-tiba meledakkan energi yang membuat Thio San terjajar dengan wajah yang terkejut panik.
Aura energi dari Pedang itu, merembes hingga puluhan kilometer jauhnya dari tempat tersebut. Hal ini membuat seluruh penghuni Hutan Siluman itu, tunggang langgang lari ke segala arah, meninggalkan hutan tersebut .
Siluman itu terlihat sangat ketakutan, mereka hanya melewati pemukiman warga yang sedang bertanya-tanya, apa gerangan yang menyebabkan tanah yang mereka pijak, berguncang sekuat itu.
Melihat siluman mendatangi mereka, para penduduk desa dan kota, berlarian panik memasuki bangunan yang ada di dekatnya.
Sementara itu, Thio San telah selesai membuat lingkaran segel dengan sisa energi qi yang Ia miliki. Segel dengan ukuran raksasa itu, memiliki diameter lebih dari sepuluh meter.
“Teknik Segel Roh! Segel Pengunci Jiwa!”
__ADS_1
Setelah berteriak demikian, Thio San menggerakkan tangannya ke arah di mana pedang itu berada. Lingkaran energi dengan huruf-huruf aneh dan berukuran besar itu melesat ke arah Pedang dengan cepat.
BLAAAMMM
Tubuh Thio San terpental puluhan meter akibat ledakan yang terjadi, saat lingkaran Segel Pengunci Jiwa menyentuh Pedang bercahaya merah itu.
Thio San bangkit dan terkejut mendapati lingkaran energi Segel Pengunci Jiwa, telah hancur dan kini yang terlihat di depannya adalah sebuah pedang raksasa sepanjang dua puluh meter berwarna merah menyala.
Tanah di bawah pedang itu, berlubang hingga sedalam tiga puluh meter dengan diameter lingkaran mencapai seratus meter.
Pedang raksasa itu, tiba-tiba bergerak berubah arah. Ujung pedang kini terarah kepada Thio San yang telah berada di udara dengan wajah yang menunjukkan rasa jerih.
Rasa yang sama yang pernah Ia dapatkan, saat melihat sosok Tianchang bertarung dengan Sang Guru ratusan tahun lalu di Dunia Atas.
Ujung Pedang itu, tiba-tiba saja melepaskan energi yang sangat cepat ke arah Thio San yang sempat terkesiap, walau telah waspada akan adanya serangan dari pedang raksasa tersebut.
Energi berbentuk pedang selebar setengah meter dan panjang lima meter itu nyaris saja membelah tubuh Thio San, jika sedetik saja ia terlambat menghindarinya.
Hanya jubah Thio San yang sobek dan terbakar, akibat terserempet oleh energi pedang tersebut.
BUUUMM
Energi berbentuk Pedang itu, menghantam tebing yang tinggi dan besar, satu kilometer di belakang Thio San. Tebing besar itu runtuh, dengan suara bergemuruh yang terdengar hingga jarak lima kilometer jauhnya.
Ratusan tahun hidupnya di Dunia Bawah yang damai ini, Thio San belum pernah merasakan kegentaran seperti yang saat ini Ia rasakan.
“Sosok roh apa sebenarnya yang berada di dalam pedang itu. Kekuatannya melebihi kekuatan Roh penghuni Pedang Nirwana milik Guru.”
Thio San masih bergumam saat Ia menyadari sesuatu yang membuatnya menjadi cemas. “Aku tidak bisa merasakan aura Chen Cen . Apa yang .…”
__ADS_1
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Thio San dikejutkan dengan tanah berjarak dua puluh meter darinya, bergerak membentuk dua buah tangan raksasa, dan bergerak cepat ke arah pedang tersebut.
#######